Thursday, September 10, 2026
Berita KSA

Zair Program Khadim Al-Haramain Al-Sharifain Apresiasi Layanan Umrah

Zair Program Khadim Al-Haramain Al-Sharifain Apresiasi Layanan Umrah

Makkah Al-Mukarramah menerima kunjungan kelompok kedua program Khadim Al-Haramain Al-Sharifain untuk Umrah dan ziarah yang terdiri dari 250 zair pria dan wanita dari 23 negara Eropa dan Asia.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 12 Agustus 2026, para tamu mengapresiasi keramahan, layanan luas, dan penanganan yang diberikan sejak tiba di Arab Saudi. Mereka menggambarkan momen melihat Kaabah dan melakukan tawaf sebagai pengalaman yang tidak terlupakan.

Suleime Paul dari Inggris menyebut kehadiran Muslim dari berbagai kewarganegaraan dan budaya di Masjid Al-Haram sebagai wujud kesetaraan, persaudaraan, dan persatuan Islam. Sementara itu, Clayton Mali dari Albania menggambarkan kunjungan pertamanya ke Kaabah sebagai pengalaman penuh spiritualitas.

Ibrahimoglu dari Makedonia Utara mengungkapkan perasaan tenang dan bahagia saat menjalankan manasik Umrah, dan Altay Krimov dari Bulgaria memuji standar layanan, penyambutan, transportasi, akomodasi, serta bimbingan agama dan administratif.

Para tamu menyampaikan terima kasih kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan, serta Syekh Abdul Latif bin Abdulaziz Al-Sheikh atas pengorganisasian program budaya dan ilmiah. Rilis tidak menyebutkan durasi total program atau daftar lengkap 23 negara tersebut.

Siapa saja peserta program Umrah ini? Peserta terdiri dari 250 zair pria dan wanita yang berasal dari 23 negara di wilayah Eropa dan Asia. Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan.

Apa yang diapresiasi oleh para tamu program tersebut? Para tamu mengapresiasi layanan penyambutan, transportasi, akomodasi, serta bimbingan agama dan administratif. Mereka juga berterima kasih atas pengorganisasian manasik serta program budaya dan ilmiah.

Bagaimana kesan para zair saat berada di Makkah? Suleime Paul dari Inggris melihat persatuan Islam melalui keberagaman budaya di Masjid Al-Haram, sementara Clayton Mali dari Albania merasakan spiritualitas tinggi saat pertama kali melihat Kaabah.