Dr Shoaib Al Azhari, pendiri Institut sains coraniques et de la phonétique du Bangladesh, memuji penyelenggaraan edisi ke-46 Concours international Roi Abdulaziz du Saint Coran untuk hafalan, tilawah, dan tafsir.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 11 Agustus 2026, Dr Al Azhari yang juga anggota juri lokal mengapresiasi upaya kementerian Affaires islamiques, de l’Appel et de l’Orientation. Ia menyatakan layanan bagi peserta menunjukkan perhatian terhadap ahli Al-Quran.
Kompetisi ini diikuti oleh 334 peserta dari 133 negara. Dr Al Azhari menyebut acara ini sebagai permata kompetisi Al-Quran dunia yang mampu mengumpulkan elit penghafal Al-Quran dari berbagai negara.
Edisi kali ini memperkenalkan kategori khusus wanita untuk pertama kalinya. Inisiatif tersebut dinilai mencerminkan perhatian Kerajaan terhadap Al-Quran dan memungkinkan para penghafal wanita dari berbagai negara untuk berpartisipasi.
Siapa yang memberikan apresiasi terhadap kompetisi Al-Quran tersebut? Apresiasi diberikan oleh Dr Shoaib Al Azhari, yang merupakan pendiri Institut des sciences coraniques et de la phonétique du Bangladesh sekaligus anggota juri lokal. Ia memuji penyelenggaraan edisi ke-46 Concours international Roi Abdulaziz du Saint Coran serta upaya kementerian Affaires islamiques, de l’Appel et de l’Orientation.
Berapa jumlah peserta dan negara yang terlibat dalam edisi ke-46 ini? Edisi ke-46 kompetisi ini diikuti oleh 334 peserta yang mewakili 133 negara. Dr Shoaib Al Azhari menyatakan bahwa jumlah partisipasi ini membuktikan skala internasional dan kemampuan kompetisi dalam mengumpulkan elit penghafal Al-Quran dunia.
Apa hal baru yang diperkenalkan pada edisi kompetisi kali ini? Untuk pertama kalinya pada edisi ini, diperkenalkan kategori yang dikhususkan bagi wanita. Inisiatif ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para penghafal wanita dari berbagai negara untuk berpartisipasi dan mencerminkan perhatian Kerajaan terhadap Al-Quran.