Monday, September 14, 2026
Budaya

Kompetisi Internasional Al-Quran Penghargaan Mohammed VI Dimulai di Rabat

Kompetisi Internasional Al-Quran Penghargaan Mohammed VI Dimulai di Rabat

Rabat menjadi lokasi dimulainya kompetisi internasional ke-20 Penghargaan Mohammed VI dalam menghafal, tartil, tajwid, dan tafsir Al-Quran.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 11 Agustus 2026, acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, Duta Besar Khadimul Haramain Al-Sharifain untuk Maroko Dr. Sami bin Abdullah Al-Saleh, duta besar dari beberapa negara Arab dan Islam, Direktur Jenderal ICESCO Dr. Salim bin Mohammed Al-Malik, serta sejumlah ulama.

Sebanyak 83 hafiz, qari, dan mujawwid dari 53 negara di lima benua berpartisipasi dalam kompetisi yang berlangsung selama tiga hari ini. Kompetisi terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu hafalan lengkap Al-Quran disertai tartil dan tafsir, serta hafalan lima juz berturut-turut disertai tajwid dan kualitas pelafalan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pelayanan terhadap Al-Quran, mendorong hafalan dan tadabbur, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dalam membaca dan mempelajari Al-Quran, serta mengenal aspek retorika dan hukum agama. Rilis tidak menyebutkan jumlah hadiah bagi pemenang.

Siapa saja tokoh yang menghadiri pembukaan kompetisi di Rabat? Acara ini dihadiri oleh pejabat pemerintah, Duta Besar Khadimul Haramain Al-Sharifain untuk Maroko Dr. Sami bin Abdullah Al-Saleh, serta duta besar dari beberapa negara Arab dan Islam. Selain itu, hadir pula Direktur Jenderal ICESCO Dr. Salim bin Mohammed Al-Malik dan sejumlah ulama.

Berapa banyak peserta yang mengikuti kompetisi Al-Quran ini? Kompetisi ini diikuti oleh 83 hafiz, qari, dan mujawwid. Para peserta tersebut berasal dari 53 negara yang tersebar di lima benua dan akan berkompetisi selama tiga hari.

Apa saja kategori yang diperlombakan dalam penghargaan ini? Kompetisi terdiri dari dua bagian utama. Bagian pertama adalah hafalan lengkap Al-Quran disertai tartil dan tafsir, sedangkan bagian kedua adalah hafalan lima juz berturut-turut disertai tajwid dan kualitas pelafalan.