Saturday, September 19, 2026
Umum

Liga Islam Dunia apresiasi Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah

Liga Islam Dunia apresiasi Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah

Mekkah menjadi lokasi penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah antara Kerajaan Arab Saudi, Republik Turki, dan Republik Islam Pakistan.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 7 Agustus 2026, perjanjian ini ditandatangani oleh Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Republik Islam Pakistan Shehbaz Sharif.

Pertemuan tersebut berlangsung atas undangan Pelayan Dua Kota Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Sekretaris Jenderal Liga Islam Dunia, Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, menyatakan bahwa dokumen ini didasarkan pada ikatan persaudaraan dan solidaritas Islam.

Syekh Al-Issa menekankan bahwa perjanjian bertujuan memperkuat keamanan bersama serta memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di tingkat regional maupun internasional. Rilis tidak menyebutkan detail teknis atau poin spesifik dari isi perjanjian pertahanan tersebut.

Siapa saja pemimpin yang menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah? Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Republik Islam Pakistan Shehbaz Sharif. Pertemuan ini dilaksanakan atas undangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Mekkah.

Apa tujuan dari Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah menurut Liga Islam Dunia? Menurut Syekh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, perjanjian ini bertujuan memperkuat keamanan bersama serta memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di wilayah regional dan komunitas internasional. Dokumen ini didasarkan pada ikatan persaudaraan dan solidaritas Islam.

Kapan dan di mana pertemuan pertahanan bersama ini berlangsung? Pertemuan tersebut berlangsung di Mekkah pada 7 Agustus 2026 atau 24 Safar 1448 Hijriah. Agenda utama pertemuan ini adalah pelaksanaan KTT Pertahanan Bersama yang menghasilkan penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah.