Saturday, September 19, 2026
Pariwisata

Wisata Hiking Jelajahi Pegunungan dan Budaya Taif

Wisata Hiking Jelajahi Pegunungan dan Budaya Taif

Pegunungan Shafa di Taif menawarkan ruang eksplorasi bagi pecinta hiking dengan pemandangan pohon juniper kuno, tanaman aromatik, dan formasi batuan unik di antara puncak serta lembah yang dalam.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 9 Agustus 2026, aktivitas ini menggabungkan latihan fisik dengan penjelajahan jalur yang tidak biasa, mulai dari pendakian puncak hingga berjalan di kaki gunung dan melewati jalur sempit.

Kawasan Shafa menjadi destinasi populer karena lingkungan alamnya yang khas, termasuk keberadaan pohon akasia dan jalur pegunungan kuno yang telah digunakan penduduk setempat selama berabad-abad. Para pendaki dapat mengunjungi desa, pertanian, terasering, bangunan batu, serta jalan kuno untuk memahami hubungan antara manusia dan tanah.

Rute hiking mencakup wilayah Wadi Dhi Ghazal dan Wadi Khumas, di mana peserta berjalan menyusuri aliran sungai dan lereng gunung. Pemandangan berubah seiring perubahan ketinggian dan waktu, menyediakan titik istirahat untuk fotografi dan observasi vegetasi.

Pemandu hiking Kapten Adel Farik menjelaskan bahwa pemilihan rute bergantung pada kemampuan peserta, panjang dan tingkat kesulitan jalur, serta kondisi cuaca. Ia menekankan pentingnya persiapan matang, kepatuhan pada instruksi keselamatan, serta menjaga lingkungan dengan tidak merusak tanaman atau membuang sampah sembarangan.

Apa saja daya tarik alam yang ditemukan saat hiking di Taif? Wisatawan dapat menemukan pohon juniper kuno, pohon akasia, tanaman aromatik, serta formasi batuan unik. Pemandangan meliputi puncak gunung, lembah dalam, dan jalur pegunungan kuno di kawasan Shafa.

Lokasi spesifik mana saja yang dikunjungi oleh tim hiking? Tim hiking melakukan perjalanan ke wilayah Wadi Dhi Ghazal dan Wadi Khumas. Mereka berjalan menyusuri aliran sungai dan lereng gunung dengan panjang rute yang bervariasi.

Selain olahraga, apa yang dipelajari peserta selama perjalanan? Peserta mempelajari budaya dan sejarah lokal melalui kunjungan ke desa, pertanian, terasering, dan bangunan batu. Mereka juga mengenal legenda, adat istiadat, serta cara penduduk lokal memanfaatkan sumber daya alam.