Sekretaris Jenderal Liga Negara-negara Arab, Nabil Fahmy, mengutuk penggunaan kekuatan oleh Israel untuk memperluas kendali dan mengubah realitas di lapangan, terutama melalui target sipil dan infrastruktur.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 7 Agustus 2026, tindakan tersebut mencakup operasi militer dan pelanggaran di Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki, serta serangan berulang terhadap Lebanon dan Suriah yang melanggar kedaulatan dan integritas teritorial mereka.
Fahmy menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa arogansi Israel dan perluasan penggunaan kekuatan tidak akan membawa keamanan atau stabilitas bagi Israel, melainkan meningkatkan ketegangan, memperluas lingkaran konfrontasi, dan mengancam keamanan kawasan.
Ia menekankan perlunya menghormati kedaulatan negara-negara Arab, mengakhiri pendudukan wilayah Arab termasuk wilayah Palestina, serta mendirikan negara Palestina merdeka berdasarkan garis 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Apa kritik Nabil Fahmy terhadap Israel? Nabil Fahmy mengutuk penggunaan kekuatan Israel untuk memperluas kendali dan mengubah realitas lapangan melalui target sipil serta infrastruktur. Ia menyatakan arogansi Israel tidak akan membawa keamanan atau stabilitas, melainkan meningkatkan ketegangan dan mengancam keamanan kawasan.
Wilayah mana saja yang terdampak menurut pernyataan tersebut? Operasi militer dan pelanggaran terjadi di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki. Selain itu, terdapat serangan berulang terhadap Lebanon dan Suriah yang melanggar kedaulatan serta integritas teritorial kedua negara tersebut.
Apa solusi yang ditekankan oleh Sekjen Liga Arab? Fahmy menekankan penghentian serangan terhadap Lebanon dan Suriah serta pengakhiran pendudukan wilayah Arab. Ia menyerukan pendirian negara Palestina merdeka berdasarkan garis 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.