Thursday, September 24, 2026
Sains

Bintang Sirius Terlihat Kembali di Langit Rafha

Bintang Sirius Terlihat Kembali di Langit Rafha

Rafha menjadi lokasi pengamatan kemunculan heliakal bintang Sirius pada hari Rabu, yang menandai kemunculan pertama bintang tersebut di atas cakrawala timur di Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 6 Agustus 2026, fenomena ini terlihat pada awal fajar setelah absen selama sekitar 70 hari sejak kemunculan terakhirnya di langit barat.

Anggota AFAQ Society for Astronomy, Barjas Al-Fulaih, menjelaskan bahwa Sirius terdiri dari bintang besar yang dikelilingi oleh pendamping yang lebih kecil dan berjarak sekitar delapan tahun cahaya dari Bumi.

Al-Fulaih menambahkan bahwa Sirius memiliki tempat khusus dalam sastra Arab dan menginspirasi para penyair yang menyamakan kecemerlangannya dengan kilauan pedang serta binar mata.

Rilis tidak menyebutkan waktu tepat pengamatan atau jumlah orang yang menyaksikan fenomena tersebut.

Kapan bintang Sirius terlihat di Rafha? Bintang Sirius terlihat pada hari Rabu, 6 Agustus 2026, di langit Rafha, Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi. Fenomena kemunculan heliakal ini tampak pada awal fajar setelah tidak terlihat selama sekitar 70 hari sejak kemunculan terakhirnya di langit barat.

Apa karakteristik bintang Sirius menurut AFAQ Society for Astronomy? Barjas Al-Fulaih dari AFAQ Society for Astronomy menjelaskan bahwa Sirius terdiri dari satu bintang besar yang dikelilingi oleh bintang pendamping yang lebih kecil. Bintang ini berjarak sekitar delapan tahun cahaya dari Bumi, menjadikannya salah satu bintang terdekat dengan planet kita.

Apa makna bintang Sirius dalam tradisi Arab? Sirius dianggap sebagai penanda musiman dalam tradisi Arab yang menandai awal tahun surya yang terkait dengan bintang tersebut. Dalam sastra Arab, kecemerlangan Sirius sering menginspirasi para penyair yang menyamakannya dengan kilauan pedang serta binar mata.