Riyadh menjadi lokasi sidang Kabinet yang dipimpin oleh His Royal Highness Prince Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Crown Prince dan Perdana Menteri, pada hari Selasa.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 4 Maret 2025, Crown Prince menyampaikan rasa syukur atas datangnya bulan Ramadan dan menekankan kehormatan Kerajaan dalam melayani Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta merawat para pengunjung.
Crown Prince menginformasikan isi pesan yang diterima oleh Custodian of the Two Holy Mosques King Salman bin Abdulaziz Al Saud dan dirinya dari Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev serta Presiden Uni Komoro Azali Assoumani.
Sidang tersebut juga membahas hasil diskusi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun mengenai peningkatan hubungan Saudi-Lebanon di berbagai bidang, perkembangan terbaru di Lebanon dan kawasan, serta upaya penanganannya.
Menteri Media Salman bin Yousef Al-Dossary menyatakan bahwa Kabinet menekankan pentingnya pernyataan bersama Saudi Arabia dan Lebanon terkait implementasi penuh Perjanjian Taif, penerapan resolusi internasional, kedaulatan negara atas seluruh wilayah Lebanon, kepemilikan senjata eksklusif oleh negara Lebanon, peran nasional tentara Lebanon, dan penarikan pasukan pendudukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon.
Kabinet juga menegaskan dukungan penuh terhadap resolusi KTT Arab Luar Biasa atau Summit for Palestine. Rilis tidak merinci isi pesan dari Azerbaijan dan Uni Komoro.
Apa fokus utama Crown Prince terkait bulan Ramadan? Crown Prince menekankan kehormatan Kerajaan Saudi Arabia dalam melayani Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Beliau menegaskan komitmen untuk mengerahkan segala upaya dan kemampuan guna memastikan kenyamanan pengunjung sejak kedatangan hingga kepulangan mereka.
Siapa saja pemimpin asing yang mengirim pesan kepada Raja Salman dan Crown Prince? Crown Prince menginformasikan kepada Kabinet mengenai pesan yang diterima dari Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Presiden Uni Komoro Azali Assoumani. Namun, isi detail dari pesan-pesan tersebut tidak disebutkan dalam rilis SPA.
Apa poin penting dalam hubungan Saudi Arabia dan Lebanon yang dibahas? Kabinet menekankan implementasi penuh Perjanjian Taif dan kedaulatan negara atas seluruh wilayah Lebanon. Poin lainnya mencakup kepemilikan senjata eksklusif oleh negara Lebanon, peran nasional tentara Lebanon, serta penarikan pasukan pendudukan Israel.