Sunday, September 27, 2026
Ekonomi

Pendapatan Saudi Electricity Company naik 18% jadi SAR88,7 miliar pada 2024

Pendapatan Saudi Electricity Company naik 18% jadi SAR88,7 miliar pada 2024

Saudi Electricity Company (SEC) mencatat total pendapatan operasional sebesar SAR88,7 miliar pada 2024, meningkat 18% dari SAR75,3 miliar pada tahun sebelumnya.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 5 Maret 2025, pertumbuhan ini dipicu oleh permintaan listrik yang berkelanjutan, peningkatan pembangkitan listrik, perluasan basis aset teregulasi, serta pengembalian biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) yang lebih tinggi. Pendapatan dari pengembangan dan manajemen proyek, termasuk pembangunan pembangkit listrik dan jalur transmisi untuk klien, turut berkontribusi.

SEC melaporkan laba bersih sebesar SAR6,9 miliar untuk 2024, turun dari SAR10,2 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh biaya satu kali sebesar SAR5,7 miliar untuk penyelesaian akhir sengketa jumlah bahan bakar, harga, biaya penanganan, dan tarif listrik historis.

Tanpa biaya non-berulang tersebut, laba bersih yang disesuaikan mencapai SAR12,1 miliar, naik 8,9% dari SAR11,1 miliar pada 2023. Peningkatan ini didorong oleh perluasan basis aset teregulasi sebesar 10% menjadi SAR231 miliar, efisiensi operasional, biaya pemeliharaan yang lebih rendah, serta peningkatan pendapatan dari pembangkit listrik independen.

Acting CEO SEC Eng. Khalid Al-Ghamdi menyatakan perusahaan telah mencapai rekor pendapatan dan melaksanakan investasi modal terbesar dalam sejarah SEC. Rilis tidak merinci jumlah total investasi modal tersebut.

Berapa pendapatan operasional SEC pada 2024? Total pendapatan operasional Saudi Electricity Company (SEC) pada 2024 adalah SAR88,7 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 18% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai SAR75,3 miliar.

Mengapa laba bersih SEC mengalami penurunan pada 2024? Laba bersih turun menjadi SAR6,9 miliar dari SAR10,2 miliar karena adanya biaya satu kali sebesar SAR5,7 miliar. Biaya tersebut digunakan untuk penyelesaian akhir sengketa historis terkait jumlah bahan bakar, harga, biaya penanganan, dan tarif listrik.

Berapa laba bersih yang disesuaikan milik SEC? Laba bersih yang disesuaikan, tanpa menghitung biaya non-berulang, adalah SAR12,1 miliar. Jumlah ini naik 8,9% dari laba bersih yang disesuaikan tahun 2023 sebesar SAR11,1 miliar.

Apa faktor pendorong pertumbuhan laba bersih yang disesuaikan? Pertumbuhan didorong oleh perluasan basis aset teregulasi sebesar 10% menjadi SAR231 miliar dan peningkatan pendapatan pembangkitan listrik. Faktor lain meliputi efisiensi operasional, penurunan biaya pemeliharaan, serta peningkatan pendapatan dari pembangkit listrik independen.