Serpihan misil balistik yang diluncurkan milisi Houthi melukai seorang warga ekspatriat dan merusak sebuah musala serta sejumlah kendaraan sipil di Ahad Rafidah, Wilayah Aseer.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil menyatakan timnya di Ahad Rafidah merespons pada Jumat, 2 Oktober, atas jatuhnya serpihan misil balistik yang diluncurkan milisi Houthi setelah dicegat dan dihancurkan.
Serpihan yang jatuh melukai seorang warga ekspatriat berkebangsaan Asia dan menyebabkan kerusakan material pada sebuah ruang salat di dalam bangunan, serta beberapa kendaraan sipil.
Prosedur darurat yang disetujui untuk insiden semacam itu langsung diterapkan di lokasi kejadian.
Laporan SPA menyebutkan insiden terjadi pada Jumat, 2 Oktober, dan pernyataan Pertahanan Sipil dirilis dari Riyadh pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Tim Pertahanan Sipil bergerak ke lokasi setelah serpihan dilaporkan jatuh di kawasan Ahad Rafidah.
Dalam pernyataannya, Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil menegaskan bahwa langkah-langkah darurat yang berlaku untuk insiden semacam itu langsung dijalankan di lokasi. Langkah tersebut mencakup penanganan di tempat kejadian begitu serpihan dilaporkan jatuh.
Kerusakan yang tercatat dalam laporan meliputi sebuah ruang salat di dalam bangunan dan sejumlah kendaraan sipil. Seorang warga ekspatriat berkebangsaan Asia menjadi korban luka dalam insiden tersebut.
Laporan SPA tidak menyebutkan jumlah kendaraan yang rusak, tingkat keparahan luka korban, atau kondisi korban setelah penanganan. Laporan juga tidak merinci lokasi persis jatuhnya serpihan di Ahad Rafidah, waktu kejadian selain hari Jumat, 2 Oktober, maupun jenis misil yang diluncurkan.
Pertahanan Sipil menyebut misil tersebut sebagai misil balistik yang diluncurkan milisi Houthi, dan bahwa serpihan jatuh setelah misil dicegat dan dihancurkan. Laporan tidak menyebutkan pihak yang melakukan pencegatan maupun sistem yang digunakan.
Insiden ini menambah catatan insiden serupa di wilayah Aseer dan sekitarnya, di mana serpihan dari misil yang dicegat dilaporkan jatuh di kawasan permukiman. Namun laporan SPA kali ini hanya mencakup insiden di Ahad Rafidah pada Jumat, 2 Oktober.
Pernyataan Pertahanan Sipil dirilis dari Riyadh dan diberi waktu 01.30 waktu setempat atau 22.30 GMT pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Laporan diberi kode 0004.
Warga ekspatriat yang terluka disebut berkebangsaan Asia, tanpa menyebutkan negara asal secara spesifik. Kerusakan pada ruang salat berada di dalam sebuah bangunan, sementara kendaraan yang rusak disebut sebagai kendaraan sipil.
Pertahanan Sipil menyatakan prosedur darurat yang disetujui untuk insiden semacam itu langsung diterapkan di lokasi. Laporan tidak merinci bentuk prosedur tersebut, jumlah personel yang dikerahkan, atau durasi penanganan di lokasi.
Laporan SPA tidak menyebutkan apakah ada korban lain selain warga ekspatriat tersebut, apakah ada kerusakan pada bangunan lain di sekitar lokasi, atau apakah ada evakuasi warga. Laporan juga tidak menyebutkan apakah ada penyelidikan lanjutan atau pernyataan dari pihak lain.
Hingga laporan ini ditulis, tidak ada informasi tambahan dari SPA mengenai perkembangan kondisi korban, jumlah kerugian material, atau tindak lanjut setelah prosedur darurat diterapkan di lokasi kejadian.
Apa yang terjadi di Ahad Rafidah? Pertahanan Sipil menyatakan serpihan dari misil balistik yang diluncurkan milisi Houthi jatuh di Ahad Rafidah, Wilayah Aseer, pada Jumat, 2 Oktober. Serpihan itu jatuh setelah misil dicegat dan dihancurkan. Insiden tersebut melukai seorang warga ekspatriat berkebangsaan Asia dan menyebabkan kerusakan material pada sebuah ruang salat di dalam bangunan serta beberapa kendaraan sipil. Prosedur darurat yang disetujui untuk insiden semacam itu langsung diterapkan di lokasi.
Siapa yang menjadi korban dalam insiden ini? Laporan SPA menyebutkan korban luka adalah seorang warga ekspatriat berkebangsaan Asia. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai negara asal, usia, atau kondisi korban setelah penanganan. Selain korban luka tersebut, laporan hanya menyebutkan kerusakan material pada sebuah ruang salat di dalam bangunan dan beberapa kendaraan sipil. Laporan tidak menyebutkan adanya korban lain atau evakuasi warga di sekitar lokasi kejadian.
Apa peran Pertahanan Sipil dalam insiden ini? Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil menyatakan timnya di Ahad Rafidah merespons jatuhnya serpihan misil pada Jumat, 2 Oktober. Prosedur darurat yang disetujui untuk insiden semacam itu langsung diterapkan di lokasi. Laporan tidak merinci bentuk prosedur tersebut, jumlah personel yang dikerahkan, atau durasi penanganan. Pernyataan Pertahanan Sipil dirilis dari Riyadh pada Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 01.30 waktu setempat atau 22.30 GMT.
Kerusakan apa yang tercatat akibat insiden ini? Menurut laporan SPA, serpihan misil menyebabkan kerusakan material pada sebuah ruang salat di dalam bangunan dan beberapa kendaraan sipil. Laporan tidak menyebutkan jumlah kendaraan yang rusak atau perkiraan nilai kerugian. Laporan juga tidak merinci lokasi persis jatuhnya serpihan di Ahad Rafidah maupun apakah ada bangunan lain yang terdampak. Pertahanan Sipil menyatakan prosedur darurat langsung diterapkan di lokasi setelah serpihan dilaporkan jatuh.
Apa yang tidak disebutkan dalam laporan SPA? Laporan SPA tidak menyebutkan jumlah kendaraan yang rusak, tingkat keparahan luka korban, atau kondisi korban setelah penanganan. Laporan juga tidak merinci lokasi persis jatuhnya serpihan, waktu kejadian selain hari Jumat, 2 Oktober, jenis misil yang diluncurkan, pihak yang melakukan pencegatan, maupun sistem yang digunakan. Tidak ada informasi soal penyelidikan lanjutan, evakuasi warga, atau pernyataan dari pihak lain.
Kapan dan dari mana pernyataan Pertahanan Sipil dirilis? Pernyataan Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil dirilis dari Riyadh pada Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 01.30 waktu setempat atau 22.30 GMT. Laporan SPA tersebut diberi kode 0004. Insiden yang dilaporkan terjadi pada Jumat, 2 Oktober, ketika tim Pertahanan Sipil di Ahad Rafidah merespons jatuhnya serpihan misil balistik yang diluncurkan milisi Houthi setelah dicegat dan dihancurkan.





