Tuesday, November 3, 2026
Berita KSA

Raja Salman undang Raja Bahrain ke KTT GCC-Uni Eropa kedua

Raja Salman undang Raja Bahrain ke KTT GCC-Uni Eropa kedua

Duta Besar Arab Saudi untuk Bahrain Naif bin Bandar Al-Sudairi menyerahkan pesan tertulis dari Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud kepada Raja Hamad bin Isa Al Khalifa dari Kerajaan Bahrain pada 28 September 2026. Pesan itu berisi undangan kepada Raja Bahrain untuk berpartisipasi dalam KTT GCC-Uni Eropa kedua, yang akan menjadi tuan rumah Arab Saudi pada Oktober. Penyerahan pesan berlangsung dalam pertemuan di Istana Al-Sakhir, Manama.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, undangan ini menempatkan Bahrain dalam daftar tamu kepala negara Teluk yang diharapkan hadir pada pertemuan puncak antara negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dan Uni Eropa tersebut. Arab Saudi sendiri yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT itu pada Oktober, tanpa disebutkan secara rinci tanggal maupun lokasinya dalam laporan SPA.

Dalam pertemuan di Istana Al-Sakhir itu, Raja Hamad bin Isa menyampaikan penghargaan kepada Penjaga Dua Masjid Suci atas undangan tersebut. Ia memuji hubungan persaudaraan yang mendalam dan berakar kuat yang mengikat kedua kerajaan, serta menegaskan komitmen untuk memajukannya di semua tingkatan demi kepentingan kedua rakyat bersaudara. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Raja Bahrain dalam pertemuan dengan duta besar Saudi.

Raja Bahrain juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas upaya Penjaga Dua Masjid Suci dalam memperkuat hubungan Saudi-Bahrain. Ia memuji peran Arab Saudi dalam memajukan aksi bersama Teluk. Ia mendoakan agar KTT GCC-Uni Eropa sukses dalam memperkuat kemitraan erat dan memperdalam kerja sama kokoh yang telah lama terjalin antara negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dan Uni Eropa, demi kepentingan bersama mereka.

Pertemuan di Istana Al-Sakhir menjadi saluran diplomatik resmi penyampaian undangan tingkat kepala negara. Penyerahan pesan oleh duta besar Saudi kepada raja Bahrain menunjukkan mekanisme yang digunakan Riyadh untuk mengundang para pemimpin Teluk secara langsung melalui perwakilan diplomatiknya di masing-masing negara. Nama Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud tercatat sebagai pengirim pesan, sementara Raja Hamad bin Isa Al Khalifa sebagai penerima.

Bahrain merupakan salah satu anggota Dewan Kerja Sama Teluk, bersama Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. KTT GCC-Uni Eropa kedua ini disebut sebagai kelanjutan dari pertemuan puncak antara kedua blok tersebut, dengan Arab Saudi sebagai tuan rumah pada Oktober. Dalam laporan SPA, tidak disebutkan daftar lengkap peserta, agenda spesifik, maupun hasil yang diharapkan dari KTT tersebut.

Hubungan Saudi-Bahrain digambarkan dalam pernyataan Raja Bahrain sebagai ikatan persaudaraan yang mendalam dan berakar kuat. Ia menegaskan komitmen untuk memajukan hubungan itu di semua tingkatan. Pernyataan tersebut mencerminkan kedekatan kedua kerajaan yang berbagi kepentingan di kawasan Teluk dan dalam kerja sama dengan Uni Eropa.

Peran Arab Saudi dalam memajukan aksi bersama Teluk juga menjadi sorotan dalam pertemuan itu. Raja Bahrain memuji upaya tersebut, sejalan dengan posisi Riyadh sebagai tuan rumah KTT GCC-Uni Eropa kedua. Dukungan Bahrain terhadap suksesnya KTT itu disampaikan langsung oleh Raja Hamad bin Isa dalam pertemuan dengan Duta Besar Naif bin Bandar Al-Sudairi.

KTT GCC-Uni Eropa kedua disebut akan memperkuat kemitraan erat antara negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dan Uni Eropa. Raja Bahrain berharap pertemuan itu memperdalam kerja sama yang telah lama terjalin antara kedua pihak. Harapan itu disampaikan dalam konteks kepentingan bersama yang ingin dicapai melalui pertemuan puncak tersebut.

Laporan SPA tidak menyebutkan tanggal pasti KTT pada Oktober, lokasi penyelenggaraan, jumlah delegasi, maupun agenda pembahasan. Tidak ada pula rincian mengenai isi lengkap pesan tertulis Raja Salman selain undangan untuk berpartisipasi. SPA juga tidak menyebutkan apakah undangan serupa telah dikirim ke pemimpin Teluk lainnya.

Pertemuan di Istana Al-Sakhir berlangsung pada 28 September 2026, sebagaimana tercatat dalam laporan SPA dari Manama. Waktu penyampaian pesan itu tercatat pukul 20.54 waktu setempat atau 17.54 GMT. Penyerahan pesan oleh duta besar Saudi menjadi bagian dari rangkaian diplomasi menjelang KTT yang akan digelar bulan berikutnya.

Dengan undangan ini, Bahrain menjadi salah satu negara yang dipastikan menerima undangan resmi untuk hadir di KTT GCC-Uni Eropa kedua. Arab Saudi sebagai tuan rumah akan menyelenggarakan pertemuan puncak itu pada Oktober. SPA tidak merinci lebih lanjut mengenai persiapan maupun susunan acara KTT tersebut.

Siapa yang menyampaikan undangan Raja Salman kepada Raja Bahrain? Duta Besar Arab Saudi untuk Bahrain Naif bin Bandar Al-Sudairi yang menyerahkan pesan tertulis berisi undangan itu. Penyerahan berlangsung dalam pertemuan dengan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa di Istana Al-Sakhir, Manama, pada 28 September 2026. Pesan itu berisi undangan untuk berpartisipasi dalam KTT GCC-Uni Eropa kedua yang akan menjadi tuan rumah Arab Saudi pada Oktober.

Apa isi pesan Raja Salman kepada Raja Bahrain? Pesan itu berisi undangan kepada Raja Hamad bin Isa Al Khalifa untuk berpartisipasi dalam KTT GCC-Uni Eropa kedua yang akan digelar Arab Saudi pada Oktober. SPA tidak merinci isi lengkap pesan selain undangan tersebut. Penyerahan pesan dilakukan langsung oleh duta besar Saudi di Istana Al-Sakhir, Manama, pada 28 September 2026.

Bagaimana tanggapan Raja Bahrain atas undangan tersebut? Raja Hamad bin Isa menyampaikan penghargaan kepada Penjaga Dua Masjid Suci atas undangan itu. Ia memuji hubungan persaudaraan yang mendalam dan berakar kuat antara kedua kerajaan serta menegaskan komitmen memajukannya di semua tingkatan. Ia juga berterima kasih atas upaya Raja Salman memperkuat hubungan Saudi-Bahrain dan memuji peran Arab Saudi dalam aksi bersama Teluk.

Apa harapan Raja Bahrain terhadap KTT GCC-Uni Eropa kedua? Raja Hamad bin Isa mendoakan agar KTT GCC-Uni Eropa sukses dalam memperkuat kemitraan erat dan memperdalam kerja sama kokoh yang telah lama terjalin antara negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dan Uni Eropa. Harapan itu disampaikan demi kepentingan bersama kedua pihak. Ia juga memuji peran Arab Saudi dalam memajukan aksi bersama Teluk menjelang KTT tersebut.

Di mana dan kapan pertemuan penyerahan undangan berlangsung? Pertemuan berlangsung di Istana Al-Sakhir, Manama, pada 28 September 2026. Duta Besar Saudi Naif bin Bandar Al-Sudairi menyerahkan pesan Raja Salman kepada Raja Hamad bin Isa dalam pertemuan itu. SPA mencatat waktu penyampaian pada 20.54 waktu setempat atau 17.54 GMT.

Apa yang tidak disebutkan SPA tentang KTT GCC-Uni Eropa kedua? SPA tidak menyebutkan tanggal pasti KTT pada Oktober, lokasi penyelenggaraan, jumlah delegasi, maupun agenda pembahasan. Tidak ada rincian mengenai isi lengkap pesan Raja Salman selain undangan untuk berpartisipasi. SPA juga tidak menyebutkan apakah undangan serupa telah dikirim kepada pemimpin Teluk lainnya.