Monday, September 7, 2026
Budaya

Musim Al-Klebein dimulai dengan puncak panas musim panas dan panen kurma

Musim Al-Klebein dimulai dengan puncak panas musim panas dan panen kurma

Abha menjadi titik awal musim Al-Klebein yang berlangsung selama 13 hari sebagai bagian dari kalender pertanian tradisional.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 13 Agustus 2026, periode ini merupakan salah satu tahap musim ikonik yang secara historis dikaitkan dengan pengamatan bintang untuk menentukan periode tahun, fase cuaca, dan pematangan buah.

Dalam warisan populer, Al-Klebein merujuk pada dua bintang yang saling berdekatan dan terkait dengan kediaman astronomi Al-Nathrah. Periode ini terjadi pada tahap lanjut musim panas, tepat sebelum munculnya tanda Suhail, dan menjadi salah satu fase terpanas di musim panas.

Musim ini bertepatan dengan tahap lanjut pematangan kurma di berbagai wilayah Kerajaan, mencakup tahap pewarnaan, pematangan, dan panen yang waktunya bervariasi tergantung varietas, wilayah geografis, dan kondisi iklim. Di wilayah Aseer, aktivitas pertanian meliputi pemeliharaan gandum, jelai, jagung, serta buah dan sayuran musim panas karena keragaman ketinggian dan mikroklimat.

Musim Al-Klebein akan berlangsung hingga 23 Agustus sebelum diikuti oleh masuknya Suhail menurut kalender tradisional. Rilis tidak menyebutkan detail suhu spesifik atau volume panen kurma.

Apa itu musim Al-Klebein? Al-Klebein adalah musim selama 13 hari dalam kalender pertanian yang merujuk pada dua bintang yang saling berdekatan dan terkait dengan kediaman astronomi Al-Nathrah. Musim ini digunakan secara historis oleh petani sebagai penanda waktu untuk mengatur pekerjaan, memantau perkembangan tanaman, dan mengantisipasi perubahan cuaca.

Kapan musim Al-Klebein berakhir? Musim Al-Klebein berlangsung hingga 23 Agustus. Setelah periode ini berakhir, kalender tradisional menandai masuknya Suhail yang secara historis dikaitkan dengan pendinginan cuaca secara bertahap.

Bagaimana pengaruh musim ini terhadap pertanian di Arab Saudi? Periode ini bertepatan dengan fase lanjut pematangan kurma, termasuk tahap pewarnaan dan panen di berbagai wilayah Kerajaan. Di wilayah Aseer, aktivitas pertanian mencakup pemeliharaan tanaman lokal seperti gandum, jelai, jagung, serta buah dan sayuran musim panas.