Sebanyak 5.287 ranjau dan bahan peledak berhasil dijinakkan di berbagai wilayah Yaman pada minggu pertama Agustus 2026 oleh proyek Masam.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 10 Agustus 2026, operasi ini dilakukan oleh proyek Masam yang berafiliasi dengan Pusat Bantuan dan Koordinasi Kemanusiaan Raja Salman. Temuan tersebut terdiri dari 24 ranjau antipersonel, 69 ranjau antitank, 5.151 amunisi yang tidak meledak, dan 43 bom rakitan.
Tim Masam melakukan operasi pembersihan di kota Aden, Al-Dhale, Hadramout, Hajjah, Lahj, Marib, dan Taiz. Jumlah tertinggi tercatat di Marib dengan penjinakan 12 ranjau antipersonel, 10 ranjau antitank, 4.403 amunisi yang tidak meledak, dan 29 bom rakitan.
Total ranjau dan bahan peledak yang dijinakkan sejak awal proyek Masam mencapai 583.513 unit. Arab Saudi melalui Pusat Bantuan dan Koordinasi Kemanusiaan Raja Salman melanjutkan upaya pembersihan lahan di Yaman untuk keamanan warga sipil. Rilis tidak menyebutkan jumlah personel yang dikerahkan.
Berapa jumlah bahan peledak yang dijinakkan pada awal Agustus 2026? Pada minggu pertama Agustus 2026, proyek Masam menjinakkan 5.287 ranjau dan bahan peledak. Jumlah ini mencakup 24 ranjau antipersonel, 69 ranjau antitank, 5.151 amunisi yang tidak meledak, dan 43 bom rakitan.
Wilayah mana yang mencatat jumlah penjinakan tertinggi? Wilayah Marib mencatat jumlah tertinggi dengan penjinakan 12 ranjau antipersonel, 10 ranjau antitank, 4.403 amunisi yang tidak meledak, dan 29 bom rakitan. Operasi juga dilakukan di Aden, Al-Dhale, Hadramout, Hajjah, Lahj, dan Taiz.
Berapa total ranjau yang telah dijinakkan sejak awal proyek? Sejak awal proyek Masam dimulai, total ranjau dan bahan peledak yang berhasil dijinakkan telah mencapai 583.513 unit. Upaya ini dilakukan oleh Pusat Bantuan dan Koordinasi Kemanusiaan Raja Salman untuk melindungi warga sipil di Yaman.