Astana, Kazakhstan menjadi lokasi Tim Nasional Kecerdasan Buatan (AI) Arab Saudi meraih tiga penghargaan internasional dalam International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2026 yang berlangsung 2 hingga 8 Agustus.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 7 Agustus 2026, kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari 108 negara. Tim tersebut beroperasi di bawah King Abdulaziz and his Companions Foundation for Giftedness and Creativity (Mawhiba) dengan partisipasi strategis dari Kementerian Pendidikan dan KAUST Academy.
Yousef Fareed Al-Khalawi dari Departemen Pendidikan Jeddah memenangkan medali perak. Sementara itu, Ali Ayman Al-Khabbaz dari Departemen Pendidikan Wilayah Timur dan Qusai Imad Jadallah dari Departemen Pendidikan Jeddah masing-masing meraih medali perunggu.
Pencapaian ini membawa total perolehan Arab Saudi di IOAI menjadi tujuh medali, yang terdiri dari satu medali perak dan enam medali perunggu. Hasil ini diperoleh melalui program persiapan khusus Mawhiba dan Kementerian Pendidikan yang mencakup kursus intensif konsep serta aplikasi AI oleh para profesor dan spesialis.
IOAI merupakan kompetisi global bagi siswa sekolah menengah untuk mengembangkan keterampilan machine learning, analisis data, algoritma, dan pemrograman. Rilis tidak menyebutkan skor spesifik atau peringkat akhir tim secara keseluruhan.
Siapa saja pemenang medali dari Arab Saudi di IOAI 2026? Yousef Fareed Al-Khalawi dari Departemen Pendidikan Jeddah meraih medali perak. Ali Ayman Al-Khabbaz dari Departemen Pendidikan Wilayah Timur dan Qusai Imad Jadallah dari Departemen Pendidikan Jeddah masing-masing memperoleh medali perunggu.
Berapa total medali yang telah dikumpulkan Arab Saudi di IOAI? Total penghargaan Arab Saudi di International Olympiad in Artificial Intelligence kini mencapai tujuh medali. Koleksi tersebut terdiri dari satu medali perak dan enam medali perunggu.
Lembaga mana yang mendukung Tim Nasional AI Saudi? Tim ini berada di bawah King Abdulaziz and his Companions Foundation for Giftedness and Creativity (Mawhiba). Mereka mendapat dukungan strategis dari Kementerian Pendidikan dan KAUST Academy.