Arab Saudi menempati posisi teratas dalam Olimpiade Internasional Ilmu Nuklir (INSO 2026) edisi ketiga dengan meraih peringkat pertama, gelar Duta Ilmu Nuklir, serta empat medali internasional.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 8 Agustus 2026, pencapaian tersebut terdiri dari dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Amjad Mahmoud Issa Al-Darwish meraih peringkat pertama dan medali emas dengan skor tertinggi pada ujian teori dan praktik, sekaligus menyandang gelar Duta Ilmu Nuklir.
Jana Saleh Abdullah Al-Subail memenangkan medali emas dan penghargaan siswa perempuan terbaik dari Badan Energi Atom Internasional. Abdulaziz Abdulmohsen Al-Shurait memperoleh medali perak, sementara Saleh Mubarak Dhaifallah Al-Harbi meraih medali perunggu.
Sekretaris Jenderal Yayasan King Abdulaziz and his Companions for Giftedness and Creativity (Mawhiba), Abdulaziz bin Saleh Al-Kuraidies, menyampaikan selamat atas hasil ini kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Al-Kuraidies mengapresiasi kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kota Raja Abdullah untuk Energi Atom dan Terbarukan, serta Universitas King Abdulaziz. Rilis tidak merinci jumlah total peserta dari negara lain.
Siapa saja siswa Saudi yang meraih medali di INSO 2026? Amjad Mahmoud Issa Al-Darwish meraih medali emas dan gelar Duta Ilmu Nuklir. Jana Saleh Abdullah Al-Subail meraih medali emas dan penghargaan siswa perempuan terbaik dari Badan Energi Atom Internasional, Abdulaziz Abdulmohsen Al-Shurait meraih perak, dan Saleh Mubarak Dhaifallah Al-Harbi meraih perunggu.
Apa saja pencapaian total Arab Saudi dalam ajang tersebut? Arab Saudi menempati posisi teratas dengan peringkat pertama dan gelar Duta Ilmu Nuklir. Secara total, tim Saudi mengumpulkan empat medali internasional yang terdiri dari dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
Lembaga mana saja yang mendukung keberhasilan tim Saudi? Keberhasilan ini didukung oleh Mawhiba melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Selain itu, terdapat partisipasi dari Kota Raja Abdullah untuk Energi Atom dan Terbarukan serta Universitas King Abdulaziz.