Sunday, September 27, 2026
Budaya

Ruang Seni AlMidhallah Hadirkan Konsep Taman Islam di Islamic Arts Biennale

Ruang Seni AlMidhallah Hadirkan Konsep Taman Islam di Islamic Arts Biennale

Terminal Haji Barat Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah menjadi lokasi bagian AlMidhallah (the Canopy) dalam edisi kedua Islamic Arts Biennale yang mengusung tema “And All that Is in Between”.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 6 Maret 2025, bagian AlMidhallah menyajikan jendela kreatif mengenai konsep taman dalam peradaban Islam melalui sekitar 20 karya seni modern yang dipesan oleh Diriyah Biennale Foundation.

Karya seni tersebut ditempatkan di area luar ruangan di bawah kanopi runcing yang terinspirasi bentuk tenda Arab. Penataan karya seni terbagi dalam empat kuadran tematik yang terinspirasi dari charbagh, yaitu tata letak taman tradisional Islam dengan empat bagian yang dipisahkan oleh saluran air.

Keempat kuadran tersebut dirancang untuk menginspirasi refleksi, pembelajaran, kontemplasi, dan pertemuan sosial, dimulai dari introspeksi individu hingga pengalaman kolektif. Pengalaman AlMidhallah menyoroti tumpang tindih antara seni dan alam serta isu lingkungan dan sosial kontemporer melalui hubungan manusia dengan lingkungan sekitar.

Di mana lokasi pameran AlMidhallah berlangsung? Pameran AlMidhallah berlangsung di Terminal Haji Barat Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Area ini merupakan bagian dari edisi kedua Islamic Arts Biennale yang mengusung tema “And All that Is in Between”.

Apa inspirasi di balik tata letak karya seni AlMidhallah? Tata letak karya seni terinspirasi dari charbagh, yaitu desain taman tradisional Islam yang membagi area menjadi empat bagian melalui saluran air. Karya seni tersebut terbagi dalam empat kuadran tematik untuk refleksi, pembelajaran, kontemplasi, dan pertemuan sosial.

Berapa banyak karya seni yang ditampilkan di bagian AlMidhallah? Terdapat sekitar 20 karya seni modern yang dipesan oleh Diriyah Biennale Foundation. Karya-karya ini ditempatkan di bawah kanopi runcing yang terinspirasi dari bentuk tenda Arab untuk mengharmonisasikan seni kontemporer dengan arsitektur Islam.