Turaif menjalankan tradisi tembakan meriam Ramadan sebagai simbol adat dan ritual lama untuk menandai kedatangan bulan suci Ramadan.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 7 Maret 2025, praktik ini digunakan untuk mengumumkan waktu Iftar dan Suhoor selama puluhan tahun, terutama sebelum penggunaan alat komunikasi modern.
Sejarawan Mamdouh Al-Khamsan menjelaskan bahwa personel keamanan ditugaskan untuk merawat dan membersihkan meriam sepanjang bulan suci. Meriam ditembakkan saat Iftar, sebelum Suhoor, dan pada waktu Imsak sebelum salat Fajr.
Proses penembakan melibatkan penggunaan karung kain yang dipotong dan bubuk mesiu yang dimasukkan ke dalam tabung meriam, lalu disegel rapat dengan kain. Penanggung jawab meriam menunggu azan dari muazin masjid sebelum menyalakan sumbu yang menghasilkan ledakan keras di seluruh distrik.
Apa fungsi meriam Ramadan di Turaif? Meriam Ramadan berfungsi sebagai simbol adat untuk mengumumkan waktu Iftar dan Suhoor selama bulan suci. Tradisi ini telah berlangsung selama puluhan tahun sebelum alat komunikasi modern digunakan untuk menginformasikan periode puasa.
Kapan saja meriam tersebut ditembakkan? Meriam ditembakkan pada tiga waktu utama, yaitu saat Iftar, sesaat sebelum Suhoor, dan pada waktu Imsak sebelum salat Fajr. Personel keamanan bertanggung jawab menjaga dan membersihkan meriam tersebut sepanjang bulan suci.
Bagaimana proses teknis penembakan meriam tersebut? Prosesnya melibatkan pemotongan karung kain dan pengisian bubuk mesiu ke dalam tabung meriam yang kemudian disegel rapat dengan kain. Sumbu dinyalakan setelah muazin masjid mengumandangkan azan, menghasilkan ledakan yang terdengar di seluruh distrik.