Otoritas Zakat, Pajak dan Bea Cukai (ZATCA) mencatat 1.051 penyitaan barang selundupan di pelabuhan darat, laut, dan udara selama sepekan terakhir. Angka itu diumumkan pada 17 Oktober 2026 dari Riyadh.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, penyitaan tersebut mencakup 26 jenis narkotika, di antaranya hashish, kokain, heroin, kristal met (shabu), dan pil amfetamin. Selain narkotika, petugas menyita 253 jenis barang terlarang lainnya, 770 kiriman tembakau dan produk tembakau, serta 15 kasus pengangkutan mata uang secara ilegal.
Rincian itu memperlihatkan bahwa barang selundupan yang dibongkar tidak tunggal jenisnya. Ada narkotika, ada barang terlarang non-narkotika, ada tembakau, dan ada uang yang dipindahkan tanpa jalur resmi. Bagaimana satu pekan bisa memuat begitu banyak jenis pelanggaran sekaligus? Angka 1.051 penyitaan menunjukkan bahwa tekanan terhadap jalur masuk dan keluar Kerajaan datang dari banyak arah, bukan hanya dari satu komoditas.
ZATCA menegaskan kembali komitmennya menjalankan pengawasan bea cukai yang ketat atas impor dan ekspor Kerajaan, dengan koordinasi bersama entitas mitra. Pernyataan itu disampaikan tanpa menyebut jumlah personel, lokasi pelabuhan tertentu, atau nilai barang yang disita. Apakah pengawasan seketat ini cukup untuk menutup semua celah di pelabuhan darat, laut, dan udara? SPA tidak merinci pelabuhan mana yang mencatat penyitaan terbanyak.
Dari 1.051 kasus, narkotika muncul dalam 26 jenis. Hashish, kokain, heroin, shabu, dan pil amfetamin disebut satu per satu. Penyebutan jenis-jenis itu penting karena masing-masing punya pola penyelundupan yang berbeda. Ada yang disisipkan ke kiriman barang, ada yang dibawa penumpang, ada yang dikirim lewat paket. Mengapa narkotika tetap menjadi bagian tetap dari daftar sitaan meski pengawasan diperketat? Jawabannya tidak ada dalam rilis ZATCA.
Selain narkotika, ada 253 jenis barang terlarang lain. Kategori ini luas dan tidak dirinci satu per satu oleh ZATCA. Yang jelas, jumlah jenisnya jauh lebih banyak daripada jenis narkotika yang tercatat. Artinya, barang terlarang yang disita tidak hanya soal obat-obatan. Apakah publik menyadari bahwa daftar barang terlarang bisa mencapai ratusan jenis? Rilis itu tidak menyebutkan contoh barangnya.
Tembakau menempati porsi besar tersendiri: 770 kiriman tembakau dan produk tembakau. Angka itu hampir tiga per empat dari total 1.051 penyitaan. Mengapa tembakau mendominasi sitaan pekan itu? SPA tidak menjelaskan apakah lonjakan itu terkait permintaan pasar, harga, atau pola pengiriman tertentu. Yang tercatat hanya jumlah kiriman yang berhasil dihentikan.
Ada pula 15 kasus pengangkutan mata uang secara ilegal. Jumlahnya paling kecil di antara kategori yang disebut, tetapi jenis pelanggarannya berbeda dari barang. Ini soal uang yang dipindahkan tanpa jalur resmi. Bagaimana uang sebesar apa pun bisa bergerak tanpa terdeteksi sampai akhirnya disita? Rilis ZATCA tidak menyebut nilai uang, mata uang yang dipakai, atau tujuan pengirimannya.
ZATCA juga mengajak masyarakat melaporkan penyelundupan melalui saluran pengaduan keamanan 1910, surel [email protected], atau nomor internasional 009661910. Semua laporan diperlakukan secara rahasia, dan imbalan finansial ditawarkan bagi informasi akurat yang mengarah pada penyitaan. Apakah imbalan itu cukup mendorong pelapor dari kalangan pelaku sendiri? ZATCA tidak merinci besaran imbalan atau jumlah laporan yang masuk sejauh ini.
Koordinasi dengan entitas mitra disebut sebagai bagian dari pengawasan. Namun, siapa saja entitas mitra itu tidak dijelaskan dalam rilis. Apakah koordinasi lintas lembaga menjadi kunci di balik 1.051 penyitaan dalam sepekan? SPA tidak menyebutkan nama lembaga yang terlibat maupun bentuk kerja samanya.
Periode satu pekan yang dimaksud juga tidak diberi tanggal pasti. Rilis hanya menyebut “sepekan terakhir” dalam laporan bertanggal 17 Oktober 2026. Tanpa rentang tanggal yang jelas, angka 1.051 sulit dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya. Apakah angka itu naik atau turun dari pekan lain? Tidak ada data pembanding dalam rilis.
Yang bisa dipastikan dari rilis ZATCA adalah empat kategori besar: 26 jenis narkotika, 253 jenis barang terlarang lain, 770 kiriman tembakau dan produk tembakau, serta 15 kasus pengangkutan mata uang ilegal. Totalnya 1.051 penyitaan di pelabuhan darat, laut, dan udara. Rincian per pelabuhan, nilai barang, berat, dan jumlah tersangka tidak disebutkan.
ZATCA menutup pernyataannya dengan penegasan pengawasan ketat atas impor dan ekspor Kerajaan serta ajakan pelaporan lewat tiga saluran resmi. Rilis tidak menyebut jumlah kasus yang berlanjut ke proses hukum, jumlah barang yang dimusnahkan, atau hasil penyelidikan lanjutan. Semua laporan pelapor dijanjikan rahasia, dan imbalan finansial dijanjikan bagi informasi akurat yang berujung penyitaan.
Apa saja yang disita dalam 1.051 kasus tersebut? ZATCA menyebut penyitaan mencakup 26 jenis narkotika, di antaranya hashish, kokain, heroin, kristal met (shabu), dan pil amfetamin. Selain itu ada 253 jenis barang terlarang lainnya, 770 kiriman tembakau dan produk tembakau, serta 15 kasus pengangkutan mata uang secara ilegal. Semua penyitaan terjadi di pelabuhan darat, laut, dan udara selama sepekan terakhir. Rilis tidak merinci nilai barang, berat, atau jumlah tersangka.
Di mana penyitaan itu dilakukan? Penyitaan tercatat di pelabuhan bea cukai darat, laut, dan udara. ZATCA tidak menyebut pelabuhan mana yang mencatat penyitaan terbanyak atau lokasi spesifik tiap kasus. Rilis hanya mengelompokkan lokasi berdasarkan tiga jenis pelabuhan tersebut. Tanpa rincian per pelabuhan, tidak diketahui apakah penyitaan terbesar terjadi di jalur darat, laut, atau udara.
Bagaimana cara melaporkan penyelundupan? ZATCA mengajak masyarakat melaporkan penyelundupan melalui hotline keamanan 1910, surel [email protected], atau nomor internasional 009661910. Semua laporan diperlakukan secara rahasia. ZATCA juga menawarkan imbalan finansial bagi informasi akurat yang mengarah pada penyitaan. Rilis tidak menyebut besaran imbalan atau jumlah laporan yang sudah masuk.
Apa yang ditegaskan ZATCA soal pengawasan? ZATCA menegaskan kembali komitmennya menjalankan pengawasan bea cukai yang ketat atas impor dan ekspor Kerajaan, dengan koordinasi bersama entitas mitra. Pernyataan itu disampaikan setelah 1.051 penyitaan tercatat dalam sepekan. Rilis tidak menyebut nama entitas mitra, jumlah personel, atau bentuk kerja sama yang dijalankan. Nilai barang yang disita juga tidak diungkap.
Apakah ada data pembanding pekan sebelumnya? Tidak ada. Rilis ZATCA bertanggal 17 Oktober 2026 hanya menyebut “sepekan terakhir” tanpa rentang tanggal pasti. Tanpa periode yang jelas dan angka pekan sebelumnya, tidak diketahui apakah 1.051 penyitaan itu naik atau turun. Rilis juga tidak menyebut jumlah kasus yang berlanjut ke proses hukum atau barang yang dimusnahkan.