Tuesday, October 27, 2026
Sains

Konferensi SusTAIN 2026 Dibuka di Madinah

Konferensi SusTAIN 2026 Dibuka di Madinah

Madinah menjadi lokasi pembukaan International Conference on Technology and Engineering Innovation for Sustainability (SusTAIN 2026) yang berada di bawah naungan Gubernur Wilayah Madinah, Pangeran Salman bin Sultan bin Abdulaziz.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 8 Oktober 2026, acara ini diselenggarakan oleh University of Prince Mugrin. Presiden Universitas, Dr. Bandar Hajjar, dalam pidato utamanya menyampaikan bahwa konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini berfokus pada keberlanjutan karena selaras dengan prioritas akademik universitas, termasuk kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan teknik.

Fokus pada keberlanjutan ini juga disesuaikan dengan tujuan Saudi Vision 2030 serta berbagai tantangan global yang mendesak. Apakah kolaborasi multidisiplin mampu menjawab kompleksitas krisis lingkungan saat ini? Dr. Bandar Hajjar menekankan bahwa penyelesaian masalah yang saling terkait, seperti perubahan iklim, keamanan sumber daya, dan manajemen perkotaan, membutuhkan kolaborasi ilmiah multidisiplin serta kemitraan lintas batas.

Dalam kesempatan tersebut, Hajjar mengumumkan inisiatif universitas untuk mendirikan jaringan kota global bagi inovasi keberlanjutan. Platform kolaboratif ini dirancang untuk menghubungkan para ilmuwan internasional, inovator, dan pengambil keputusan. Bagaimana peran jaringan kota global ini dalam mempercepat solusi keberlanjutan di tingkat internasional?

University of Prince Mugrin mengemban misi untuk memposisikan Madinah sebagai pusat intelektual dan ilmiah internasional. Upaya ini diperkuat melalui kemitraan dengan institusi global terkemuka serta keberadaan mahasiswa yang mewakili 39 kewarganegaraan. Mampukah keberagaman latar belakang mahasiswa ini memperkaya perspektif riset di Madinah?

Acara ini juga menghadirkan pidato dari Plt. Direktur Jenderal International Center for AI Research and Ethics di Riyadh yang berafiliasi dengan UNESCO, Dr. Majid Al-Shehri. Beliau menekankan urgensi penerapan AI yang bertanggung jawab untuk mendorong dampak sosial yang terukur. Sejauh mana etika AI dapat menjamin dampak positif bagi masyarakat luas? Apakah integrasi teknologi dan etika menjadi kunci utama dalam inovasi masa depan? Bagaimana sinergi antara akademisi dan lembaga internasional dapat memperkuat posisi Madinah di kancah ilmiah dunia?

Rilis tidak menyebutkan daftar lengkap pembicara lain, jumlah total peserta, atau detail pendanaan konferensi.

Apa fokus utama dari konferensi SusTAIN 2026? Konferensi ini berfokus pada keberlanjutan yang diselaraskan dengan prioritas akademik University of Prince Mugrin seperti AI, keamanan siber, dan teknik. Fokus ini juga mendukung tujuan Saudi Vision 2030 dan menjawab tantangan global seperti perubahan iklim serta manajemen perkotaan.

Apa inisiatif baru yang diumumkan oleh University of Prince Mugrin? Universitas mengumumkan pembentukan jaringan kota global untuk inovasi keberlanjutan. Platform ini bertujuan menghubungkan ilmuwan internasional, inovator, dan pengambil keputusan untuk berkolaborasi dalam solusi keberlanjutan.

Bagaimana posisi Madinah dalam visi University of Prince Mugrin? Universitas berupaya memposisikan Madinah sebagai pusat intelektual dan ilmiah internasional. Hal ini didukung oleh kemitraan dengan institusi global dan keberagaman mahasiswa yang berasal dari 39 kewarganegaraan berbeda.

Apa pesan yang disampaikan oleh Dr. Majid Al-Shehri dalam acara tersebut? Dr. Majid Al-Shehri, Plt. Direktur Jenderal International Center for AI Research and Ethics, menekankan pentingnya penerapan AI yang bertanggung jawab. Tujuannya adalah agar penggunaan teknologi AI dapat memberikan dampak sosial yang terukur bagi masyarakat.