Putra Mahkota dan Perdana Menteri Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud memimpin sidang Kabinet yang digelar di Riyadh pada 6 Oktober 2026. Sidang tersebut membahas sejumlah perkembangan regional, termasuk pertemuan dengan Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa dan hasil pertemuan darurat Komite Strategis-Politik dan Pertahanan Makkah Alliance for Defense.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, pada awal sidang Putra Mahkota memberikan penjelasan kepada Kabinet mengenai isi pertemuannya dengan Presiden Republik Arab Suriah Ahmad Al-Sharaa. Pembahasan mencakup prospek hubungan dan bidang kerja sama antara kedua negara bersaudara, selain meninjau perkembangan terbaru di kawasan.
Setelah meninjau perkembangan regional, Kabinet menegaskan dukungan penuh Kerajaan Arab Saudi terhadap Presidential Leadership Council, pemerintah yang sah, dan rakyat Yaman. Dukungan itu ditujukan untuk mengakhiri kudeta di negara tersebut dan memulihkan negara beserta institusi-institusinya dari milisi Houthi yang disebut sebagai teroris. Kabinet menilai milisi Houthi memilih eskalasi militer sebagai alternatif perdamaian, sehingga memperdalam penderitaan kemanusiaan dan ekonomi Yaman dan rakyatnya, sekaligus terus mengancam kawasan dan pelayaran maritim di Laut Merah selatan serta Selat Bab al-Mandab.
Kabinet juga memuji hasil pertemuan darurat Komite Strategis-Politik dan Pertahanan Makkah Alliance for Defense. Pertemuan itu menegaskan solidaritas di antara tiga negara dan sikap bersatu dalam menghadapi serangan kriminal terhadap Kerajaan yang menyasar Makkah, Madinah, objek sipil, serta fasilitas sipil dan ekonomi. Pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan untuk mengaktifkan pencegahan kolektif dan segera bergerak menuju implementasi praktis komitmen pertahanan bersama, dengan cara yang meningkatkan kesiapan militer, integrasi, dan kemampuan menghadapi ancaman semacam itu.
Kabinet memberikan pujian tinggi terhadap isi pidato kerajaan tahunan Custodian of the Two Holy Mosques Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pada pembukaan tahun ketiga sesi kesembilan. Bagian ini menjadi salah satu poin yang disorot dalam sidang tersebut.
Dalam sidang yang dipimpin Putra Mahkota, Kabinet memulai dengan penjelasan mengenai pertemuan dengan Presiden Suriah. Pembahasan mencakup prospek hubungan dan bidang kerja sama antara kedua negara bersaudara, selain meninjau perkembangan terbaru di kawasan. Penjelasan itu menjadi pembuka sebelum Kabinet membahas perkembangan regional secara lebih luas.
Perkembangan regional yang ditinjau Kabinet mencakup situasi di Yaman. Kabinet menegaskan dukungan penuh Kerajaan Arab Saudi terhadap Presidential Leadership Council, pemerintah yang sah, dan rakyat Yaman. Tujuan yang disebutkan adalah mengakhiri kudeta di negara tersebut dan memulihkan negara beserta institusi-institusinya dari milisi Houthi yang disebut sebagai teroris.
Kabinet menilai milisi Houthi memilih eskalasi militer sebagai alternatif perdamaian. Menurut penilaian tersebut, pilihan itu memperdalam penderitaan kemanusiaan dan ekonomi Yaman dan rakyatnya. Selain itu, milisi Houthi disebut terus mengancam kawasan dan pelayaran maritim di Laut Merah selatan serta Selat Bab al-Mandab.
Selanjutnya, Kabinet memuji hasil pertemuan darurat Komite Strategis-Politik dan Pertahanan Makkah Alliance for Defense. Pertemuan itu menegaskan solidaritas di antara tiga negara dan sikap bersatu dalam menghadapi serangan kriminal terhadap Kerajaan yang menyasar Makkah, Madinah, objek sipil, serta fasilitas sipil dan ekonomi.
Pertemuan darurat tersebut juga menghasilkan kesepakatan untuk mengaktifkan pencegahan kolektif dan segera bergerak menuju implementasi praktis komitmen pertahanan bersama. Langkah itu diarahkan untuk meningkatkan kesiapan militer, integrasi, dan kemampuan menghadapi ancaman semacam itu.
Kabinet juga memberikan pujian tinggi terhadap isi pidato kerajaan tahunan Custodian of the Two Holy Mosques Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pada pembukaan tahun ketiga sesi kesembilan. Pujian itu menjadi bagian dari hasil sidang Kabinet yang digelar di Riyadh.
Sidang Kabinet ini dipimpin langsung oleh Putra Mahkota dan Perdana Menteri Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud. Sidang berlangsung di Riyadh pada 6 Oktober 2026 dan membahas sejumlah agenda yang disebutkan dalam laporan SPA.
Dalam laporan tersebut, urutan pembahasan dimulai dari penjelasan Putra Mahkota mengenai pertemuan dengan Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa. Setelah itu, Kabinet meninjau perkembangan regional dan menegaskan dukungan terhadap Yaman. Berikutnya, Kabinet memuji hasil pertemuan darurat Makkah Alliance for Defense. Terakhir, Kabinet memberikan pujian tinggi terhadap pidato kerajaan tahunan Raja Salman.
Pertemuan dengan Presiden Suriah membahas prospek hubungan dan bidang kerja sama antara kedua negara bersaudara. Pembahasan itu juga mencakup peninjauan perkembangan terbaru di kawasan. Hal ini disampaikan Putra Mahkota kepada Kabinet pada awal sidang.
Dukungan terhadap Yaman ditegaskan setelah Kabinet meninjau perkembangan regional. Dukungan penuh diberikan kepada Presidential Leadership Council, pemerintah yang sah, dan rakyat Yaman. Tujuannya adalah mengakhiri kudeta dan memulihkan negara beserta institusinya dari milisi Houthi yang disebut sebagai teroris.
Kabinet menyoroti pilihan milisi Houthi yang disebut memilih eskalasi militer sebagai alternatif perdamaian. Menurut Kabinet, hal itu memperdalam penderitaan kemanusiaan dan ekonomi Yaman dan rakyatnya. Selain itu, milisi Houthi disebut terus mengancam kawasan dan pelayaran maritim di Laut Merah selatan serta Selat Bab al-Mandab.
Pada bagian lain, Kabinet memuji hasil pertemuan darurat Komite Strategis-Politik dan Pertahanan Makkah Alliance for Defense. Pertemuan itu menegaskan solidaritas di antara tiga negara dan sikap bersatu dalam menghadapi serangan kriminal terhadap Kerajaan yang menyasar Makkah, Madinah, objek sipil, serta fasilitas sipil dan ekonomi.
Hasil pertemuan darurat itu juga mencakup kesepakatan untuk mengaktifkan pencegahan kolektif dan segera bergerak menuju implementasi praktis komitmen pertahanan bersama. Kesepakatan itu diarahkan untuk meningkatkan kesiapan militer, integrasi, dan kemampuan menghadapi ancaman semacam itu.
Kabinet kemudian memberikan pujian tinggi terhadap isi pidato kerajaan tahunan Custodian of the Two Holy Mosques Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pada pembukaan tahun ketiga sesi kesembilan. Pujian tersebut menjadi penutup rangkaian pembahasan yang disebutkan dalam laporan SPA.
Laporan SPA tidak menyebutkan rincian lebih lanjut mengenai isi pertemuan dengan Presiden Suriah, bentuk konkret dukungan terhadap Yaman, atau langkah spesifik implementasi komitmen pertahanan bersama. Laporan juga tidak memuat daftar lengkap peserta sidang Kabinet selain keterangan bahwa sidang dipimpin Putra Mahkota dan Perdana Menteri.
Siapa yang memimpin sidang Kabinet di Riyadh? Sidang Kabinet di Riyadh dipimpin oleh His Royal Highness Prince Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Crown Prince and Prime Minister. Sidang digelar pada 6 Oktober 2026. Pada awal sidang, Putra Mahkota memberikan penjelasan mengenai isi pertemuannya dengan Presiden Republik Arab Suriah Ahmad Al-Sharaa, termasuk prospek hubungan dan bidang kerja sama kedua negara bersaudara serta perkembangan terbaru di kawasan.
Apa isi pembahasan pertemuan dengan Presiden Suriah? Putra Mahkota menjelaskan kepada Kabinet isi pertemuannya dengan Presiden Republik Arab Suriah Ahmad Al-Sharaa. Pembahasan mencakup prospek hubungan dan bidang kerja sama antara kedua negara bersaudara. Selain itu, pertemuan tersebut meninjau perkembangan terbaru di kawasan. Penjelasan ini disampaikan pada awal sidang Kabinet yang digelar di Riyadh pada 6 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan kantor berita Saudi SPA.
Bagaimana sikap Kabinet terhadap situasi di Yaman? Kabinet menegaskan dukungan penuh Kerajaan Arab Saudi terhadap Presidential Leadership Council, pemerintah yang sah, dan rakyat Yaman. Tujuannya adalah mengakhiri kudeta di negara tersebut dan memulihkan negara beserta institusinya dari milisi Houthi yang disebut sebagai teroris. Kabinet menilai milisi Houthi memilih eskalasi militer sebagai alternatif perdamaian, sehingga memperdalam penderitaan kemanusiaan dan ekonomi Yaman dan rakyatnya.
Apa hasil pertemuan darurat Makkah Alliance for Defense? Kabinet memuji hasil pertemuan darurat Komite Strategis-Politik dan Pertahanan Makkah Alliance for Defense. Pertemuan itu menegaskan solidaritas di antara tiga negara dan sikap bersatu dalam menghadapi serangan kriminal terhadap Kerajaan yang menyasar Makkah, Madinah, objek sipil, serta fasilitas sipil dan ekonomi. Pertemuan juga menghasilkan kesepakatan untuk mengaktifkan pencegahan kolektif dan segera bergerak menuju implementasi praktis komitmen pertahanan bersama.
Apa yang dikatakan Kabinet tentang pidato Raja Salman? Kabinet memberikan pujian tinggi terhadap isi pidato kerajaan tahunan Custodian of the Two Holy Mosques Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pada pembukaan tahun ketiga sesi kesembilan. Pujian itu menjadi bagian dari hasil sidang Kabinet yang digelar di Riyadh pada 6 Oktober 2026. Laporan SPA menyebutkan pujian tersebut setelah pembahasan mengenai perkembangan regional dan hasil pertemuan darurat Makkah Alliance for Defense.
Apa yang tidak disebutkan dalam laporan SPA? Laporan SPA tidak menyebutkan rincian lebih lanjut mengenai isi pertemuan dengan Presiden Suriah, bentuk konkret dukungan terhadap Yaman, atau langkah spesifik implementasi komitmen pertahanan bersama. Laporan juga tidak memuat daftar lengkap peserta sidang Kabinet selain keterangan bahwa sidang dipimpin Putra Mahkota dan Perdana Menteri. Selain itu, tidak ada keterangan tambahan mengenai waktu atau tempat selain Riyadh dan tanggal 6 Oktober 2026.





