Arab Saudi berpartisipasi dalam pertemuan ke-12 Komite Menteri Antikorupsi negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang digelar pada Selasa di Kerajaan Bahrain. Delegasi Saudi dipimpin Presiden Otoritas Pengawasan dan Antikorupsi “Nazaha” Mazin bin Ibrahim Al-Kahmous.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, Al-Kahmous menyampaikan pidato Arab Saudi dalam pertemuan tersebut. Ia mengungkapkan terima kasih kepada presidensi GCC saat ini, yang diwakili Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Bahrain, atas upaya yang dilakukan selama masa jabatan berjalan, serta atas keramahtamahan dan penyelenggaraan yang baik.
Ia juga berterima kasih kepada Sekretariat Jenderal GCC atas upaya yang dinilainya berkontribusi pada keberhasilan kerja komite tahun ini. Selain itu, ia menyampaikan penghargaan atas upaya negara-negara GCC dan Sekretariat Jenderal yang dinilai turut mewujudkan hasil masa jabatan berjalan dan mendukung kerja komite.
Al-Kahmous menyatakan harapan agar pertemuan mencapai tujuannya sejalan dengan aspirasi para pemimpin negara GCC. Aspirasi itu mencakup penguatan koordinasi dan integrasi dalam memerangi korupsi dalam segala bentuk dan metodenya, memajukan integritas, transparansi dan akuntabilitas, serta mendukung upaya internasional yang berlangsung untuk memerangi korupsi.
Partisipasi Arab Saudi dalam pertemuan ini mencerminkan komitmennya pada kerja sama dan pertukaran informasi serta keahlian di antara negara-negara GCC dalam melindungi integritas dan memerangi korupsi. Langkah itu juga sejalan dengan Visi Saudi 2030, yang menetapkan tata kelola, transparansi, akuntabilitas dan pemberantasan korupsi sebagai pilar utama.
Agenda pertemuan mencakup sejumlah isu terkait penguatan kerja sama dan kemitraan di antara lembaga-lembaga yang bertanggung jawab melindungi integritas dan memerangi korupsi di negara-negara GCC, bersama sejumlah rekomendasi dan hasil terkait.
Pertemuan ini berlangsung di Bahrain dan dihadiri delegasi yang dipimpin Al-Kahmous mewakili Arab Saudi. Presidensi GCC saat ini dipegang Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Bahrain. Sekretariat Jenderal GCC disebut berperan dalam mendukung kelancaran kerja komite sepanjang tahun.
Dalam pidatonya, Al-Kahmous menempatkan kerja komite dalam kerangka aspirasi para pemimpin GCC. Ia menyebut penguatan koordinasi dan integrasi antarnegara anggota sebagai arah yang ingin dicapai melalui pertemuan tersebut. Ia juga menyinggung pentingnya mendukung upaya internasional yang sedang berjalan di bidang antikorupsi.
Dari sisi Arab Saudi, keikutsertaan dalam forum ini digambarkan sebagai wujud kerja sama dan pertukaran informasi serta keahlian antarnegara GCC. Dua hal itu disebut sebagai bagian dari upaya melindungi integritas dan memberantas korupsi. Keterkaitan dengan Visi Saudi 2030 ditegaskan melalui penyebutan tata kelola, transparansi, akuntabilitas dan pemberantasan korupsi sebagai pilar utama.
Agenda pertemuan sendiri berisi sejumlah isu tentang penguatan kerja sama dan kemitraan antarlembaga yang berwenang menjaga integritas dan memerangi korupsi di kawasan Teluk. Pertemuan itu juga menghasilkan sejumlah rekomendasi dan hasil terkait, tanpa dirinci lebih jauh dalam laporan SPA.
Rilis SPA tidak menyebut rincian isi rekomendasi, jumlah peserta dari tiap delegasi, durasi pertemuan, maupun jadwal pertemuan berikutnya. Tidak ada pula keterangan tentang dokumen atau perjanjian yang ditandatangani di sela-sela pertemuan. Informasi yang tersedia terbatas pada kehadiran delegasi Saudi, isi pidato Al-Kahmous, agenda umum, serta kaitan partisipasi dengan Visi Saudi 2030.
Pertemuan ke-12 ini menempatkan Bahrain sebagai tuan rumah sekaligus pemegang presidensi GCC periode berjalan melalui Kementerian Dalam Negeri. Peran Sekretariat Jenderal GCC disebut sebagai pendukung kerja komite sepanjang tahun, sementara negara-negara anggota disebut berkontribusi pada hasil masa jabatan ini.
Bagi Arab Saudi, kehadiran Nazaha di forum ini menegaskan jalur kerja sama regional di bidang antikorupsi. Pidato Al-Kahmous menyoroti tiga hal: apresiasi terhadap tuan rumah dan sekretariat, harapan atas hasil pertemuan, serta dukungan pada upaya internasional. Ketiganya disampaikan dalam satu kerangka aspirasi bersama negara-negara GCC.
Komite Menteri Antikorupsi GCC menjadi wadah pertemuan tingkat menteri bagi negara-negara Teluk untuk membahas isu integritas dan pemberantasan korupsi. Pada pertemuan ke-12 ini, agenda disusun sekitar penguatan kerja sama dan kemitraan antarlembaga, dengan sejumlah rekomendasi dan hasil yang menyertainya.
SPA melaporkan pertemuan berlangsung pada Selasa di Bahrain. Laporan itu memuat kutipan pidato Al-Kahmous dan keterangan mengenai agenda, namun tidak menguraikan isi rekomendasi secara rinci. Tidak ada angka, nilai, atau tenggat yang disebutkan dalam rilis tersebut.
Partisipasi Arab Saudi disebut sejalan dengan Visi Saudi 2030 yang menempatkan tata kelola, transparansi, akuntabilitas dan pemberantasan korupsi sebagai pilar utama. Kerja sama dan pertukaran informasi serta keahlian antarnegara GCC disebut sebagai cerminan komitmen Saudi dalam melindungi integritas dan memerangi korupsi.
Dalam pidatonya, Al-Kahmous juga menyampaikan penghargaan atas upaya negara-negara GCC dan Sekretariat Jenderal yang dinilai berkontribusi pada hasil masa jabatan berjalan. Ia berharap pertemuan mencapai tujuannya sesuai aspirasi para pemimpin GCC.
Rilis SPA tidak memuat pernyataan dari delegasi lain, tidak menyebut nama peserta selain Al-Kahmous, dan tidak merinci lokasi pertemuan di luar keterangan bahwa acara digelar di Kerajaan Bahrain. Tidak ada pula keterangan tentang hasil voting atau mekanisme pengambilan keputusan dalam pertemuan tersebut.
Siapa yang memimpin delegasi Arab Saudi? Delegasi Arab Saudi dipimpin Presiden Otoritas Pengawasan dan Antikorupsi “Nazaha” Mazin bin Ibrahim Al-Kahmous. Ia menyampaikan pidato Arab Saudi dalam pertemuan ke-12 Komite Menteri Antikorupsi GCC di Bahrain. Dalam pidatonya ia berterima kasih kepada presidensi GCC yang dipegang Kementerian Dalam Negeri Bahrain dan kepada Sekretariat Jenderal GCC.
Apa isi pidato Arab Saudi? Al-Kahmous menyampaikan terima kasih kepada presidensi GCC, yang diwakili Kementerian Dalam Negeri Bahrain, atas upaya, keramahtamahan dan penyelenggaraan. Ia juga berterima kasih kepada Sekretariat Jenderal GCC dan menghargai upaya negara-negara GCC. Ia berharap pertemuan mencapai tujuannya sesuai aspirasi pemimpin GCC untuk memperkuat koordinasi dan integrasi antikorupsi.
Apa agenda pertemuan tersebut? Agenda mencakup sejumlah isu terkait penguatan kerja sama dan kemitraan di antara lembaga-lembaga yang bertanggung jawab melindungi integritas dan memerangi korupsi di negara-negara GCC. Agenda itu disertai sejumlah rekomendasi dan hasil terkait. Rilis SPA tidak merinci isi rekomendasi tersebut maupun dokumen yang dihasilkan.
Bagaimana kaitannya dengan Visi Saudi 2030? Partisipasi Arab Saudi disebut sejalan dengan Visi Saudi 2030, yang menetapkan tata kelola, transparansi, akuntabilitas dan pemberantasan korupsi sebagai pilar utama. Keikutsertaan itu juga digambarkan mencerminkan komitmen Saudi pada kerja sama dan pertukaran informasi serta keahlian antarnegara GCC dalam melindungi integritas dan memerangi korupsi.
Di mana dan kapan pertemuan berlangsung? Pertemuan ke-12 Komite Menteri Antikorupsi GCC digelar pada Selasa di Kerajaan Bahrain. Presidensi GCC saat ini dipegang Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Bahrain. SPA melaporkan acara berlangsung pada 29 September 2026. Rilis tidak menyebut lokasi spesifik di Bahrain, jumlah peserta, durasi, atau jadwal pertemuan berikutnya.
Apa yang tidak disebutkan dalam laporan SPA? Rilis SPA tidak merinci isi rekomendasi dan hasil pertemuan, tidak menyebut jumlah peserta tiap delegasi, durasi acara, maupun jadwal pertemuan berikutnya. Tidak ada keterangan tentang dokumen atau perjanjian yang ditandatangani. Informasi terbatas pada kehadiran delegasi Saudi, isi pidato Al-Kahmous, agenda umum, dan kaitan dengan Visi Saudi 2030.





