Saturday, November 7, 2026
Budaya

Al-Zabeel, wadah tradisional yang menjaga keahlian panen kurma

Al-Zabeel, wadah tradisional yang menjaga keahlian panen kurma

Al-Zabeel adalah wadah tradisional yang erat kaitannya dengan pohon kurma dan musim panen kurma. Di masa lalu, alat ini menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari masyarakat pertanian. Al-Zabeel dibuat terutama dari pelepah dan daun kurma, umumnya berbentuk bulat atau oval, dengan dasar yang membantu menjaga kestabilannya, dan kadang memiliki dua gagang atau lebih agar lebih mudah dibawa.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA dalam laporannya dari Al-Khabra, Riyadh, pada 28 September 2026, para pendahulu membuat Al-Zabeel dari pelepah dan daun kurma dengan keahlian tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Wadah yang ringan dan tahan lama itu digunakan untuk mengumpulkan, mengangkut, dan membawa kurma. Al-Zabeel sangat terkait dengan musim panen kurma, ketika keluarga menuju kebun mereka untuk memanen hasil kurma.

Alat tradisional ini melewati beberapa tahap produksi, mulai dari menyiapkan bahan baku hingga membentuk wadah. Orang mengumpulkan pelepah kurma yang sesuai, lalu membersihkannya dari kotoran dan bagian yang tidak terpakai. Pelepah itu bisa dijemur di bawah sinar matahari hingga kering dan memutih. Pelepah juga dapat dilembutkan dengan air agar lebih lentur dan lebih mudah dibentuk.

Lembaran daun kurma dianyam dengan tangan secara terampil dan dibentuk menjadi lembaran atau berkas yang terikat rapat sesuai desain yang diinginkan. Setelah anyaman daun siap, perajin membentuknya secara melingkar atau bertingkat hingga Al-Zabeel mengambil bentuk akhirnya. Perajin kemudian mengencangkan dan menjahit bagian-bagiannya dengan tangan menggunakan alat tradisional, dengan tali yang dibuat dari serat atau daun kurma. Pada beberapa jenis, dua gagang samping atau lebih ditambahkan agar lebih mudah dibawa.

Laporan SPA tidak menyebut lokasi persis pembuatan, nama perajin, jumlah produksi, harga, atau jadwal kegiatan terkait Al-Zabeel.

Apa itu Al-Zabeel? Al-Zabeel adalah wadah tradisional yang erat kaitannya dengan pohon kurma dan musim panen kurma. Menurut laporan SPA, alat ini dibuat terutama dari pelepah dan daun kurma, umumnya berbentuk bulat atau oval, dengan dasar yang membantu menjaga kestabilannya. Wadah ini juga kadang memiliki dua gagang atau lebih agar lebih mudah dibawa. Di masa lalu, Al-Zabeel menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari masyarakat pertanian.

Bagaimana Al-Zabeel dibuat? SPA melaporkan bahwa pembuatan Al-Zabeel melewati beberapa tahap, dari menyiapkan bahan baku hingga membentuk wadah. Pelepah kurma yang sesuai dikumpulkan, dibersihkan dari kotoran dan bagian yang tidak terpakai, lalu bisa dijemur hingga kering dan memutih. Pelepah juga dapat dilembutkan dengan air agar lebih lentur. Lembaran daun kurma dianyam dengan tangan dan dibentuk menjadi lembaran atau berkas yang terikat rapat sesuai desain.

Untuk apa Al-Zabeel digunakan? Menurut laporan SPA, orang menggunakan wadah ringan dan tahan lama ini untuk mengumpulkan, mengangkut, dan membawa kurma. Al-Zabeel sangat terkait dengan musim panen kurma, ketika keluarga menuju kebun mereka untuk memanen hasil kurma. Alat ini erat kaitannya dengan pohon kurma dan musim panen, dan di masa lalu menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari di masyarakat pertanian.

Bagaimana bagian-bagian Al-Zabeel disatukan? SPA menyebutkan bahwa setelah anyaman daun siap, perajin membentuknya secara melingkar atau bertingkat hingga Al-Zabeel mengambil bentuk akhirnya. Perajin kemudian mengencangkan dan menjahit bagian-bagiannya dengan tangan menggunakan alat tradisional. Tali yang digunakan dibuat dari serat atau daun kurma. Pada beberapa jenis, dua gagang samping atau lebih ditambahkan agar wadah lebih mudah dibawa.

Apakah keahlian membuat Al-Zabeel diwariskan? Laporan SPA menyatakan bahwa para pendahulu membuat Al-Zabeel dari pelepah dan daun kurma dengan keahlian tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Keahlian itu mencakup pemilihan bahan, pengeringan, pelembutan, hingga anyaman dan penjahitan bagian-bagian wadah. SPA tidak menyebut nama perajin, lokasi persis pembuatan, jumlah produksi, atau harga dalam laporannya.