Sam, seorang warga negara Belanda, mendirikan peternakan produksi falcon setelah menghabiskan enam bulan di Madinah untuk mempelajari bahasa Arab empat tahun lalu.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 14 Agustus 2026, ketertarikan Sam terhadap warisan budaya tersebut mendorongnya untuk berpartisipasi dalam lelang internasional peternakan produksi falcon.
Sam mencatat bahwa ini adalah partisipasinya yang ketiga dalam lelang tersebut. Ia memulai kehadiran pertamanya dengan empat falcon, diikuti tujuh falcon tahun lalu, dan kembali tahun ini dengan empat falcon baru.
Tahun ini, Sam membawa keluarganya ke Arab Saudi untuk melihat perkembangan lelang yang menggabungkan warisan asli dengan kehadiran internasional. Ia memuji profesionalisme organisasi lelang dan dukungan National Falcon Center bagi para produsen dalam menyediakan layanan bagi peserta.
Rilis tidak menyebutkan lokasi spesifik lelang atau jumlah total peserta internasional.