Tunis menjadi tuan rumah lokakarya internasional tentang pemasaran dan promosi kurma di pasar global, praktik terbaik, dan model keberhasilan pada 30 September dan 1 Oktober 2026. Dewan Kurma Internasional menyelenggarakan kegiatan itu bersama Kementerian Pertanian, Sumber Daya Air, dan Perikanan Tunisia serta Dates Interprofessional Grouping.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 27 September 2026, lokakarya tersebut akan mempertemukan perwakilan negara anggota, para pakar, spesialis, dan perwakilan sektor swasta. Penyelenggaraannya dikoordinasikan oleh Komite Pemasaran dan Promosi dewan tersebut.
Lokakarya ini dirancang sebagai wadah dialog dan pertukaran pengetahuan. Tujuannya juga mencakup pengembangan kemitraan dagang di antara produsen, eksportir, pemasok, dan investor dari negara-negara anggota. Selain itu, kegiatan ini berupaya mendukung akses ke pasar bernilai tinggi, terutama pasar Eropa.
Sejumlah topik akan dibahas dalam lokakarya, mulai dari kualitas, ketertelusuran, sertifikasi, hingga kepatuhan terhadap standar internasional. Agenda juga mencakup pembangunan merek, pengalaman pemasaran dan ekspor sektor swasta, serta penciptaan nilai.
Lokakarya ini digelar sebagai bagian dari arah strategis dewan untuk periode 2026–2030. Arah strategis tersebut bertujuan memperluas kehadiran kurma di pasar internasional. Dari pertemuan ini diharapkan lahir rekomendasi praktis untuk mendukung ekspor kurma dan meningkatkan nilai kurma beserta produk turunannya.
Lalu, mengapa Tunisia dipilih sebagai lokasi pertemuan para pemangku kepentingan kurma dari berbagai negara? Tunisia memiliki sektor pertanian, sumber daya air, dan perikanan yang berada di bawah kementerian tuan rumah, dan Dates Interprofessional Grouping menjadi mitra lokal dalam penyelenggaraan. Kehadiran kementerian dan kelompok antarsektor itu menunjukkan keterlibatan langsung otoritas setempat dalam agenda pemasaran global kurma.
Pertanyaan berikutnya, siapa saja yang duduk dalam forum ini? SPA menyebut peserta mencakup perwakilan negara anggota, pakar, spesialis, dan perwakilan sektor swasta. Komposisi itu mencerminkan pertemuan lintas pemangku kepentingan, bukan sekadar forum pemerintah. Namun, rilis tidak merinci negara anggota mana saja yang mengirim perwakilan, berapa jumlah peserta, atau siapa nama-nama pembicara yang dijadwalkan tampil.
Bagaimana lokakarya ini menyentuh persoalan kualitas dan ketertelusuran? Agenda menyebut kualitas, ketertelusuran, sertifikasi, dan kepatuhan terhadap standar internasional sebagai topik yang dibahas. Bagi produsen dan eksportir, keempat hal itu berkaitan langsung dengan kemampuan menembus pasar yang menerapkan persyaratan mutu. SPA tidak menyebut standar spesifik mana yang menjadi acuan, lembaga sertifikasi mana yang terlibat, atau apakah ada sesi khusus tentang regulasi tertentu.
Apakah pembangunan merek menjadi bagian dari strategi ekspor? Ya, lokakarya memasukkan brand building sebagai salah satu topik. Selain itu, ada pembahasan tentang pengalaman pemasaran dan ekspor dari sektor swasta serta penciptaan nilai. Ini menunjukkan perhatian pada sisi hilir, bukan hanya produksi. Meski demikian, rilis tidak menyebut merek atau perusahaan tertentu yang akan berbagi pengalaman, juga tidak menyebut contoh kasus yang akan dipresentasikan.
Mengapa pasar Eropa disebut secara khusus? SPA menyatakan lokakarya berupaya mendukung akses ke pasar bernilai tinggi, terutama pasar Eropa. Penyebutan itu menandakan Eropa sebagai salah satu sasaran ekspansi. Namun, rilis tidak memuat angka ekspor ke Eropa, tidak menyebut negara tujuan tertentu di kawasan itu, dan tidak menjelaskan hambatan perdagangan yang dihadapi.
Apa kaitan lokakarya dengan arah strategis dewan? Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari arah strategis Dewan Kurma Internasional untuk 2026–2030 yang bertujuan memperluas kehadiran kurma di pasar internasional. Dari pertemuan dua hari itu diharapkan muncul rekomendasi praktis untuk mendukung ekspor kurma dan meningkatkan nilai kurma serta produk turunannya. Rilis tidak menguraikan isi arah strategis tersebut secara rinci, tidak menyebut target kuantitatif, dan tidak menjelaskan bagaimana rekomendasi akan ditindaklanjuti setelah lokakarya berakhir.
Bagaimana bentuk kemitraan dagang yang ingin dibangun? Lokakarya menyasar pengembangan kemitraan dagang antara produsen, eksportir, pemasok, dan investor dari negara anggota. Pertemuan semacam ini mempertemukan pihak-pihak yang berada di sepanjang rantai pasok. Namun, SPA tidak menyebut apakah akan ada penandatanganan kesepakatan, sesi business matching, atau komitmen investasi tertentu selama dua hari kegiatan.
Apakah hasil lokakarya akan dipublikasikan? Rilis hanya menyatakan lokakarya diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis untuk mendukung ekspor kurma dan meningkatkan nilai kurma serta produk turunannya. Tidak ada keterangan tentang bentuk keluaran, apakah berupa dokumen resmi, laporan, atau pernyataan bersama. Tidak ada pula keterangan tentang mekanisme pemantauan atas rekomendasi tersebut.
Pertanyaan lain, mengapa nilai kurma dan produk turunannya menjadi perhatian? Agenda penciptaan nilai dan pembahasan produk turunan menunjukkan perhatian pada peningkatan nilai tambah, bukan hanya volume ekspor. SPA tidak menyebut produk turunan mana yang dibahas, teknologi pengolahan yang disorot, atau pasar mana yang dituju untuk produk olahan tersebut.
Sejauh mana keterlibatan sektor swasta dalam forum ini? Perwakilan sektor swasta termasuk di antara peserta, dan pengalaman pemasaran serta ekspor dari sektor swasta masuk dalam daftar topik. Ini menempatkan pelaku usaha sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan. Namun, rilis tidak menyebut asosiasi usaha, perusahaan, atau koperasi tertentu yang akan hadir.
Apakah lokakarya ini terbuka untuk publik? SPA tidak menyebut apakah acara terbuka untuk umum, apakah ada sesi yang disiarkan, atau apakah media dapat meliput seluruh rangkaian. Yang disebut hanya peserta dari negara anggota, pakar, spesialis, dan perwakilan sektor swasta.
Bagaimana konteks penyelenggaraan di Tunisia? Kementerian Pertanian, Sumber Daya Air, dan Perikanan Tunisia serta Dates Interprofessional Grouping menjadi mitra Dewan Kurma Internasional. Keterlibatan kementerian menunjukkan dukungan resmi tuan rumah. SPA tidak menyebut lokasi spesifik lokakarya di Tunisia, tidak menyebut apakah ada kunjungan lapangan, dan tidak menyebut apakah ada pejabat Tunisia yang dijadwalkan berpidato.
Apakah ada kaitan dengan pasar selain Eropa? Rilis hanya menyebut pasar bernilai tinggi, terutama Eropa, sebagai sasaran akses. Tidak ada penyebutan kawasan lain secara spesifik. Tidak ada pula data tentang pangsa pasar atau volume perdagangan yang menjadi dasar penyusunan agenda.
Pertanyaan berikutnya, apa yang tidak disebutkan dalam rilis ini? SPA tidak menyebut nilai anggaran lokakarya, jumlah peserta, daftar pembicara, jadwal sesi per topik, lokasi acara, maupun mitra tambahan di luar dua lembaga Tunisia yang disebut. Rilis juga tidak memuat pernyataan kutipan dari pejabat Dewan Kurma Internasional, kementerian Tunisia, atau perwakilan sektor swasta. Tidak ada angka ekspor, tidak ada target pasar per negara, dan tidak ada tenggat waktu tindak lanjut setelah 1 Oktober 2026.
Dengan agenda yang mencakup kualitas, ketertelusuran, sertifikasi, kepatuhan standar, pembangunan merek, hingga penciptaan nilai, lokakarya dua hari di Tunisia ini mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha dari negara anggota. Hasil yang diharapkan adalah rekomendasi praktis untuk ekspor kurma dan peningkatan nilai kurma serta produk turunannya, sebagai bagian dari arah strategis dewan 2026–2030.
Apa tujuan utama lokakarya Dewan Kurma Internasional di Tunisia? Lokakarya ini bertujuan menyediakan wadah dialog dan pertukaran pengetahuan serta mengembangkan kemitraan dagang antara produsen, eksportir, pemasok, dan investor dari negara anggota. Kegiatan itu juga berupaya mendukung akses ke pasar bernilai tinggi, terutama pasar Eropa. Penyelenggaraannya dikoordinasikan Komite Pemasaran dan Promosi dewan dan digelar bersama Kementerian Pertanian, Sumber Daya Air, dan Perikanan Tunisia serta Dates Interprofessional Grouping pada 30 September dan 1 Oktober 2026.
Topik apa saja yang dibahas dalam lokakarya tersebut? Agenda mencakup kualitas, ketertelusuran, sertifikasi, dan kepatuhan terhadap standar internasional. Selain itu dibahas pembangunan merek, pengalaman pemasaran dan ekspor sektor swasta, serta penciptaan nilai. SPA tidak menyebut standar spesifik yang menjadi acuan, lembaga sertifikasi yang terlibat, atau contoh kasus yang akan dipresentasikan. Rilis juga tidak merinci jadwal sesi per topik selama dua hari kegiatan.
Siapa saja peserta yang akan hadir? SPA menyebut peserta mencakup perwakilan negara anggota, pakar, spesialis, dan perwakilan sektor swasta. Komposisi itu menunjukkan pertemuan lintas pemangku kepentingan, bukan hanya forum pemerintah. Namun, rilis tidak merinci negara anggota mana saja yang mengirim perwakilan, berapa jumlah peserta, atau siapa nama pembicara yang dijadwalkan tampil. Tidak ada pula keterangan apakah acara terbuka untuk publik atau disiarkan.
Bagaimana kaitan lokakarya dengan arah strategis dewan 2026–2030? Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari arah strategis Dewan Kurma Internasional untuk 2026–2030 yang bertujuan memperluas kehadiran kurma di pasar internasional. Dari pertemuan itu diharapkan lahir rekomendasi praktis untuk mendukung ekspor kurma dan meningkatkan nilai kurma serta produk turunannya. Rilis tidak menguraikan isi arah strategis secara rinci, tidak menyebut target kuantitatif, dan tidak menjelaskan mekanisme tindak lanjut setelah lokakarya berakhir.
Mengapa pasar Eropa disebut secara khusus? SPA menyatakan lokakarya berupaya mendukung akses ke pasar bernilai tinggi, terutama pasar Eropa. Penyebutan itu menandakan Eropa sebagai salah satu sasaran ekspansi pemasaran kurma. Namun, rilis tidak memuat angka ekspor ke Eropa, tidak menyebut negara tujuan tertentu di kawasan itu, dan tidak menjelaskan hambatan perdagangan yang dihadapi. Tidak ada pula data pangsa pasar yang menjadi dasar penyusunan agenda.
Apa yang tidak disebutkan dalam rilis SPA tersebut? Rilis tidak menyebut nilai anggaran lokakarya, jumlah peserta, daftar pembicara, jadwal sesi per topik, lokasi acara, maupun mitra tambahan di luar dua lembaga Tunisia yang disebut. Tidak ada pernyataan kutipan dari pejabat Dewan Kurma Internasional, kementerian Tunisia, atau perwakilan sektor swasta. Rilis juga tidak memuat angka ekspor, target pasar per negara, dan tenggat waktu tindak lanjut setelah 1 Oktober 2026.





