Ketua Grup Islamic Development Bank (IsDB) Dr. Muhammad Al Jasser dan Gubernur Bank Negara Malaysia Dato’ Sri Abdul Rasheed Ghaffour membahas penguatan kemitraan strategis yang telah lama terjalin antara kedua lembaga serta peluang memperluas kerja sama di bidang keuangan syariah dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pertemuan berlangsung di Kuala Lumpur.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 20 Oktober 2026, pertemuan itu menyoroti pentingnya memperdalam kerja sama dalam keuangan syariah, inklusi keuangan, kolaborasi regulasi, dan pengembangan kapasitas.
Diskusi berfokus pada pemanfaatan keahlian luas Malaysia dan model-model suksesnya untuk memajukan solusi keuangan inklusif serta mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IsDB.
Al Jasser menyampaikan penghargaan atas dukungan dan partisipasi berkelanjutan bank sentral tersebut dalam penerbitan sukuk IsDB, dan menekankan pentingnya kerja sama ini dalam memperkuat hubungan keuangan antara kedua lembaga.
Pertemuan di Kuala Lumpur itu mempertemukan dua institusi yang telah lama bekerja sama dalam kerangka keuangan syariah global. IsDB Group dipimpin Al Jasser, sementara Bank Negara Malaysia dipimpin Gubernur Dato’ Sri Abdul Rasheed Ghaffour. Keduanya membahas penguatan kemitraan strategis yang telah berlangsung lama dan menjajaki peluang memperluas kerja sama.
Empat bidang yang dibahas adalah keuangan syariah, inklusi keuangan, kolaborasi regulasi, dan pengembangan kapasitas. Keempatnya menjadi fokus pembicaraan dalam pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan itu, diskusi diarahkan pada pemanfaatan keahlian luas Malaysia dan model-model suksesnya. Tujuannya adalah memajukan solusi keuangan inklusif dan mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IsDB.
Al Jasser secara khusus menyampaikan penghargaan atas dukungan dan partisipasi berkelanjutan bank sentral Malaysia dalam penerbitan sukuk IsDB. Ia menekankan pentingnya kerja sama tersebut dalam memperkuat hubungan keuangan antara kedua lembaga.
Pernyataan Al Jasser menempatkan partisipasi bank sentral Malaysia dalam penerbitan sukuk IsDB sebagai salah satu pilar hubungan keuangan kedua institusi. Kerja sama itu disebut berperan memperkuat ikatan keuangan antara IsDB dan Bank Negara Malaysia.
Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya memperdalam kerja sama di bidang keuangan syariah. Selain itu, inklusi keuangan menjadi salah satu topik yang dibahas kedua pihak.
Kolaborasi regulasi turut masuk dalam agenda pembicaraan. Begitu pula pengembangan kapasitas, yang disebut sebagai salah satu bidang yang perlu diperdalam.
Diskusi mengenai pemanfaatan keahlian Malaysia diarahkan pada upaya memajukan solusi keuangan inklusif. Langkah itu dikaitkan dengan dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IsDB.
Malaysia disebut memiliki keahlian luas dan model-model sukses yang dapat dimanfaatkan. Model-model itu dibahas dalam kaitannya dengan solusi keuangan inklusif dan pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan berlangsung di Kuala Lumpur. Kota itu menjadi lokasi pembahasan penguatan kemitraan strategis antara IsDB Group dan Bank Negara Malaysia.
IsDB Group diwakili oleh Ketua Dr. Muhammad Al Jasser. Bank Negara Malaysia diwakili oleh Gubernur Dato’ Sri Abdul Rasheed Ghaffour.
Kemitraan yang dibahas disebut telah lama terjalin antara kedua lembaga. Pertemuan itu membahas penguatan kemitraan tersebut serta peluang memperluas kerja sama.
Kerja sama yang dijajaki mencakup keuangan syariah dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kedua bidang itu disebut sebagai area perluasan kerja sama yang dibahas kedua pihak.
Pembahasan mengenai keuangan syariah, inklusi keuangan, kolaborasi regulasi, dan pengembangan kapasitas disebut penting untuk diperdalam. Keempat bidang itu menjadi bagian dari diskusi di Kuala Lumpur.
Dalam pertemuan itu, Al Jasser menyampaikan apresiasi atas dukungan bank sentral Malaysia. Ia juga menyoroti partisipasi berkelanjutan bank sentral tersebut dalam penerbitan sukuk IsDB.
Menurut pernyataannya, kerja sama itu penting untuk memperkuat hubungan keuangan antara kedua lembaga. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan di Kuala Lumpur.
Diskusi tentang pemanfaatan keahlian Malaysia diarahkan pada solusi keuangan inklusif. Selain itu, diskusi itu dikaitkan dengan dukungan bagi pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IsDB.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis yang telah lama terjalin. Pembahasan juga mencakup peluang memperluas kerja sama di bidang keuangan syariah dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Laporan SPA menyebut pertemuan itu berlangsung di Kuala Lumpur. Laporan yang sama menyebut tanggal 20 Oktober 2026.
Al Jasser memimpin IsDB Group dalam pertemuan tersebut. Dato’ Sri Abdul Rasheed Ghaffour hadir sebagai Gubernur Bank Negara Malaysia.
Pembicaraan mencakup pentingnya memperdalam kerja sama di bidang keuangan syariah. Inklusi keuangan juga menjadi bagian dari pembahasan.
Kolaborasi regulasi dan pengembangan kapasitas turut dibahas. Keduanya disebut sebagai bidang yang perlu diperdalam.
Diskusi menyoroti pemanfaatan keahlian luas Malaysia. Model-model sukses Malaysia juga menjadi rujukan dalam pembahasan itu.
Tujuan pembahasan adalah memajukan solusi keuangan inklusif. Selain itu, pembahasan diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IsDB.
Al Jasser menyampaikan penghargaan atas dukungan bank sentral Malaysia. Ia juga menyebut partisipasi berkelanjutan bank sentral itu dalam penerbitan sukuk IsDB.
Ia menekankan pentingnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kerja sama itu memperkuat hubungan keuangan antara kedua lembaga.
Pertemuan di Kuala Lumpur membahas penguatan kemitraan strategis. Pertemuan itu juga menjajaki peluang memperluas kerja sama.
Bidang kerja sama yang dijajaki adalah keuangan syariah dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Keduanya disebut dalam laporan SPA.
Laporan itu menyebut empat bidang yang perlu diperdalam. Keempatnya adalah keuangan syariah, inklusi keuangan, kolaborasi regulasi, dan pengembangan kapasitas.
Diskusi berfokus pada pemanfaatan keahlian Malaysia. Model-model sukses Malaysia juga menjadi bagian dari fokus pembahasan.
Tujuan akhir pembahasan adalah solusi keuangan inklusif. Pembahasan juga diarahkan pada dukungan pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IsDB.
Al Jasser menyampaikan apresiasi atas dukungan bank sentral Malaysia. Ia menyoroti partisipasi bank sentral itu dalam penerbitan sukuk IsDB.
Pernyataan Al Jasser menekankan pentingnya kerja sama tersebut. Kerja sama itu disebut memperkuat hubungan keuangan kedua lembaga.
Pertemuan berlangsung di Kuala Lumpur pada 20 Oktober 2026. Laporan SPA memuat waktu lokal 13:37 dan GMT 10:37.
Laporan SPA tidak menyebut rincian kesepakatan, nilai kerja sama, jadwal tindak lanjut, atau daftar peserta lain dalam pertemuan tersebut.
Siapa saja yang bertemu di Kuala Lumpur? Ketua Grup Islamic Development Bank (IsDB) Dr. Muhammad Al Jasser dan Gubernur Bank Negara Malaysia Dato’ Sri Abdul Rasheed Ghaffour. Pertemuan berlangsung di Kuala Lumpur dan membahas penguatan kemitraan strategis yang telah lama terjalin antara kedua lembaga. Keduanya juga menjajaki peluang memperluas kerja sama di bidang keuangan syariah dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Laporan SPA menyebut pertemuan itu pada 20 Oktober 2026.
Bidang kerja sama apa yang dibahas? Pertemuan menyoroti pentingnya memperdalam kerja sama di bidang keuangan syariah, inklusi keuangan, kolaborasi regulasi, dan pengembangan kapasitas. Diskusi juga berfokus pada pemanfaatan keahlian luas Malaysia dan model-model suksesnya untuk memajukan solusi keuangan inklusif serta mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IsDB. Keempat bidang itu disebut dalam laporan kantor berita Saudi SPA.
Apa peran Malaysia dalam diskusi tersebut? Diskusi berfokus pada pemanfaatan keahlian luas Malaysia dan model-model suksesnya. Keduanya dibahas untuk memajukan solusi keuangan inklusif dan mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IsDB. Malaysia juga diwakili Gubernur Bank Negara Malaysia Dato’ Sri Abdul Rasheed Ghaffour dalam pertemuan di Kuala Lumpur. Laporan SPA tidak merinci model atau program Malaysia yang dimaksud.
Apa yang dikatakan Al Jasser soal sukuk IsDB? Al Jasser menyampaikan penghargaan atas dukungan dan partisipasi berkelanjutan bank sentral Malaysia dalam penerbitan sukuk IsDB. Ia menekankan pentingnya kerja sama tersebut dalam memperkuat hubungan keuangan antara kedua lembaga. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan di Kuala Lumpur. Laporan SPA tidak menyebut nilai, jenis, atau jadwal penerbitan sukuk yang dimaksud.
Apa tujuan pembahasan keuangan syariah ini? Pembahasan diarahkan pada penguatan kemitraan strategis yang telah lama terjalin dan perluasan kerja sama di bidang keuangan syariah serta pembangunan ekonomi berkelanjutan. Diskusi juga menyoroti inklusi keuangan, kolaborasi regulasi, dan pengembangan kapasitas. Tujuannya termasuk memajukan solusi keuangan inklusif dan mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota IsDB. Laporan SPA tidak menyebut target atau tenggat khusus.
Apa yang tidak disebut dalam laporan SPA? Laporan SPA tidak menyebut rincian kesepakatan, nilai kerja sama, jadwal tindak lanjut, atau daftar peserta lain dalam pertemuan tersebut. Laporan hanya memuat waktu lokal 13:37 dan GMT 10:37 serta tanggal 20 Oktober 2026. Tidak ada keterangan tentang dokumen yang ditandatangani, program baru, atau hasil konkret lain dari pertemuan di Kuala Lumpur itu.