Universitas King Faisal menandatangani perjanjian kerja sama dengan sebuah perusahaan manufaktur nasional untuk mengembangkan paten menjadi aplikasi serta proyek komersial dan industri.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 11 Agustus 2026, penandatanganan dilakukan di markas universitas dengan kehadiran Rektor Universitas King Faisal Dr. Adel bin Mohammed Abu Zanada dan Ketua Dewan Direksi perusahaan Eng. Saad bin Abdulaziz Al-Qanbar.
Perjanjian ini mencakup pengembangan paten dari tahap inovasi dan penelitian ke aplikasi industri dan komersial, pelaksanaan proyek penelitian terapan bersama, serta pemanfaatan kemampuan penelitian dan manufaktur. Selain itu, kerja sama ini menyediakan peluang pelatihan bagi mahasiswa universitas di bidang terkait.
Dr. Abu Zanada menyatakan langkah ini selaras dengan target Visi Saudi 2030 untuk mengubah pengetahuan menjadi nilai ekonomi dan pembangunan. Eng. Al-Qanbar menambahkan bahwa integrasi kemampuan penelitian dan pengalaman industri membantu mengubah ide menjadi produk bernilai tambah.
Rilis tidak menyebutkan nama perusahaan manufaktur nasional yang bekerja sama dengan universitas.
Apa tujuan utama perjanjian Universitas King Faisal? Tujuan utamanya adalah mengembangkan paten dan mengubahnya menjadi aplikasi serta proyek komersial dan industri. Kerja sama ini juga bertujuan memperkuat penelitian ilmiah terapan, inovasi, dan transfer teknologi sesuai target Visi Saudi 2030.
Apa saja cakupan kerja sama dalam perjanjian tersebut? Perjanjian mencakup pemindahan paten dari tahap riset ke aplikasi industri, pelaksanaan proyek penelitian terapan bersama, dan pemanfaatan keahlian manufaktur. Selain itu, tersedia peluang pelatihan bagi mahasiswa universitas di bidang yang relevan.
Siapa saja tokoh yang hadir dalam penandatanganan? Acara penandatanganan di markas universitas dihadiri oleh Rektor Universitas King Faisal Dr. Adel bin Mohammed Abu Zanada dan Ketua Dewan Direksi perusahaan manufaktur Eng. Saad bin Abdulaziz Al-Qanbar.