Kerajaan Bahrain menyambut baik pernyataan anggota Dewan Keamanan PBB yang mengutuk serangan rudal milisi teroris Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi serta serangan terhadap keamanan kapal komersial.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 9 Agustus 2026, Bahrain memuji penegasan kembali dalam pernyataan tersebut mengenai perlunya menghormati hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan, kebebasan navigasi maritim, serta kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Republik Yaman.
Kementerian Luar Negeri Bahrain menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dan mendukung semua langkah untuk menjaga kedaulatan, keamanan, stabilitas, serta melindungi kepentingan vital negara tersebut. Posisi ini didasarkan pada hubungan persaudaraan historis, takdir bersama, dan Perjanjian Pertahanan Bersama GCC.
Kementerian tersebut juga mengakui upaya diplomatik, pembangunan, dan kemanusiaan Arab Saudi melalui kepemimpinan Koalisi untuk mendukung legitimasi di Yaman demi solusi politik global dan berkelanjutan sesuai Inisiatif Teluk, hasil Konferensi Dialog Nasional, dan resolusi Dewan Keamanan termasuk resolusi 2216.
Apa yang diapresiasi Bahrain dari pernyataan Dewan Keamanan PBB? Bahrain mengapresiasi kecaman terhadap serangan rudal milisi teroris Houthi ke Arab Saudi dan serangan terhadap kapal komersial. Selain itu, Bahrain memuji penegasan penghormatan terhadap hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan, kebebasan navigasi maritim, serta kedaulatan dan integritas teritorial Republik Yaman.
Bagaimana posisi Bahrain terhadap keamanan Arab Saudi? Kementerian Luar Negeri Bahrain menegaskan solidaritas penuh dan dukungan total terhadap semua langkah Arab Saudi dalam menjaga kedaulatan, keamanan, stabilitas, serta kepentingan vitalnya. Bahrain menekankan bahwa keamanan Arab Saudi adalah bagian tak terpisahkan dari keamanan Bahrain dan seluruh negara anggota GCC.
Apa dasar dukungan Bahrain terhadap Arab Saudi dalam isu ini? Dukungan Bahrain didasarkan pada hubungan persaudaraan dan historis yang mendalam antara kedua negara serta takdir bersama. Selain itu, posisi ini sejalan dengan Perjanjian Pertahanan Bersama yang berlaku di antara negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Negara Arab Teluk (GCC).