Thursday, September 10, 2026
Umum

Konferensi Ke-18 Kepala Keamanan Perbatasan Arab digelar di Tunis

Konferensi Ke-18 Kepala Keamanan Perbatasan Arab digelar di Tunis

Tunis menjadi tuan rumah Konferensi Ke-18 Kepala Layanan Keamanan Perbatasan, Bandara, dan Pelabuhan Arab yang berlangsung di markas Sekretariat Jenderal Dewan Menteri Dalam Negeri Arab.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 12 Agustus 2026, acara ini dihadiri oleh kepala layanan keamanan perbatasan, bandara, dan pelabuhan dari negara-negara Arab. Turut hadir perwakilan Liga Negara Arab, Organisasi Penerbangan Sipil Arab (OAAC), Kantor PBB untuk Urusan Obat-obatan dan Kejahatan (UNODC), Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa (Frontex), Universitas Arab Naif untuk Ilmu Keamanan (NAUSS), serta Sekretariat Jenderal Dewan Menteri Dalam Negeri Arab.

Konferensi ini membahas sistem dan sarana komunikasi antar pos perbatasan di setiap negara anggota serta mekanisme komunikasi antara pusat operasi nasional keamanan perbatasan di negara-negara Arab, termasuk peninjauan pengalaman negara anggota.

Setelah konferensi, akan diadakan pertemuan kedua komite gabungan ahli dan perwakilan kementerian Kehakiman, Kementerian Dalam Negeri, serta otoritas terkait negara Arab untuk membahas proyek konvensi Arab melawan tindakan intervensi ilegal terhadap keamanan penerbangan sipil.

Siapa saja yang berpartisipasi dalam konferensi di Tunis? Peserta meliputi kepala layanan keamanan perbatasan, bandara, dan pelabuhan negara Arab. Hadir pula perwakilan Liga Negara Arab, OAAC, UNODC, Frontex, NAUSS, dan Sekretariat Jenderal Dewan Menteri Dalam Negeri Arab.

Apa topik utama yang dibahas dalam konferensi tersebut? Konferensi membahas sistem dan sarana komunikasi antar pos perbatasan di negara anggota. Selain itu, dibahas mekanisme komunikasi antara pusat operasi nasional keamanan perbatasan di negara-negara Arab.

Apa agenda yang dilaksanakan setelah konferensi berakhir? Akan diadakan pertemuan kedua komite gabungan yang terdiri dari ahli dan perwakilan kementerian Kehakiman serta Dalam Negeri negara Arab. Tujuannya adalah membahas proyek konvensi Arab melawan intervensi ilegal terhadap keamanan penerbangan sipil.