Monday, September 21, 2026
Umum

KSA kutuk serangan terhadap tanker UAE di Selat Hormuz

KSA kutuk serangan terhadap tanker UAE di Selat Hormuz

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk keras serangan terhadap kapal tanker Uni Emirat Arab (UAE) saat melintasi Selat Hormuz.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 8 Agustus 2026, Arab Saudi menyatakan bahwa serangan yang tidak dapat diterima tersebut merupakan ancaman terhadap keamanan pelayaran laut, keandalan transportasi, serta keamanan pasokan energi global.

Dalam pernyataannya, kementerian menegaskan bahwa serangan berkelanjutan dari Iran merupakan pelanggaran kasar terhadap hukum internasional, norma, dan adat internasional, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 yang menjamin kebebasan navigasi dan lintasan aman di jalur laut.

Arab Saudi membebankan tanggung jawab kepada Iran atas konsekuensi dari serangan tersebut dan mendesak Iran untuk segera menghentikan pelanggaran demi keamanan, stabilitas, dan ketenangan di kawasan. Arab Saudi juga menyatakan solidaritas penuh kepada UAE serta mendukung langkah-langkah UAE dalam melindungi kedaulatan dan sumber daya nasionalnya.

Apa posisi Arab Saudi terkait serangan tanker UAE? Arab Saudi mengutuk keras dan menolak serangan terhadap tanker UAE di Selat Hormuz. Pemerintah menekankan bahwa tindakan tersebut mengancam keamanan pelayaran laut dan pasokan energi global.

Siapa yang dianggap bertanggung jawab atas serangan tersebut? Arab Saudi menyatakan bahwa serangan berkelanjutan dilakukan oleh Iran. Iran dianggap bertanggung jawab atas konsekuensi dari serangan tersebut dan diminta segera menghentikan pelanggaran demi stabilitas kawasan.

Hukum internasional apa yang dilanggar menurut KSA? Serangan tersebut disebut sebagai pelanggaran kasar terhadap hukum, norma, dan adat internasional. Hal ini termasuk pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 yang menjamin kebebasan navigasi di jalur laut.