New York menjadi lokasi pertemuan tingkat tinggi bertajuk “The Road Ahead: One Year after the New York Declaration and the Comprehensive 20-point Peace Plan for Gaza” yang dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah bersama Prancis, Inggris, dan Kanada.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 23 September 2026, Pangeran Faisal menyampaikan apresiasi atas langkah Prancis, Inggris, Kanada, dan sejumlah negara yang mengakui Negara Palestina, serta mengajak negara lain melakukan hal serupa.
Pangeran Faisal menekankan pentingnya menghadapi perluasan pemukiman, kekerasan pemukim, dan kebijakan aneksasi, serta menjaga status quo historis dan hukum Al-Quds. Beliau juga menolak segala bentuk kekerasan, kebencian, dan hasutan dari semua pihak.
Terkait Gaza, beliau menyerukan implementasi penuh dan segera atas rencana komprehensif Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik, menjamin akses bantuan tanpa hambatan, serta penyatuan Jalur Gaza dan Tepi Barat di bawah Otoritas Nasional Palestina.
Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa keamanan harus dibangun atas kepentingan bersama dan pencapaian negara Palestina yang merdeka serta pengakhiran pendudukan adalah pilar stabilitas regional. Arab Saudi berkomitmen pada perdamaian yang adil dan langgeng sesuai Inisiatif Perdamaian Arab, resolusi PBB, dan Deklarasi New York.
Siapa saja negara yang memimpin pertemuan di New York tersebut? Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah bersama dengan Prancis, Inggris, dan Kanada. Pertemuan ini membahas rencana perdamaian komprehensif untuk Gaza setahun setelah Deklarasi New York.
Apa seruan Pangeran Faisal terkait pengakuan negara Palestina? Pangeran Faisal menyampaikan apresiasi kepada Prancis, Inggris, Kanada, dan negara-negara lain yang telah mengakui Negara Palestina. Beliau juga menyerukan kepada negara-negara yang belum melakukan pengakuan tersebut untuk segera mengambil langkah yang sama.
Apa poin utama yang ditekankan terkait situasi di Gaza? Pangeran Faisal menyerukan implementasi penuh rencana komprehensif Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza. Tujuannya adalah memastikan akses bantuan tanpa hambatan dan menyatukan Jalur Gaza serta Tepi Barat di bawah Otoritas Nasional Palestina.
Apa dasar komitmen Arab Saudi dalam mencapai perdamaian Palestina? Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk mencapai perdamaian yang komprehensif, adil, dan langgeng. Komitmen ini berlandaskan pada Inisiatif Perdamaian Arab, resolusi PBB yang relevan, serta Deklarasi New York.