Sunday, October 18, 2026
Umum

Prakiraan Cuaca Sabtu: Hujan Lebat dan Hujan Es di Jazan, Aseer, Makkah

Prakiraan Cuaca Sabtu: Hujan Lebat dan Hujan Es di Jazan, Aseer, Makkah

Angin yang mengangkat debu akan bertiup dan hujan sedang hingga lebat disertai hujan es berpotensi turun di sebagian wilayah Jazan, Aseer, dan Makkah, menurut National Center for Meteorology.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 17 Oktober 2026, prakiraan cuaca Sabtu itu juga menyebut hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sebagian wilayah Madinah dan wilayah Timur.

Laporan itu merinci kondisi angin dan gelombang di dua perairan utama yang mengapit Kerajaan, yakni Laut Merah dan Teluk Arab, dengan kecepatan angin yang berbeda di tiap bagian.

Di Laut Merah, angin di bagian utara akan bertiup dari barat laut ke utara dengan kecepatan 10–36 km/jam. Di bagian tengah, angin bertiup dari barat laut ke utara dengan kecepatan 10–35 km/jam. Di bagian selatan, angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan yang sama, 10–35 km/jam. Gelombang laut di Laut Merah diperkirakan berkisar dari setengah meter hingga lebih dari dua meter, dengan kondisi laut dari tenang hingga berombak.

Di Teluk Arab, angin di bagian utara akan bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10–24 km/jam. Di bagian selatan, angin bertiup dari barat laut ke barat dengan kecepatan 10–28 km/jam. Gelombang di Teluk Arab diperkirakan berkisar dari setengah meter hingga lebih dari satu meter, dengan kondisi laut tenang.

Bagaimana pembaca menyikapi perbedaan kecepatan angin antara bagian utara dan selatan Laut Merah? Angka 10–36 km/jam di utara dan 10–35 km/jam di tengah serta selatan menunjukkan rentang yang hampir seragam, meski arah anginnya berbeda. Di Teluk Arab, rentangnya lebih rendah, yakni 10–24 km/jam di utara dan 10–28 km/jam di selatan.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah seberapa besar pengaruh angin yang mengangkat debu terhadap aktivitas harian di wilayah yang disebutkan. National Center of Meteorology menyebut angin tersebut akan bertiup, dan pada saat yang sama hujan sedang hingga lebat serta hujan es berpotensi turun di sebagian Jazan, Aseer, dan Makkah. Kombinasi dua kondisi itu disebut dalam satu laporan yang sama.

Wilayah Jazan, Aseer, dan Makkah berada di bagian barat daya dan barat Kerajaan. Sementara Madinah dan wilayah Timur disebut menerima hujan ringan hingga sedang. Apakah pola ini menunjukkan sebaran hujan yang bergerak dari barat daya ke timur? Laporan SPA tidak menjelaskan arah pergerakan sistem cuaca tersebut.

Yang jelas, laporan itu membedakan intensitas hujan di dua kelompok wilayah. Kelompok pertama, Jazan, Aseer, dan Makkah, berpotensi menerima hujan sedang hingga lebat plus hujan es. Kelompok kedua, Madinah dan wilayah Timur, berpotensi menerima hujan ringan hingga sedang. Tidak ada wilayah lain yang disebut dalam laporan tersebut.

Bagaimana dengan kondisi laut bagi mereka yang beraktivitas di pesisir? Di Laut Merah, gelombang bisa mencapai lebih dari dua meter, dan kondisi laut berkisar dari tenang hingga berombak. Di Teluk Arab, gelombang berkisar dari setengah meter hingga lebih dari satu meter, dan kondisi laut disebut tenang. Perbedaan ini muncul dari kecepatan angin yang lebih rendah di Teluk Arab.

Mengapa arah angin di Laut Merah bagian selatan berbeda dari dua bagian lainnya? Di utara dan tengah, angin bertiup dari barat laut ke utara. Di selatan, angin bertiup dari tenggara ke barat daya. Laporan SPA menyebut arah tersebut tanpa penjelasan tambahan mengenai penyebabnya.

Di Teluk Arab, arah angin juga terbelah. Bagian utara menerima angin dari tenggara ke barat daya, sedangkan bagian selatan menerima angin dari barat laut ke barat. Kecepatannya pun berbeda: 10–24 km/jam di utara dan 10–28 km/jam di selatan.

Apakah angka-angka ini cukup untuk merencanakan perjalanan laut akhir pekan? Laporan hanya menyediakan rentang kecepatan angin dan tinggi gelombang, tanpa menyebut jam puncak atau durasi kondisi tersebut. Pembaca yang hendak melaut perlu memperhatikan bahwa rentang gelombang di Laut Merah bisa melewati dua meter.

Untuk wilayah daratan, laporan menyebut hujan es sebagai salah satu kemungkinan di Jazan, Aseer, dan Makkah. Hujan es biasanya terkait dengan awan konvektif yang kuat. Namun laporan SPA tidak memerinci ketinggian awan, suhu, atau parameter atmosfer lainnya.

Bagaimana dengan wilayah Madinah dan Timur yang hanya berpotensi hujan ringan hingga sedang? Keduanya disebut dalam satu kalimat yang sama, tanpa pembedaan lebih lanjut antara bagian utara dan selatan masing-masing wilayah. Tidak ada angka curah hujan yang disertakan.

Pertanyaan berikutnya: apakah angin yang mengangkat debu juga akan terasa di Madinah dan wilayah Timur? Laporan menyebut angin pengangkat debu pada kalimat pertama yang merujuk pada Jazan, Aseer, dan Makkah. Untuk Madinah dan wilayah Timur, laporan hanya menyebut potensi hujan ringan hingga sedang.

Dari sisi waktu, laporan ini dirilis pukul 10:20 waktu setempat atau 07:20 GMT pada 17 Oktober 2026. Prakiraan tersebut berlaku untuk hari Sabtu. Tidak ada keterangan mengenai pembaruan berikutnya atau periode validitas yang lebih rinci.

Apakah pembaca di kota-kota besar seperti Riyadh atau Jeddah mendapat informasi khusus? Laporan SPA tidak menyebut Riyadh maupun Jeddah secara eksplisit. Wilayah Makkah disebut, dan Jeddah berada di wilayah Makkah, tetapi laporan tidak memerinci kota per kota.

Begitu pula untuk wilayah Timur, tidak disebutkan kota tertentu seperti Dammam atau Dhahran. Laporan hanya menyebut “wilayah Timur” secara umum. Pembaca di kota-kota tersebut perlu merujuk pada pembaruan resmi National Center of Meteorology untuk detail lokal.

Bagaimana posisi laporan ini dibandingkan prakiraan rutin lainnya? SPA merilis laporan prakiraan cuaca harian berdasarkan informasi National Center of Meteorology. Formatnya konsisten: wilayah berpotensi hujan, lalu rincian angin dan gelombang di Laut Merah dan Teluk Arab.

Yang membedakan laporan kali ini adalah penyebutan hujan es di tiga wilayah sekaligus, serta rentang gelombang Laut Merah yang mencapai lebih dari dua meter. Dua elemen itu muncul eksplisit dalam teks sumber.

Apakah ada peringatan resmi yang menyertai laporan ini? Tidak ada kata “peringatan” atau “warning” dalam teks sumber. Laporan hanya menyampaikan prakiraan. Tidak ada imbauan evakuasi, penutupan jalan, atau penangguhan penerbangan yang disebutkan.

Untuk sektor penerbangan dan pelayaran, angka kecepatan angin dan tinggi gelombang biasanya menjadi perhatian. Di Laut Merah, kecepatan 10–36 km/jam di utara dan gelombang hingga lebih dari dua meter adalah kondisi yang disebut “tenang hingga berombak”. Di Teluk Arab, kondisi laut disebut tenang dengan gelombang hingga lebih dari satu meter.

Bagaimana pembaca menafsirkan istilah “tenang hingga berombak”? Laporan tidak memberikan definisi teknis. Istilah itu menggambarkan rentang kondisi, bukan satu kondisi tunggal. Artinya, kondisi bisa bervariasi di dalam rentang tersebut.

Demikian pula istilah “hujan sedang hingga lebat” dan “hujan ringan hingga sedang”. Keduanya menunjukkan rentang intensitas, bukan angka curah hujan tertentu. Tidak ada milimeter curah hujan yang disebutkan dalam laporan.

Apakah wilayah lain di Kerajaan akan terdampak? Berdasarkan teks sumber, hanya Jazan, Aseer, Makkah, Madinah, dan wilayah Timur yang disebut. Wilayah lain tidak masuk dalam cakupan laporan ini.

Pertanyaan terakhir yang wajar diajukan: kapan pembaca harus waspada? Laporan menyebut hari Sabtu, dengan rilis pada 17 Oktober 2026 pukul 10:20 waktu setempat. Tidak ada jam spesifik untuk hujan atau angin kencang.

Yang tidak disebutkan dalam rilis ini antara lain: nilai curah hujan, jam puncak hujan, durasi angin pengangkat debu, dampak terhadap penerbangan atau pelayaran, serta pembaruan lanjutan. SPA juga tidak menyertakan pernyataan pejabat atau juru bicara dalam laporan tersebut.

Wilayah mana yang berpotensi hujan sedang hingga lebat dan hujan es? National Center of Meteorology menyebut sebagian wilayah Jazan, Aseer, dan Makkah berpotensi menerima hujan sedang hingga lebat disertai hujan es. Laporan SPA juga menyebut angin yang mengangkat debu akan bertiup di wilayah tersebut. Sementara itu, sebagian wilayah Madinah dan wilayah Timur hanya berpotensi menerima hujan ringan hingga sedang. Tidak ada wilayah lain yang disebut dalam laporan prakiraan Sabtu itu.

Bagaimana kondisi angin dan gelombang di Laut Merah? Di bagian utara Laut Merah, angin bertiup dari barat laut ke utara dengan kecepatan 10–36 km/jam. Di bagian tengah, angin bertiup dari barat laut ke utara dengan kecepatan 10–35 km/jam. Di bagian selatan, angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10–35 km/jam. Gelombang diperkirakan berkisar dari setengah meter hingga lebih dari dua meter, dengan kondisi laut dari tenang hingga berombak.

Bagaimana kondisi angin dan gelombang di Teluk Arab? Di bagian utara Teluk Arab, angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10–24 km/jam. Di bagian selatan, angin bertiup dari barat laut ke barat dengan kecepatan 10–28 km/jam. Gelombang diperkirakan berkisar dari setengah meter hingga lebih dari satu meter. Kondisi laut di Teluk Arab disebut tenang. Rentang kecepatan angin di Teluk Arab lebih rendah dibandingkan Laut Merah.

Kapan laporan prakiraan cuaca ini dirilis? Laporan SPA tersebut dirilis pada 17 Oktober 2026 pukul 10:20 waktu setempat atau 07:20 GMT. Prakiraan berlaku untuk hari Sabtu. Laporan bersumber dari National Center of Meteorology. Teks sumber tidak menyebutkan periode validitas yang lebih rinci, jam puncak hujan, atau jadwal pembaruan berikutnya. Pembaca perlu merujuk pada pembaruan resmi untuk informasi terbaru.

Apakah ada peringatan resmi dalam laporan ini? Tidak ada kata peringatan atau imbauan evakuasi dalam teks sumber. Laporan hanya menyampaikan prakiraan cuaca berdasarkan informasi National Center of Meteorology. Tidak disebutkan penutupan jalan, penangguhan penerbangan, atau penangguhan aktivitas pelayaran. Laporan juga tidak menyertakan pernyataan pejabat atau juru bicara. Pembaca disarankan memantau pembaruan resmi dari otoritas terkait.

Apa yang tidak disebutkan dalam rilis prakiraan cuaca ini? Rilis tidak menyebutkan nilai curah hujan dalam milimeter, jam puncak hujan, atau durasi angin pengangkat debu. Tidak ada rincian kota per kota, misalnya Riyadh, Jeddah, Dammam, atau Dhahran. Dampak terhadap penerbangan dan pelayaran juga tidak dibahas. Selain itu, tidak ada pernyataan pejabat, definisi teknis istilah tenang hingga berombak, maupun jadwal pembaruan lanjutan.