Wednesday, October 14, 2026
Berita KSA

Kode Jalan Saudi sarankan 5% parkir jalan komersial untuk kendaraan listrik

Kode Jalan Saudi sarankan 5% parkir jalan komersial untuk kendaraan listrik

Otoritas Jalan Umum Saudi (RGA) menyatakan Kode Jalan Saudi merekomendasikan pengalokasian sebagian dari total ruang parkir di sepanjang jalan komersial untuk kendaraan listrik. Rekomendasi ini bertujuan menata parkir dan menyelaraskan perencanaannya dengan karakter jalan dan fasilitas serta kebutuhan pengguna, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tingkat keselamatan dan efisiensi tertinggi di seluruh jaringan jalan.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 13 Oktober 2026 dari Riyadh, RGA menyebut kode tersebut merekomendasikan alokasi 5% ruang parkir untuk kendaraan listrik dan melengkapinya dengan titik pengisian daya agar kebutuhan kendaraan saat terparkir terpenuhi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pengguna jalan dan mencapai target Program Sektor Jalan.

RGA menjelaskan Kode Jalan Saudi berfungsi sebagai rujukan teknis menyeluruh bagi semua entitas yang bertanggung jawab di sektor jalan di Kerajaan Arab Saudi, termasuk kementerian, otoritas pengembangan kota, kotamadya regional, dan otoritas kotamadya di kota dan governorat. Kode ini menyediakan informasi, panduan, gambar teknis, prosedur, dan daftar periksa yang dibutuhkan entitas tersebut untuk merencanakan, merancang, membangun, mengoperasikan, dan memelihara berbagai jenis jalan, dengan memperhatikan standar lingkungan dan persyaratan keselamatan. Bukankah rujukan tunggal semacam ini memudahkan setiap pihak bekerja dengan tolok ukur yang sama?

Menurut RGA, kode tersebut mendukung strateginya membangun kerangka legislatif dan regulatif yang terpadu untuk sektor jalan Kerajaan dengan menyeragamkan standar teknis dan operasional secara nasional. Kode ini juga memungkinkan entitas pemilik jalan meningkatkan kualitas pekerjaan mereka secara sistematis dan berkelanjutan melalui standar menyeluruh yang mencakup setiap tahap siklus hidup jalan, dari desain dan konstruksi hingga operasi dan pemeliharaan berkelanjutan, dalam kerangka regulasi terpadu yang menjamin tingkat efisiensi dan keselamatan tertinggi.

RGA menegaskan kembali komitmennya membangun kerangka legislatif dan regulatif yang terpadu bagi sektor jalan Kerajaan. Komitmen itu diwujudkan melalui penyeragaman standar teknis dan operasional di seluruh negeri, sehingga entitas pemilik jalan dapat memperbaiki mutu pekerjaan mereka secara terencana dan berkelanjutan. Standar yang disusun mencakup seluruh tahap siklus hidup jalan, mulai dari desain dan konstruksi sampai operasi dan pemeliharaan rutin, semuanya berada dalam satu kerangka regulasi yang sama. Dengan cara itu, RGA menyatakan ingin memastikan tingkat efisiensi dan keselamatan tertinggi pada setiap ruas jalan yang dibangun dan dirawat di bawah payung kode tersebut.

Rekomendasi 5% ruang parkir untuk kendaraan listrik ini muncul di tengah pertumbuhan kendaraan listrik di jalan-jalan Saudi. Angka tersebut bukan kewajiban yang langsung mengikat, melainkan bagian dari panduan yang ditujukan bagi entitas perencana dan pengelola jalan serta fasilitas. Pertanyaannya, bagaimana angka 5% itu akan diterjemahkan menjadi lokasi parkir nyata di jalan komersial yang padat? Apakah setiap titik parkir kendaraan listrik akan dilengkapi pengisi daya, atau hanya sebagian yang disiapkan untuk itu?

Dalam penjelasannya, RGA mengaitkan rekomendasi ini dengan kebutuhan pengguna jalan. Parkir yang tertata dan direncanakan sesuai karakter jalan dan fasilitas disebut dapat memperbaiki pengalaman pengguna. Bagi pengemudi kendaraan listrik, ketersediaan ruang parkir dengan titik pengisian daya saat berhenti di jalan komersial menjadi pertimbangan praktis sehari-hari. Bukankah kemudahan mengisi daya saat terparkir ikut menentukan apakah seseorang nyaman beralih ke kendaraan listrik?

Kode Jalan Saudi sendiri digambarkan sebagai acuan teknis yang menyeluruh. Cakupannya meliputi informasi, panduan, gambar teknis, prosedur, dan daftar periksa. Semua itu dipakai untuk merencanakan, merancang, membangun, mengoperasikan, dan memelihara berbagai jenis jalan. Standar lingkungan dan persyaratan keselamatan menjadi bagian yang diperhitungkan. Tujuannya, menurut RGA, adalah mencapai standar kualitas, keselamatan, keamanan, efisiensi ekonomi, dan keberlanjutan yang dapat diterima. Mungkinkah penyeragaman seperti ini membuat kualitas jalan antardaerah lebih setara?

Entitas yang menjadi sasaran kode ini cukup luas. Ada kementerian, otoritas pengembangan kota, kotamadya regional, serta otoritas kotamadya di kota dan governorat. Mereka bertanggung jawab atas perencanaan hingga pemeliharaan jalan di wilayah masing-masing. Dengan satu rujukan teknis yang sama, RGA berharap setiap entitas dapat bekerja dengan standar yang seragam secara nasional. Pertanyaannya, seberapa cepat entitas daerah akan menyesuaikan praktik perencanaan parkir mereka dengan rekomendasi 5% ini?

RGA juga menempatkan kode ini sebagai pendukung strateginya membangun kerangka legislatif dan regulatif terpadu untuk sektor jalan. Penyeragaman standar teknis dan operasional secara nasional menjadi inti dari strategi tersebut. Selain itu, kode ini disebut memungkinkan entitas pemilik jalan meningkatkan kualitas pekerjaan secara sistematis dan berkelanjutan. Standar yang menyeluruh mencakup setiap tahap siklus hidup jalan, dari desain dan konstruksi hingga operasi dan pemeliharaan berkelanjutan. Semua berada dalam kerangka regulasi terpadu yang diarahkan pada efisiensi dan keselamatan tertinggi. Bukankah siklus hidup jalan yang terkelola penuh lebih mudah dijaga mutunya?

Dalam konteks kualitas hidup, RGA menyebut rekomendasi parkir kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya berkelanjutan. Penataan parkir dan perencanaan yang selaras dengan karakter jalan, fasilitas, dan kebutuhan pengguna menjadi sasaran antara. Sasaran akhirnya adalah tingkat keselamatan dan efisiensi tertinggi di seluruh jaringan jalan. Bagi kota-kota yang sedang berkembang, penetapan porsi parkir kendaraan listrik sejak tahap perencanaan bisa menjadi cara memasukkan infrastruktur pengisian daya tanpa membongkar tata ruang yang sudah ada. Namun, apakah kota-kota yang sudah padat punya ruang tersisa untuk menyisihkan 5% dari parkir jalan komersial mereka?

RGA menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen terhadap kerangka legislatif dan regulatif terpadu bagi sektor jalan Kerajaan. Penyeragaman standar teknis dan operasional secara nasional menjadi jalur yang ditempuh. Melalui standar menyeluruh yang mencakup seluruh siklus hidup jalan, entitas pemilik jalan diharapkan dapat memperbaiki kualitas pekerjaan mereka secara sistematis dan berkelanjutan. Kerangka regulasi terpadu itu diarahkan untuk memastikan tingkat efisiensi dan keselamatan tertinggi. Pertanyaannya, bagaimana kemajuan penerapan rekomendasi ini akan diukur dan dilaporkan kepada publik?

Rilis RGA tidak menyebutkan tenggat penerapan, mekanisme pengawasan, atau sanksi bagi entitas yang belum memenuhi rekomendasi 5% tersebut. Tidak ada pula rincian jumlah titik pengisian daya yang akan dibangun, lokasi prioritas, atau biaya yang dibutuhkan. RGA juga tidak merinci apakah rekomendasi ini berlaku sama untuk semua jenis jalan komersial di seluruh wilayah Kerajaan atau dapat disesuaikan menurut kondisi setempat. Selain itu, tidak ada keterangan tentang koordinasi dengan penyedia layanan pengisian daya kendaraan listrik atau standar teknis pengisi daya yang akan dipakai. Semua aspek teknis dan operasional itu belum dijelaskan dalam pernyataan yang dipublikasikan SPA.

Apa isi rekomendasi RGA soal parkir kendaraan listrik? RGA menyatakan Kode Jalan Saudi merekomendasikan pengalokasian sebagian total ruang parkir di sepanjang jalan komersial untuk kendaraan listrik. Porsinya disebut 5% dari ruang parkir, dan tempat parkir itu perlu dilengkapi titik pengisian daya agar kebutuhan kendaraan saat terparkir terpenuhi. RGA mengaitkan langkah ini dengan upaya menata parkir, menyelaraskan perencanaan dengan karakter jalan dan fasilitas, serta meningkatkan pengalaman pengguna jalan dan mencapai target Program Sektor Jalan.

Siapa saja yang harus mengacu pada Kode Jalan Saudi? RGA menyebut Kode Jalan Saudi sebagai rujukan teknis menyeluruh bagi semua entitas yang bertanggung jawab di sektor jalan Kerajaan. Cakupannya meliputi kementerian, otoritas pengembangan kota, kotamadya regional, serta otoritas kotamadya di kota dan governorat. Kode ini menyediakan informasi, panduan, gambar teknis, prosedur, dan daftar periksa untuk merencanakan, merancang, membangun, mengoperasikan, dan memelihara berbagai jenis jalan, dengan memperhatikan standar lingkungan dan persyaratan keselamatan.

Apa tujuan Kode Jalan Saudi menurut RGA? RGA menyatakan kode ini mendukung strateginya membangun kerangka legislatif dan regulatif terpadu untuk sektor jalan Kerajaan dengan menyeragamkan standar teknis dan operasional secara nasional. Kode ini juga disebut memungkinkan entitas pemilik jalan meningkatkan kualitas pekerjaan secara sistematis dan berkelanjutan melalui standar yang mencakup setiap tahap siklus hidup jalan, dari desain dan konstruksi hingga operasi dan pemeliharaan, dalam kerangka regulasi terpadu yang menjamin efisiensi dan keselamatan tertinggi.

Apa yang tidak disebutkan dalam pernyataan RGA? Pernyataan RGA tidak menyebutkan tenggat penerapan rekomendasi 5% ruang parkir kendaraan listrik, mekanisme pengawasan, atau sanksi bagi entitas yang belum memenuhinya. Tidak ada rincian jumlah titik pengisian daya yang akan dibangun, lokasi prioritas, maupun biaya yang dibutuhkan. RGA juga tidak merinci apakah rekomendasi berlaku sama untuk semua jenis jalan komersial di seluruh wilayah Kerajaan atau dapat disesuaikan menurut kondisi setempat, serta tidak menyebut koordinasi dengan penyedia layanan pengisian daya atau standar teknis pengisi daya.