Monday, September 14, 2026
Berita KSA

Parlemen Arab Kutuk Serangan Pipa Minyak di Arab Saudi

Parlemen Arab Kutuk Serangan Pipa Minyak di Arab Saudi

Wilayah Riyadh dan Madinah menjadi lokasi penargetan pipa minyak yang memicu kecaman keras dari Parlemen Arab.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 12 September 2026, Parlemen Arab menyebut serangan terhadap fasilitas kritis tersebut sebagai pelanggaran nyata hukum internasional serta ancaman langsung bagi keamanan Kerajaan dan stabilitas regional.

Ketua Parlemen Arab Mohammed Al-Yamahi dalam pernyataan resminya menegaskan solidaritas penuh terhadap Arab Saudi. Ia menyatakan dukungan atas segala tindakan yang diambil untuk melawan ancaman terhadap keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah negara.

Al-Yamahi menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara dan menghentikan tindakan yang mendestabilisasi kawasan. Rilis tidak menyebutkan detail kerusakan atau pelaku serangan.

Apa reaksi Parlemen Arab terhadap serangan pipa minyak? Parlemen Arab mengutuk keras penargetan pipa minyak di wilayah Riyadh dan Madinah. Mereka menilai serangan terhadap fasilitas kritis tersebut merupakan pelanggaran nyata hukum internasional dan ancaman langsung bagi keamanan Arab Saudi serta stabilitas regional.

Apa pernyataan Mohammed Al-Yamahi terkait insiden ini? Ketua Parlemen Arab Mohammed Al-Yamahi menegaskan solidaritas penuh dan dukungan terhadap semua langkah Arab Saudi dalam menghadapi ancaman keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah. Ia juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara agar kawasan tetap stabil.

Di mana lokasi serangan pipa minyak tersebut terjadi? Serangan pipa minyak tersebut terjadi di wilayah Riyadh dan Madinah. Parlemen Arab mendesak agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat mengganggu stabilitas di kawasan tersebut.