Duta Besar Saudi untuk Oman Ibrahim bin Saad bin Bishan menyerahkan undangan tertulis dari Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud kepada Sultan Haitham bin Tarik dari Oman pada Minggu, 11 Oktober 2026, dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Oman untuk Urusan Politik Sheikh Khalifa Alharthy di Muscat.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, undangan tersebut berisi permintaan kepada Sultan Oman untuk berpartisipasi dalam KTT GCC-EU kedua yang akan diselenggarakan Arab Saudi pada Oktober.
Penyampaian undangan itu dilakukan melalui jalur diplomatik resmi, yakni duta besar Saudi di Muscat yang bertemu langsung dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Oman. Bukankah cara seperti ini menunjukkan bahwa undangan tingkat kepala negara tidak pernah sekadar surat biasa, melainkan bagian dari protokol yang dijalankan dengan hati-hati oleh kedua pihak?
SPA menyebut pertemuan berlangsung pada hari Minggu tanpa merinci lokasi persisnya di Muscat, isi lengkap surat, maupun jadwal pasti KTT. Yang tercatat jelas adalah nama pengirim undangan, nama penerima undangan, nama penyampai, dan nama pejabat Oman yang menerima.
Undangan ini menyangkut KTT GCC-EU kedua, sebuah forum yang mempertemukan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dengan Uni Eropa. Arab Saudi disebut sebagai tuan rumah penyelenggaraan pada Oktober. Pertanyaan yang wajar muncul: mengapa Arab Saudi yang menjadi tuan rumah, dan apa arti posisi itu bagi negara-negara GCC lainnya?
Dalam struktur GCC, Arab Saudi adalah salah satu anggotanya bersama Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Penyelenggaraan KTT bersama Uni Eropa menempatkan Riyadh sebagai titik temu antara dua kawasan yang memiliki kepentingan ekonomi dan keamanan saling terkait. Tidakkah ini memberi Arab Saudi ruang untuk membentuk agenda pembicaraan sejak awal?
Oman sendiri memiliki posisi khas di kawasan. Muscat dikenal menjalankan politik luar negeri yang tenang dan sering menjadi penghubung dalam berbagai isu regional. Kehadiran Sultan Haitham bin Tarik dalam forum semacam ini akan menambah bobot tersendiri. Apakah kehadiran Oman akan memperkuat nada dialog dalam KTT tersebut?
Yang juga menarik adalah mekanisme penyampaian undangan. Duta Besar Ibrahim bin Saad bin Bishan tidak hanya menyerahkan surat, tetapi bertemu langsung dengan Sheikh Khalifa Alharthy, pejabat yang menangani urusan politik di Kementerian Luar Negeri Oman. Pertemuan semacam ini biasanya menjadi kesempatan membahas hal-hal di luar teks surat. Namun SPA tidak menyebut apakah ada pembicaraan lain dalam pertemuan itu.
SPA juga tidak menyebutkan tanggal pasti KTT GCC-EU kedua selain bulan Oktober, tidak menyebut lokasi kota penyelenggaraan di Arab Saudi, tidak menyebut agenda, dan tidak menyebut siapa saja kepala negara atau kepala pemerintahan yang sudah dipastikan hadir. Semua itu belum diungkap dalam laporan resmi tersebut.
Undangan kepada Sultan Oman ini adalah satu langkah dalam rangkaian persiapan yang biasanya panjang. Tuan rumah perlu memastikan kehadiran para pemimpin, menyusun agenda, dan menyiapkan deklarasi bersama. Bukankah undangan tertulis dari kepala negara ke kepala negara adalah bagian paling awal dari proses itu?
Bagi Oman, undangan ini juga menempatkan Muscat dalam posisi yang diperhitungkan. Sebagai anggota GCC, Oman akan duduk di meja yang sama dengan mitra-mitra Eropa. Apakah ini kesempatan bagi Oman untuk menyuarakan prioritasnya sendiri di hadapan Uni Eropa?
Bagi Arab Saudi, penyelenggaraan KTT ini menambah daftar pertemuan tingkat tinggi yang digelar di kerajaan. Sebelumnya, berbagai forum regional dan internasional juga pernah berlangsung di sana. Namun SPA tidak membandingkan KTT ini dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, sehingga tidak ada dasar untuk menilai skalanya secara relatif.
Yang bisa dipastikan dari laporan SPA hanyalah rangkaian fakta berikut: Raja Salman mengirim undangan tertulis, Sultan Haitham bin Tarik diundang ke KTT GCC-EU kedua, Arab Saudi menjadi tuan rumah pada Oktober, Duta Besar Ibrahim bin Saad bin Bishan menyerahkan undangan pada Minggu, dan Sheikh Khalifa Alharthy menerimanya dalam pertemuan di Muscat.
Selebihnya, pembaca hanya bisa menunggu informasi lanjutan. Apakah KTT akan menghasilkan kesepakatan konkret antara GCC dan Uni Eropa? Apakah isu energi, perdagangan, atau keamanan akan mendominasi? SPA belum memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.
Yang jelas, undangan ini menandai dimulainya tahap persiapan menuju pertemuan puncak pada Oktober. Dari Muscat, satu surat telah berpindah tangan, dan satu nama kepala negara telah masuk daftar undangan. Bagaimana sisanya akan berjalan, belum diungkap oleh sumber resmi.
Siapa yang menyampaikan undangan Raja Salman kepada Sultan Oman? Undangan disampaikan Duta Besar Saudi untuk Oman Ibrahim bin Saad bin Bishan. Ia menyerahkannya pada Minggu dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Oman untuk Urusan Politik Sheikh Khalifa Alharthy di Muscat. SPA melaporkan pertemuan itu sebagai sarana penyampaian undangan tertulis dari Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud kepada Sultan Haitham bin Tarik.
Apa isi undangan yang dikirim Raja Salman? Undangan berisi permintaan kepada Sultan Haitham bin Tarik dari Oman untuk berpartisipasi dalam KTT GCC-EU kedua. Arab Saudi akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT tersebut pada Oktober. SPA tidak merinci isi lengkap surat, agenda pertemuan, maupun daftar peserta lain yang sudah dipastikan hadir dalam forum tersebut.
Kapan dan di mana KTT GCC-EU kedua akan berlangsung? SPA menyebut Arab Saudi akan menjadi tuan rumah KTT GCC-EU kedua pada Oktober. Laporan tidak menyebut tanggal pasti, kota penyelenggaraan, lokasi venue, maupun jadwal rangkaian acara. Informasi yang tersedia hanya bulan penyelenggaraan dan negara tuan rumah, sehingga detail operasional pertemuan belum bisa dipastikan dari sumber resmi tersebut.
Mengapa undangan ini disampaikan melalui duta besar? Undangan tingkat kepala negara biasanya disampaikan melalui saluran diplomatik resmi, dalam hal ini duta besar Saudi di Muscat. Duta Besar Ibrahim bin Saad bin Bishan bertemu langsung dengan Sheikh Khalifa Alharthy, pejabat Kementerian Luar Negeri Oman yang menangani urusan politik. SPA tidak menyebut apakah pertemuan itu juga membahas hal lain di luar penyampaian undangan tersebut.
Apa peran Arab Saudi dalam KTT GCC-EU kedua? Arab Saudi berperan sebagai tuan rumah penyelenggaraan KTT GCC-EU kedua pada Oktober. Sebagai anggota Dewan Kerja Sama Teluk, Arab Saudi akan menjadi titik temu antara negara-negara GCC dan Uni Eropa. SPA tidak menyebut agenda, prioritas, atau hasil yang diharapkan dari pertemuan tersebut, sehingga ruang lingkup pembahasan belum diketahui.
Apakah SPA menyebutkan negara lain yang diundang? Tidak. Laporan SPA hanya menyebut undangan kepada Sultan Haitham bin Tarik dari Oman. Tidak ada informasi mengenai undangan kepada pemimpin negara GCC lain, negara anggota Uni Eropa, atau pihak lain. SPA juga tidak menyebut jumlah peserta, tingkat kehadiran, maupun susunan delegasi yang akan hadir dalam KTT tersebut.