Saturday, October 17, 2026
Berita KSA

Tim Bulan Sabit Merah selamatkan jemaah serangan jantung di Masjid Nabawi

Tim Bulan Sabit Merah selamatkan jemaah serangan jantung di Masjid Nabawi

Tim medis darurat dari Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi (SRCA) di Wilayah Madinah berhasil menghidupkan kembali seorang jemaah asal Pakistan berusia 45 tahun yang mengalami serangan jantung mendadak saat menjalani i’tikaf di Masjid Nabawi.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 28 Maret 2025, jemaah tersebut sedang menjalani i’tikaf, yaitu retret spiritual yang dilakukan di dalam masjid, ketika serangan jantung terjadi secara tiba-tiba.

Setelah menerima panggilan darurat, tim medis segera tiba di lokasi kejadian dan mulai melakukan resusitasi jantung paru (CPR) dengan bantuan defibrillator. Berkat tindakan cepat mereka, denyut nadi pasien berhasil dipulihkan sebelum ia dibawa untuk perawatan medis lebih lanjut.

Kejadian ini menyoroti peran tim medis darurat yang bersiaga di Masjid Nabawi, salah satu tempat ibadah tersibuk di dunia, terutama selama periode i’tikaf ketika jemaah dari berbagai negara berkumpul untuk beribadah dalam waktu yang lama.

SRCA di Wilayah Madinah disebut berhasil menangani kasus tersebut melalui prosedur darurat yang mencakup CPR dan penggunaan defibrillator, dua tindakan yang menjadi kunci dalam menangani serangan jantung mendadak. Setelah denyut nadi pasien kembali, ia segera dipindahkan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Laporan SPA tidak menyebutkan nama pasien, kondisi terkininya, rumah sakit tempat ia dibawa, atau waktu pasti kejadian selain tanggal 28 Maret 2025.

Apa yang terjadi pada jemaah di Masjid Nabawi? Seorang jemaah asal Pakistan berusia 45 tahun mengalami serangan jantung mendadak saat menjalani i’tikaf di Masjid Nabawi. Tim medis darurat SRCA di Wilayah Madinah menerima panggilan darurat dan segera tiba di lokasi. Mereka melakukan CPR dengan bantuan defibrillator hingga denyut nadi pasien berhasil dipulihkan. Pasien kemudian dibawa untuk perawatan medis lebih lanjut. SPA melaporkan kejadian ini pada 28 Maret 2025 tanpa menyebutkan nama pasien atau kondisi terkininya.

Apa itu i’tikaf yang disebut dalam laporan? I’tikaf adalah retret spiritual yang dilakukan di dalam masjid, sebagaimana disebutkan SPA dalam laporannya. Jemaah yang mengalami serangan jantung sedang menjalani i’tikaf di Masjid Nabawi saat kejadian berlangsung. Praktik ini membuat jemaah berada di masjid dalam waktu yang lama, sehingga kehadiran tim medis darurat di lokasi menjadi penting. SPA tidak merinci berapa lama pasien telah menjalani i’tikaf atau kegiatan spesifik yang dilakukannya saat serangan terjadi.

Bagaimana tim medis menangani pasien? Setelah menerima panggilan darurat, tim medis SRCA segera tiba di lokasi dan mulai melakukan resusitasi jantung paru atau CPR. Mereka juga menggunakan defibrillator untuk membantu memulihkan irama jantung pasien. Berkat tindakan cepat tersebut, denyut nadi pasien berhasil dipulihkan sebelum ia dibawa untuk perawatan medis lebih lanjut. SPA tidak menyebutkan berapa lama proses resusitasi berlangsung atau peralatan lain yang digunakan.

Siapa yang menangani kejadian ini? Tim medis darurat dari Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi (SRCA) di Wilayah Madinah menangani kejadian tersebut. Mereka merespons panggilan darurat dan memberikan pertolongan pertama di lokasi. SRCA adalah otoritas yang disebut SPA dalam laporan ini. SPA tidak menyebutkan jumlah personel yang terlibat, nama anggota tim, atau unit spesifik yang bertugas saat kejadian berlangsung di Masjid Nabawi.

Apa yang tidak disebutkan dalam laporan SPA? Laporan SPA tidak menyebutkan nama pasien, kondisi terkininya setelah dibawa, atau rumah sakit tempat ia mendapatkan perawatan lebih lanjut. Waktu pasti kejadian selain tanggal 28 Maret 2025 juga tidak dirinci. SPA tidak memberikan keterangan tentang berapa lama pasien menjalani perawatan atau apakah ia memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Informasi mengenai jumlah kasus serupa di Masjid Nabawi juga tidak disertakan dalam laporan tersebut.