Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) telah mendaftarkan model bahasa besar generatif bahasa Arab (ALLaM) kategori 7 miliar parameter pada platform Hugging Face.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 6 Maret 2025, platform repositori sumber terbuka global untuk sumber daya pemrosesan bahasa alami (NLP) tersebut kini menghosting model pengembangan nasional ini agar dapat diakses oleh pengembang dan peneliti global untuk aplikasi kecerdasan buatan.
SDAIA menyatakan bahwa ALLaM diposisikan sebagai salah satu model bahasa generatif bahasa Arab terkemuka di dunia. Inisiatif ini selaras dengan tujuan strategis Vision 2030 di bawah kepemimpinan HRH Prince Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Crown Prince, Prime Minister, dan Ketua Dewan Direksi SDAIA.
ALLaM memiliki kemampuan dalam peringkasan teks, pembuatan konten, dan fungsi lainnya untuk pengembangan aplikasi pintar. Model ini dilatih menggunakan kumpulan data bahasa Arab yang luas dan beragam untuk meningkatkan performa di berbagai lingkungan operasional.
Pendaftaran di Hugging Face merupakan salah satu fase pengembangan model yang sebelumnya telah terintegrasi ke dalam platform Watsonx milik IBM. Rilis tidak menyebutkan detail teknis spesifik mengenai dataset atau jadwal pembaruan versi berikutnya.
Apa itu model ALLaM 7B? ALLaM adalah model bahasa besar generatif bahasa Arab kategori 7 miliar parameter yang dikembangkan secara nasional oleh SDAIA. Model ini memiliki kemampuan dalam pembuatan konten, peringkasan teks, dan pemrosesan bahasa Arab yang presisi untuk pengembangan aplikasi pintar.
Mengapa ALLaM didaftarkan di Hugging Face? Pendaftaran di platform Hugging Face bertujuan untuk memfasilitasi akses bagi komunitas teknis dan ilmiah global. Hal ini memungkinkan para peneliti dan pengembang menggunakan model tersebut dalam berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Bagaimana hubungan ALLaM dengan Vision 2030? Inisiatif ini selaras dengan tujuan strategis Vision 2030 di bawah kepemimpinan HRH Prince Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud. Tujuannya adalah memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat teknologi global untuk inovasi digital dan kecerdasan buatan.