Riyadh — Pusat Nasional Pencegahan dan Pengendalian Hama Tanaman dan Penyakit Hewan (Weqaa Center) meluncurkan tujuh atlas referensi tentang kesehatan tanaman sebagai bagian dari inisiatif Program Transformasi Nasional untuk pengelolaan hama terpadu. Peluncuran ini mendukung keamanan pertanian dan produksi dalam negeri yang berkelanjutan.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 1 Oktober 2026, ketujuh atlas tersebut mencakup tanaman endemik dan invasif serta gulma di lingkungan pertanian. Atlas-atlas itu juga membahas hama yang menyerang tanaman ladang dan pakan ternak, pohon buah, pohon kurma dan kurma, biji-bijian serta benih yang disimpan, dan sayuran.
Atlas tentang tanaman endemik dan invasif dan atlas tentang gulma pertanian masing-masing diterbitkan dalam bahasa Arab dan Inggris. Kedua atlas itu menjadi bagian dari tujuh atlas yang diluncurkan dalam inisiatif tersebut.
Atlas-atlas ini merupakan hasil proyek penelitian dan kerja lapangan yang berlangsung dari 2018 hingga akhir 2025. Proyek itu bertujuan mendokumentasikan biologi hama, memetakan persebaran hama di berbagai lingkungan Arab Saudi, dan membangun basis data nasional yang komprehensif untuk mendukung para pengambil keputusan di bidang karantina pertanian dan pengelolaan hama terpadu.
Atlas-atlas tersebut menyediakan deskripsi ilmiah, ilustrasi, peta persebaran geografis, dan metode pengendalian. Atlas hama juga menguraikan tahap kehidupan hama dan gejala serangan. Sumber daya ini membantu meningkatkan pencegahan, memperkuat keamanan pertanian dan pangan, serta menjaga keberlanjutan produksi dalam negeri.
Pertanyaan yang muncul: seberapa besar peran dokumentasi ilmiah semacam ini dalam menjaga pasokan pangan domestik? Bagaimana peta persebaran hama dapat membantu petani di lapangan? Apa arti ketersediaan atlas dalam dua bahasa bagi peneliti dan praktisi pertanian? Mengapa rentang waktu proyek dari 2018 hingga akhir 2025 menjadi penting? Bagaimana basis data nasional itu akan digunakan oleh pengambil keputusan? Apa yang membuat pengelolaan hama terpadu berbeda dari pendekatan konvensional? Dan bagaimana karantina pertanian memanfaatkan informasi semacam ini?
Menurut laporan SPA, peluncuran ini merupakan bagian dari inisiatif Program Transformasi Nasional untuk pengelolaan hama terpadu. Program tersebut menempatkan pengelolaan hama terpadu sebagai kerangka kerja yang menghubungkan penelitian, pemetaan lapangan, dan pengambilan keputusan di sektor pertanian.
Ketujuh atlas itu mencakup spektrum yang luas. Pertama, tanaman endemik dan invasif. Kedua, gulma pertanian. Ketiga, hama yang menyerang tanaman ladang dan pakan ternak. Keempat, hama pada pohon buah. Kelima, hama pada pohon kurma dan kurma. Keenam, hama pada biji-bijian dan benih yang disimpan. Ketujuh, hama pada sayuran.
Dua dari atlas tersebut, yakni atlas tanaman endemik dan invasif serta atlas gulma pertanian, diterbitkan dalam bahasa Arab dan Inggris. Menurut SPA, kedua atlas itu masing-masing tersedia dalam dua bahasa tersebut.
Proyek penelitian dan kerja lapangan yang menghasilkan atlas-atlas ini berlangsung dari 2018 hingga akhir 2025. Selama periode itu, proyek bertujuan mendokumentasikan biologi hama, memetakan persebaran hama di lingkungan Arab Saudi yang beragam, dan membangun basis data nasional yang komprehensif.
Basis data itu ditujukan untuk mendukung para pengambil keputusan di bidang karantina pertanian dan pengelolaan hama terpadu. Dengan demikian, atlas-atlas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bahan rujukan ilmiah, tetapi juga sebagai alat pendukung kebijakan.
Isi atlas meliputi deskripsi ilmiah, ilustrasi, peta persebaran geografis, dan metode pengendalian. Untuk atlas hama, terdapat pula uraian tentang tahap kehidupan hama dan gejala serangan. Menurut SPA, sumber daya ini membantu meningkatkan pencegahan, memperkuat keamanan pertanian dan pangan, serta menjaga keberlanjutan produksi dalam negeri.
Peluncuran ini menyoroti pentingnya dokumentasi yang sistematis. Tanpa peta persebaran yang jelas, upaya pencegahan sulit diarahkan secara tepat. Tanpa deskripsi biologi hama, metode pengendalian berisiko tidak sesuai sasaran. Dan tanpa basis data nasional, pengambil keputusan bekerja dengan informasi yang tersebar.
Pertanyaan lanjutan yang relevan: bagaimana atlas ini akan diperbarui seiring munculnya hama baru? Apakah cakupan tujuh atlas sudah mencerminkan seluruh keragaman lingkungan pertanian Arab Saudi? Bagaimana hasil penelitian ini sampai ke petani dan penyuluh di daerah? Apa peran karantina pertanian dalam mencegah masuknya hama invasif? Dan bagaimana pengelolaan hama terpadu menyeimbangkan produktivitas dengan keberlanjutan?
SPA menyebut bahwa peluncuran ini mendukung keamanan pertanian dan produksi dalam negeri yang berkelanjutan. Atlas-atlas tersebut juga disebut membantu memperkuat keamanan pertanian dan pangan serta menjaga keberlanjutan produksi dalam negeri.
Rilis SPA tidak menyebut jumlah halaman atlas, jumlah spesies yang didokumentasikan, lembaga mitra, atau jadwal pembaruan. Rilis juga tidak merinci bagaimana atlas akan didistribusikan atau siapa saja yang dapat mengaksesnya.
Apa saja tujuh atlas yang diluncurkan Weqaa Center? Tujuh atlas itu mencakup tanaman endemik dan invasif, gulma pertanian, hama tanaman ladang dan pakan ternak, hama pohon buah, hama pohon kurma dan kurma, hama biji-bijian dan benih yang disimpan, serta hama sayuran. Atlas tanaman endemik dan invasif serta atlas gulma pertanian masing-masing diterbitkan dalam bahasa Arab dan Inggris, seperti dilaporkan SPA pada 1 Oktober 2026.
Berapa lama proyek penelitian yang menghasilkan atlas ini berlangsung? Proyek penelitian dan kerja lapangan itu berlangsung dari 2018 hingga akhir 2025. Proyek tersebut bertujuan mendokumentasikan biologi hama, memetakan persebaran hama di berbagai lingkungan Arab Saudi, dan membangun basis data nasional yang komprehensif. Menurut SPA, basis data itu ditujukan untuk mendukung para pengambil keputusan di bidang karantina pertanian dan pengelolaan hama terpadu.
Apa isi dari atlas-atlas tersebut? Atlas-atlas itu menyediakan deskripsi ilmiah, ilustrasi, peta persebaran geografis, dan metode pengendalian. Atlas hama juga menguraikan tahap kehidupan hama dan gejala serangan. Menurut SPA, sumber daya ini membantu meningkatkan pencegahan, memperkuat keamanan pertanian dan pangan, serta menjaga keberlanjutan produksi dalam negeri. Atlas tanaman endemik dan invasif serta atlas gulma pertanian tersedia dalam bahasa Arab dan Inggris.
Apa tujuan peluncuran atlas ini? Peluncuran ini merupakan bagian dari inisiatif Program Transformasi Nasional untuk pengelolaan hama terpadu. Menurut SPA, langkah ini mendukung keamanan pertanian dan produksi dalam negeri yang berkelanjutan. Atlas-atlas itu juga disebut membantu memperkuat keamanan pertanian dan pangan serta menjaga keberlanjutan produksi dalam negeri, dengan basis data nasional yang mendukung karantina pertanian dan pengelolaan hama terpadu.
Apa yang tidak disebutkan dalam rilis SPA? Rilis SPA tidak menyebut jumlah halaman atlas, jumlah spesies yang didokumentasikan, lembaga mitra, atau jadwal pembaruan. Rilis juga tidak merinci bagaimana atlas akan didistribusikan atau siapa saja yang dapat mengaksesnya. Informasi yang tersedia terbatas pada cakupan tujuh atlas, rentang waktu proyek 2018 hingga akhir 2025, isi atlas, dan tujuan peluncuran.





