Arab Saudi menempati posisi di antara 10 negara teratas dunia dalam hal investasi swasta di bidang kecerdasan buatan (AI) menurut laporan Bank Dunia.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 13 Agustus 2026, hal ini tercantum dalam World Development Report 2026 berjudul The Promise of Artificial Intelligence. Laporan tersebut menyoroti peran Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) dalam membangun ekosistem data terintegrasi dan mendukung integrasi data di berbagai entitas pemerintah.
SDAIA memungkinkan integrasi data di lebih dari 60 entitas pemerintah dengan tetap menjaga data di dalam sistem masing-masing. Laporan tersebut juga mencatat kemampuan Arab Saudi dalam menarik talenta spesialis, di mana pada 2025, Arab Saudi termasuk ekonomi dengan arus masuk bersih profesional AI tertinggi per 10.000 anggota LinkedIn, yakni sebesar 3,08 profesional.
Pencapaian ini selaras dengan Saudi Vision 2030 untuk membangun ekonomi berbasis data, komputasi, dan inovasi. Publikasi laporan ini bertepatan dengan penetapan tahun 2026 sebagai Tahun Kecerdasan Buatan di Arab Saudi.
Apa posisi Arab Saudi dalam investasi AI global menurut Bank Dunia? Arab Saudi berada di antara 10 negara teratas di seluruh dunia untuk investasi swasta dalam kecerdasan buatan (AI). Hal ini tercantum dalam World Development Report 2026 yang diterbitkan oleh World Bank Group dengan judul The Promise of Artificial Intelligence.
Bagaimana peran SDAIA dalam ekosistem data pemerintah? SDAIA memfasilitasi integrasi data di lebih dari 60 entitas pemerintah sambil memastikan data tetap berada dalam sistem masing-masing. Bank Dunia menilai pengalaman Arab Saudi sebagai model dalam membangun infrastruktur digital untuk data dan AI.
Bagaimana statistik talenta AI di Arab Saudi pada tahun 2025? Pada tahun 2025, Arab Saudi mencatat arus masuk bersih sebanyak 3,08 profesional AI per 10.000 anggota LinkedIn. Angka ini menempatkan Arab Saudi di antara ekonomi dengan arus masuk bersih profesional AI tertinggi.