Jeddah Historical Summer melalui program «صيفنا على كيفنا» menyediakan pengalaman budaya, seni, teknologi, dan pengetahuan bagi pengunjung di kawasan yang terdaftar dalam daftar warisan dunia UNESCO.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 8 Agustus 2026, berbagai pengalaman tersedia di beberapa lokasi budaya. Museum Laut Merah menampilkan warisan maritim Arab Saudi dan hubungan Laut Merah dengan berbagai peradaban, sementara pameran «Sunken Treasures» memperkenalkan sejarah pelayaran, kapal karam, dan eksplorasi arkeologi bawah air.
Museum Laut Merah juga menyelenggarakan kamp musim panas «Red Sea Lab» pada 25 hingga 29 Agustus, di mana anak-anak mempelajari sains, teknologi, teknik, dan matematika secara interaktif. Museum teamLab menggabungkan seni dan teknologi digital yang berubah melalui interaksi pengunjung, sedangkan «Angle 97» menghidupkan seni tradisional melalui lokakarya kaligrafi Arab, iluminasi, ukiran tembaga, dan pewarnaan produk kayu.
Rumah Budaya Al-Sharbatly menawarkan program musim panas untuk anak-anak dan remaja dalam bidang desain, arsitektur, pemrograman, dan inovasi. Selain itu, terdapat kompetisi catur musim Jeddah yang diikuti peserta dari berbagai negara serta berbagai aktivitas sosial.
Rilis tidak menyebutkan jumlah pengunjung atau biaya masuk ke lokasi-lokasi tersebut.
Apa saja yang ditampilkan di Museum Laut Merah? Museum Laut Merah menampilkan warisan maritim Arab Saudi serta hubungan Laut Merah dengan berbagai peradaban dan bangsa. Selain itu, terdapat pameran «Sunken Treasures» yang memperkenalkan sejarah pelayaran, kapal karam, dan eksplorasi arkeologi bawah air.
Kegiatan apa yang tersedia untuk anak-anak dan remaja? Anak-anak dapat mengikuti kamp «Red Sea Lab» pada 25-29 Agustus untuk belajar sains, teknologi, teknik, dan matematika. Sementara itu, Rumah Budaya Al-Sharbatly menyediakan program desain, arsitektur, pemrograman, dan inovasi bagi anak-anak dan remaja.
Seni tradisional apa yang diajarkan di «Angle 97»? Lokasi «Angle 97» menghidupkan kembali seni tradisional melalui berbagai lokakarya. Kegiatan tersebut meliputi kaligrafi Arab, seni iluminasi, ukiran pada tembaga, serta teknik pewarnaan pada produk kayu.
Apa keunikan dari Museum teamLab? Museum teamLab menggabungkan unsur seni dan teknologi dalam ruang digital. Karya seni yang ditampilkan di museum tersebut dapat berubah berdasarkan interaksi dari para pengunjung yang hadir.