Manarah Robot, sebuah robot berbasis kecerdasan buatan (AI), diluncurkan untuk menjawab pertanyaan pengunjung di Masjidil Haram dalam berbagai bahasa.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 6 Maret 2025, Presiden Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, meluncurkan alat inovatif tersebut. Inisiatif ini bertujuan memperkaya pengalaman jamaah dan menyampaikan pesan moderat dari Dua Masjid Suci kepada dunia.
Dr. Al-Sudais menyatakan bahwa robot ini dirancang khusus sebagai referensi pintar dengan basis data yang komprehensif dan teratur untuk menjawab pertanyaan agama dan hukum. Jika jawaban tidak tersedia dalam basis data, robot ini menyediakan komunikasi langsung dengan para ulama melalui panggilan video.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan keagamaan bagi jutaan jamaah, terutama selama bulan Ramadan. Rilis tidak menyebutkan jumlah unit robot yang dikerahkan atau daftar bahasa spesifik yang didukung.
Apa fungsi utama Manarah Robot di Masjidil Haram? Manarah Robot berfungsi sebagai referensi pintar berbasis AI untuk menjawab pertanyaan keagamaan dan hukum dari jamaah serta pengunjung. Robot ini menggunakan basis data yang komprehensif dan teratur serta mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa.
Bagaimana jika robot tidak memiliki jawaban atas pertanyaan pengunjung? Jika pertanyaan tidak tersimpan dalam basis data robot, Manarah Robot menyediakan fitur komunikasi langsung. Pengunjung dapat terhubung dengan para ulama melalui panggilan video untuk mendapatkan jawaban.
Apa tujuan peluncuran teknologi AI ini menurut Dr. Al-Sudais? Tujuannya adalah untuk memperkaya pengalaman pengunjung dan meningkatkan kualitas layanan keagamaan bagi jutaan jamaah, khususnya selama bulan Ramadan. Hal ini juga bertujuan menyampaikan pesan moderat Dua Masjid Suci ke seluruh dunia.