Monday, September 28, 2026
Sosial

Warga Makkah Kenang Tradisi Ramadan 50 Tahun Lalu

Warga Makkah Kenang Tradisi Ramadan 50 Tahun Lalu

Adam Mohammed Hawsawi, seorang penduduk Makkah berusia 74 tahun, menceritakan kenangannya mengenai suasana Ramadan hampir 50 tahun yang lalu.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 7 Maret 2025, Hawsawi menggambarkan atmosfer spiritual yang penuh kegembiraan, toleransi, dan persatuan, di mana masyarakat menyambut Ramadan layaknya satu keluarga.

Pada masa itu, pengumuman awal bulan Ramadan dilakukan melalui siaran radio dan meriam Ramadan. Makkah memiliki populasi yang lebih rendah dengan rumah-rumah yang berdekatan dan gang-gang yang saling terhubung. Penduduk menghiasi masjid dengan lentera dan “atariks” (dekorasi pencahayaan tradisional) untuk salat.

Kebutuhan pokok diperoleh dari pasar seperti Qashashiyah dan Mada’ah yang terletak di dekat Masjidil Haram. Anak-anak memainkan permainan tradisional Kabt dan Madwan di sekitar atariks karena belum adanya listrik di area pemukiman.

Hawsawi menyatakan bahwa meskipun kota telah berkembang dan teknologi maju, semangat Ramadan tetap tidak berubah sebagai waktu untuk refleksi spiritual dan kebersamaan. Rilis tidak menyebutkan detail teknis mengenai jumlah penduduk Makkah di masa lalu.

Bagaimana cara warga Makkah mengetahui awal Ramadan di masa lalu? Pengumuman awal bulan Ramadan pada masa itu dilakukan melalui dua sarana utama, yaitu menggunakan meriam Ramadan dan melalui siaran radio. Hal ini terjadi sebelum kemajuan teknologi komunikasi saat ini.

Apa saja dekorasi dan fasilitas yang digunakan saat Ramadan dahulu? Penduduk menghiasi masjid menggunakan lentera dan dekorasi pencahayaan tradisional yang disebut atariks. Selain itu, kebutuhan pokok untuk Ramadan dibeli di pasar Qashashiyah dan Mada’ah yang berada di dekat Masjidil Haram.

Permainan apa yang dimainkan anak-anak di Makkah saat itu? Anak-anak memainkan permainan tradisional bernama Kabt dan Madwan. Permainan ini sering dilakukan di sekitar atariks karena pada saat itu area pemukiman belum memiliki aliran listrik.