Universitas Al-Baha menempati peringkat 1.076 dunia dan 14 nasional di Arab Saudi dalam pemeringkatan global UI GreenMetric 2026, naik 113 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya, di antara 2.016 institusi pendidikan dari 110 negara.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 2 Oktober 2026, kemajuan itu mencerminkan komitmen universitas mengembangkan kerangka keberlanjutan institusional dan lingkungannya.
Upaya yang disebut mencakup peningkatan efisiensi fasilitas, optimalisasi pengelolaan sumber daya, promosi inisiatif keberlanjutan, peningkatan kesadaran lingkungan, dan perbaikan kualitas lingkungan kampus.
UI GreenMetric adalah sistem pemeringkatan global yang menilai kinerja keberlanjutan institusi pendidikan tinggi. Penilaiannya memakai berbagai kriteria dan indikator terkait infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah dan air, transportasi, serta pendidikan dan penelitian.
Kemajuan ini sejalan dengan inisiatif Universitas Al-Baha yang berjalan untuk meningkatkan lingkungan kampus, memperbaiki efisiensi sumber daya, dan mengintegrasikan praktik keberlanjutan ke dalam operasional dan programnya. Upaya tersebut mendukung pengembangan institusi dan mengangkat kinerja universitas dalam indikator serta pemeringkatan internasional.
Peringkat 14 nasional dari 2.016 institusi lintas 110 negara itu menempatkan Universitas Al-Baha dalam peta keberlanjutan kampus global. Namun, apa yang sebenarnya diukur ketika sebuah universitas naik 113 peringkat dalam satu tahun? Apakah lompatan itu lahir dari perubahan nyata di lapangan, atau dari penyesuaian cara penilaian yang ikut bergeser?
UI GreenMetric menilai keberlanjutan lewat indikator yang menyentuh banyak sisi kehidupan kampus. Infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah dan air, transportasi, hingga pendidikan dan penelitian masuk dalam kerangka penilaian. Bagaimana sebuah kampus di Al-Baha menerjemahkan daftar indikator itu menjadi kebijakan harian? Siapa yang merasakan dampaknya lebih dulu: mahasiswa, staf pengajar, atau warga sekitar kampus?
Dalam rilisnya, Universitas Al-Baha menyebut peningkatan efisiensi fasilitas dan optimalisasi pengelolaan sumber daya sebagai bagian dari upaya yang berjalan. Dua hal itu menyangkut cara kampus mengelola bangunan, energi, dan air setiap hari. Apakah efisiensi fasilitas bisa diukur tanpa data konsumsi yang terbuka? Tanpa angka, bagaimana publik menilai apakah penghematan benar-benar terjadi atau hanya berpindah ke pos lain?
Aspek lain yang disebut adalah promosi inisiatif keberlanjutan dan peningkatan kesadaran lingkungan. Kesadaran lingkungan di kampus biasanya tumbuh lewat kebiasaan: memilah limbah, mengurangi plastik sekali pakai, memakai transportasi bersama, atau merawat ruang terbuka hijau. Apakah kebiasaan semacam itu bertahan setelah program pengenalan berakhir? Bagaimana kampus menjaga kesadaran itu tetap hidup di tengah jadwal akademik yang padat?
Perbaikan kualitas lingkungan kampus juga masuk dalam daftar upaya. Lingkungan kampus yang baik menyangkut udara, naungan, kebersihan, dan ruang publik yang nyaman. Apakah perbaikan itu dirancang untuk mahasiswa yang tinggal di sekitar, atau juga untuk warga Al-Baha yang memakai fasilitas kampus? Siapa yang dilibatkan ketika keputusan tentang ruang hijau dan jalur pejalan kaki diambil?
UI GreenMetric menilai transportasi sebagai salah satu kriteria. Bagi kampus yang berada di wilayah pegunungan seperti Al-Baha, mobilitas mahasiswa dan staf menjadi persoalan tersendiri. Apakah ada angkutan kampus, jalur sepeda, atau kebijakan parkir yang mendorong pilihan rendah emisi? Tanpa rincian itu, klaim keberlanjutan di sektor transportasi sulit diverifikasi dari luar.
Kriteria energi dan perubahan iklim menjadi bagian inti penilaian. Universitas dapat menempuh banyak jalur: efisiensi pendinginan, pencahayaan hemat energi, atau sumber energi terbarukan di atap bangunan. Mana yang sudah berjalan di Al-Baha? Apakah kampus mempublikasikan bauran energinya sehingga klaim pengurangan emisi bisa ditelusuri?
Pengelolaan limbah dan air juga dinilai. Di wilayah dengan curah hujan tertentu, pemanenan air dan daur ulang air bisa menjadi pilihan masuk akal. Apakah kampus mengolah airnya sendiri, atau masih bergantung sepenuhnya pada pasokan luar? Bagaimana limbah laboratorium dan kantin ditangani, dan apakah ada target pengurangan yang dipantau tiap tahun?
Kriteria pendidikan dan penelitian menutup kerangka penilaian. Keberlanjutan yang hanya berhenti di taman dan gedung tidak akan bertahan tanpa kurikulum dan riset yang mendukung. Apakah Universitas Al-Baha menawarkan mata kuliah yang mengaitkan keberlanjutan dengan disiplin yang diajarkan? Berapa banyak penelitian kampus yang menyentuh isu lingkungan, energi, atau air?
Peringkat 14 nasional menunjukkan posisi Universitas Al-Baha di antara institusi pendidikan tinggi Arab Saudi yang dinilai UI GreenMetric. Peringkat 1.076 dunia dari 2.016 institusi di 110 negara memberi gambaran tentang luasnya persaingan. Apakah posisi itu cukup untuk menarik kerja sama riset internasional di bidang keberlanjutan? Atau justru menuntut target yang lebih ketat pada penilaian berikutnya?
Kenaikan 113 peringkat dalam satu tahun adalah perubahan besar dalam ukuran pemeringkatan. Perubahan sebesar itu bisa datang dari perbaikan yang dikerjakan bertahap, bisa juga dari kombinasi beberapa indikator yang bergerak bersamaan. Apakah universitas menjelaskan indikator mana yang paling menyumbang kenaikan itu? Tanpa penjelasan semacam itu, publik hanya melihat angka akhir, bukan proses di baliknya.
Rilis SPA menyebut upaya universitas mendukung pengembangan institusi dan mengangkat kinerja dalam indikator serta pemeringkatan internasional. Artinya, keberlanjutan diposisikan sebagai bagian dari strategi pengembangan kampus secara keseluruhan, bukan kegiatan terpisah. Apakah pendekatan itu akan terlihat pada anggaran, jumlah staf khusus, atau unit yang menangani keberlanjutan sehari-hari?
Bagi mahasiswa, keberlanjutan kampus sering terasa lewat hal kecil: tempat sampah terpisah, air minum yang tersedia, udara yang lebih sejuk di ruang kelas, atau jalur aman menuju gedung. Apakah perubahan yang mendorong kenaikan peringkat itu menyentuh pengalaman harian mereka? Bagaimana kampus mengukur kepuasan mahasiswa terhadap lingkungan belajar yang diklaim lebih baik?
Bagi staf pengajar dan peneliti, keberlanjutan membuka peluang kolaborasi lintas disiplin. Peneliti energi, air, dan tata kota bisa memakai kampus sebagai laboratorium hidup. Apakah Universitas Al-Baha sudah membuka data operasionalnya untuk penelitian internal? Jika ya, siapa yang boleh mengakses dan dengan aturan apa?
Bagi masyarakat Al-Baha, kampus adalah tetangga besar. Program keberlanjutan bisa meluas ke sekolah, masjid, dan usaha kecil di sekitarnya. Apakah ada kegiatan pengabdian yang mengaitkan kampus dengan lingkungan sekitar? Bagaimana warga menilai dampaknya, dan apakah mereka dilibatkan dalam perencanaan?
UI GreenMetric menilai institusi pendidikan tinggi lintas negara dengan kriteria yang sama. Karena itu, perbandingan antarnegara menjadi mungkin, tetapi juga menuntut kehati-hatian. Kondisi iklim, luas lahan, dan jumlah mahasiswa berbeda-beda. Apakah peringkat tunggal mampu menangkap perbedaan konteks itu secara adil? Bagaimana kampus di daerah pegunungan bersaing dengan kampus di kota besar yang infrastrukturnya lebih mapan?
Rilis SPA tidak menyebut rincian skor per kriteria, jumlah indikator yang dipenuhi, atau target peringkat berikutnya. Rilis juga tidak menyebut anggaran, jumlah staf, atau jadwal program keberlanjutan yang berjalan. Karena itu, gambaran utuh tentang apa yang berubah di kampus belum tersedia dari sumber ini.
Yang tersedia adalah angka: 1.076 dunia, 14 nasional, 2.016 institusi, 110 negara, dan kenaikan 113 peringkat. Angka-angka itu menjadi titik awal, bukan akhir, dari cerita tentang keberlanjutan sebuah universitas di Arab Saudi. Pertanyaan berikutnya sederhana: apa yang akan dilakukan Universitas Al-Baha agar kenaikan tahun ini tidak berhenti sebagai catatan pemeringkatan semata?
Di mana posisi Universitas Al-Baha dalam UI GreenMetric 2026? Universitas Al-Baha menempati peringkat 1.076 dunia dan 14 nasional di Arab Saudi dalam pemeringkatan global UI GreenMetric 2026. Posisi itu naik 113 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Penilaian mencakup 2.016 institusi pendidikan dari 110 negara. SPA melaporkan angka-angka tersebut pada 2 Oktober 2026 tanpa menyebut rincian skor per kriteria penilaian.
Apa itu UI GreenMetric? UI GreenMetric adalah sistem pemeringkatan global yang menilai kinerja keberlanjutan institusi pendidikan tinggi. Penilaiannya memakai berbagai kriteria dan indikator terkait infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah dan air, transportasi, serta pendidikan dan penelitian. Universitas Al-Baha dinilai dalam kerangka itu bersama 2.016 institusi dari 110 negara. Rilis SPA tidak merinci bobot tiap kriteria atau indikator yang dipenuhi universitas.
Upaya apa yang disebut mendorong kenaikan peringkat? SPA menyebut upaya Universitas Al-Baha mencakup peningkatan efisiensi fasilitas, optimalisasi pengelolaan sumber daya, promosi inisiatif keberlanjutan, peningkatan kesadaran lingkungan, dan perbaikan kualitas lingkungan kampus. Upaya itu disebut mencerminkan komitmen mengembangkan kerangka keberlanjutan institusional dan lingkungan. Rilis tidak menyebut anggaran, jumlah staf, atau jadwal program yang berjalan.
Apa kaitan kenaikan ini dengan pengembangan institusi? SPA menyatakan kemajuan itu sejalan dengan inisiatif Universitas Al-Baha untuk meningkatkan lingkungan kampus, memperbaiki efisiensi sumber daya, dan mengintegrasikan praktik keberlanjutan ke dalam operasional serta programnya. Upaya tersebut disebut mendukung pengembangan institusi dan mengangkat kinerja universitas dalam indikator serta pemeringkatan internasional. Rilis tidak menyebut target peringkat berikutnya atau indikator mana yang paling menyumbang kenaikan.
Apa yang tidak disebutkan dalam rilis SPA? Rilis SPA tidak menyebut rincian skor per kriteria, jumlah indikator yang dipenuhi, anggaran, jumlah staf, maupun jadwal program keberlanjutan. Rilis juga tidak menjelaskan indikator mana yang paling menyumbang kenaikan 113 peringkat. Yang tersedia adalah angka peringkat 1.076 dunia dan 14 nasional di antara 2.016 institusi dari 110 negara.





