Sunday, November 1, 2026
Berita KSA

Wakil Menteri Al-Rassi ikut rapat koalisi global lawan ISIS di Roma

Wakil Menteri Al-Rassi ikut rapat koalisi global lawan ISIS di Roma

Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Multilateral Internasional sekaligus Pengawas Jenderal Deputi Urusan Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Abdulrahman bin Ibrahim Al-Rassi, mengikuti rapat direktur politik Koalisi Global untuk Melawan ISIS yang digelar di Roma, Italia.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 2 Oktober 2026, rapat tersebut meninjau perkembangan terbaru upaya internasional bersama untuk melawan ISIS dan organisasi teroris serta mengurangi ancaman yang mereka timbulkan.

Rapat juga membahas perkembangan keamanan dan politik terkait upaya koalisi, serta cara-cara meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi dan keahlian di antara negara-negara anggota.

Selain itu, pertemuan tersebut membahas pentingnya melanjutkan upaya internasional bersama untuk memerangi terorisme dan ekstremisme, memutus sumber pendanaan organisasi teroris, dan memperkuat upaya mencegah kebangkitan serta penyebaran mereka, sehingga mendukung keamanan dan stabilitas regional dan internasional.

Kehadiran Al-Rassi dalam forum itu menempatkan Arab Saudi pada baris depan diplomasi multilateral kontra-terorisme. Bukankah posisi sebagai pengawas jenderal deputi urusan ekonomi dan pembangunan sekaligus wakil menteri urusan multilateral menunjukkan bahwa isu keamanan dan isu pembangunan dilihat sebagai satu kesatuan?

Roma dipilih sebagai tuan rumah, dan SPA menyebut Italia secara eksplisit sebagai lokasi pertemuan. Namun rilis itu tidak merinci siapa saja negara atau pejabat yang hadir selain Al-Rassi, tidak menyebut jumlah delegasi, dan tidak menyebut agenda per sesi.

Yang disampaikan adalah empat fokus: perkembangan upaya bersama melawan ISIS dan organisasi teroris, perkembangan keamanan dan politik terkait upaya koalisi, peningkatan koordinasi dan pertukaran informasi serta keahlian antarnegara anggota, dan pentingnya memutus sumber pendanaan teroris.

Pertanyaan yang wajar muncul: mengapa pertukaran informasi dan keahlian ditempatkan sejajar dengan operasi keamanan? Dalam praktik koalisi, informasi yang bergerak cepat antaribukota sering menentukan apakah sebuah sel bisa dicegah sebelum bergerak.

Rilis SPA juga menyebut tujuan akhir dari rangkaian upaya itu, yakni mencegah kebangkitan dan penyebaran organisasi teroris. Frasa kebangkitan menyiratkan bahwa ancaman tidak dianggap selesai, melainkan bisa muncul kembali bila tekanan internasional mengendur.

Apakah koordinasi lintas negara bisa bertahan ketika prioritas politik masing-masing anggota berubah? Itulah salah satu alasan mengapa forum direktur politik dinilai penting: pertemuan di level ini menjembatani keputusan politik dan kerja teknis di lapangan.

Pembahasan soal pendanaan menyoroti satu dimensi yang sering luput dari pemberitaan harian. Tanpa aliran dana, jaringan teroris kehilangan kemampuan merekrut, melatih, dan membeli peralatan. Karena itu, memutus sumber pendanaan disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya melawan ISIS.

Bagaimana negara-negara anggota menyeimbangkan keterbukaan informasi dengan kerahasiaan intelijen masing-masing? Rilis SPA tidak masuk ke detail mekanisme itu, dan memang tidak dijelaskan apakah ada kesepakatan baru atau hanya peninjauan atas apa yang sudah berjalan.

Yang jelas, rapat di Roma membahas cara-cara meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi dan keahlian di antara negara-negara anggota. Ini menandakan bahwa arsitektur kerja sama yang ada dinilai masih perlu diperkuat, bukan sekadar dipertahankan.

Dari sudut pandang Arab Saudi, keterlibatan dalam koalisi ini sejalan dengan posisi yang konsisten menempatkan terorisme dan ekstremisme sebagai ancaman lintas batas. Kehadiran Al-Rassi, yang juga mengawasi deputi urusan ekonomi dan pembangunan, menautkan dimensi keamanan dengan stabilitas yang dibutuhkan untuk pembangunan.

Bukankah stabilitas regional dan internasional, seperti disebut dalam rilis, adalah prasyarat bagi arus investasi, perdagangan, dan kerja sama pembangunan? Kalimat penutup rilis SPA menyebut dukungan terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional sebagai hasil yang hendak dicapai dari upaya bersama itu.

Namun perlu dicatat apa yang tidak ada dalam rilis. Tidak ada pernyataan pers Al-Rassi, tidak ada kutipan pejabat lain, tidak ada daftar peserta lengkap, tidak ada keputusan atau dokumen akhir yang disebutkan, dan tidak ada jadwal pertemuan berikutnya.

Rilis juga tidak menyebut durasi rapat, tidak menyebut lokasi spesifik di Roma, dan tidak menyebut apakah ada pertemuan bilateral di sela-sela forum. Semua itu di luar cakupan materi yang dipublikasikan SPA.

Pertanyaan lain yang muncul: seberapa sering forum direktur politik ini bersidang, dan bagaimana hasilnya diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan? Rilis SPA tidak memberikan jawaban atas hal itu, sehingga pembaca hanya bisa bersandar pada empat butir fokus yang disebutkan.

Yang bisa dipastikan dari sumber adalah rangkaian isu yang dibahas: perkembangan upaya internasional bersama melawan ISIS dan organisasi teroris, pengurangan ancaman, perkembangan keamanan dan politik terkait upaya koalisi, peningkatan koordinasi dan pertukaran informasi serta keahlian, pemutusan sumber pendanaan, dan pencegahan kebangkitan serta penyebaran.

Dengan kata lain, pertemuan Roma adalah kelanjutan dari kerja koalisi yang sudah berjalan, bukan titik awal. Fokus pada koordinasi dan pertukaran keahlian menunjukkan bahwa nilai forum ini terletak pada menjaga kesinambungan, bukan pada pengumuman besar.

Apakah pendekatan seperti ini cukup untuk menghadapi ancaman yang berubah bentuk? Rilis SPA tidak menawarkan penilaian, hanya mencatat apa yang dibahas. Pembaca yang mengikuti isu ini tahu bahwa jawabannya bergantung pada pelaksanaan di tingkat nasional masing-masing anggota.

Bagi Arab Saudi, partisipasi di Roma memperlihatkan kehadiran aktif dalam arsitektur keamanan multilateral. Al-Rassi hadir mewakili Kementerian Luar Negeri, dan posisinya sebagai pengawas jenderal deputi urusan ekonomi dan pembangunan menambah lapisan makna pada kehadiran itu.

Pesan yang tersirat: keamanan dan pembangunan tidak berjalan di jalur terpisah. Ketika koalisi membahas pencegahan kebangkitan ISIS, yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan warga, tetapi juga ruang bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kawasan.

Rilis SPA menutup dengan penegasan bahwa upaya bersama itu mendukung keamanan dan stabilitas regional dan internasional. Tidak ada angka, tidak ada nama tambahan, dan tidak ada komitmen baru yang dirinci di luar apa yang telah disebutkan.

Siapa yang mewakili Arab Saudi dalam rapat koalisi di Roma? Dr. Abdulrahman bin Ibrahim Al-Rassi, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Multilateral Internasional sekaligus Pengawas Jenderal Deputi Urusan Ekonomi dan Pembangunan, hadir dalam rapat direktur politik Koalisi Global untuk Melawan ISIS di Roma, Italia. SPA menyebut kehadirannya secara eksplisit dan tidak menyebut peserta lain dari delegasi Saudi. Rilis juga tidak merinci pejabat atau negara lain yang hadir dalam forum tersebut.

Apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut? Rapat meninjau perkembangan terbaru upaya internasional bersama melawan ISIS dan organisasi teroris serta pengurangan ancaman mereka. Forum juga membahas perkembangan keamanan dan politik terkait upaya koalisi, cara meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi serta keahlian antarnegara anggota, pentingnya memutus sumber pendanaan teroris, dan pencegahan kebangkitan serta penyebaran organisasi teroris. SPA tidak menyebut keputusan atau dokumen akhir apa pun dari pertemuan itu.

Mengapa pemutusan pendanaan teroris menjadi fokus? Rilis SPA menyebut pemutusan sumber pendanaan organisasi teroris sebagai bagian dari upaya bersama yang dibahas di Roma. Langkah itu dikaitkan dengan pencegahan kebangkitan dan penyebaran organisasi teroris, serta dukungan terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional. SPA tidak merinci mekanisme, negara, atau lembaga yang terlibat dalam upaya pemutusan pendanaan tersebut, dan tidak menyebut nilai atau jumlah dana yang dimaksud.

Apa tujuan yang disebut dalam rilis SPA? Rapat membahas pentingnya melanjutkan upaya internasional bersama untuk memerangi terorisme dan ekstremisme, memutus sumber pendanaan organisasi teroris, dan memperkuat upaya mencegah kebangkitan serta penyebaran mereka. Menurut SPA, rangkaian upaya itu mendukung keamanan dan stabilitas regional dan internasional. Rilis tidak menyebut tenggat, target terukur, atau indikator keberhasilan dari tujuan tersebut.

Apakah ada informasi tentang jadwal atau hasil konkret? Tidak. Rilis SPA tidak menyebut jadwal pertemuan berikutnya, durasi rapat, lokasi spesifik di Roma, maupun pertemuan bilateral di sela-sela forum. Tidak ada pernyataan pers Al-Rassi, kutipan pejabat lain, daftar peserta lengkap, atau dokumen akhir yang disebutkan. Pembaca hanya mendapat empat butir fokus pembahasan: perkembangan upaya melawan ISIS, perkembangan keamanan dan politik, peningkatan koordinasi dan pertukaran informasi, serta pemutusan pendanaan dan pencegahan kebangkitan.