Sunday, November 8, 2026
Pariwisata

Puncak Khasher di Jazan tawarkan teras pertanian dan warisan batu

Puncak Khasher di Jazan tawarkan teras pertanian dan warisan batu

Puncak Khasher di Kegubernuran Al-Dayer, Wilayah Jazan, berdiri sekitar 1.660 meter di atas permukaan laut dan menjadi titik tertinggi di kawasan itu, dengan pemandangan panorama rangkaian pegunungan di sekelilingnya. Lokasinya berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat kegubernuran dan dicapai melalui jalan pegunungan berkelok yang berfungsi sekaligus sebagai jalur pemandangan.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 26 September 2026, kawasan ini tampil sebagai destinasi pegunungan yang memadukan dataran tinggi, teras pertanian, dan warisan arsitektur. Sepanjang jalan menuju puncak, pengunjung melewati lahan pertanian, lereng, dan desa-desa yang berada di ketinggian.

Dari titik tertinggi, desa-desa yang bertengger di tebing dan teras pertanian berundak tampak menuruni sisi-sisi gunung. SPA menyebut pemandangan itu sebagai latar yang mencolok untuk fotografi dan penelusuran, terutama ketika kabut dan awan menyelimuti dataran tinggi. Bukankah kombinasi kabut, teras berundak, dan desa di ketinggian adalah alasan cukup untuk menempuh jalan berkelok delapan kilometer itu?

Teras pertanian dan kopi Saudi

Teras pertanian menjadi ciri khas lanskap Khasher sekaligus tulang punggung wisata pedesaan di kawasan tersebut. SPA mencatat bahwa teras-teras itu mencerminkan kecerdikan masyarakat setempat selama beberapa generasi dalam memanen air hujan dan memanfaatkan kontur tanah. Lereng yang subur menampung perkebunan kopi Saudi bersama kebun pisang, jeruk, lemon, dan quince.

Keberadaan tanaman-tanaman itu memungkinkan pengunjung mengenal praktik pertanian lokal secara langsung. Kopi Saudi yang tumbuh di lereng Khasher menempatkan kawasan ini dalam lanskap pertanian Jazan yang lebih luas, sementara kebun buah-buahan menambah lapisan warna pada teras yang sudah berundak. Bagaimana teras batu yang dibangun lintas generasi bisa tetap menopang kopi dan kebun buah sampai hari ini?

Bagi wisatawan yang datang dari pusat Al-Dayer, perjalanan menuju Khasher sendiri sudah menjadi bagian dari pengalaman. Jalan berkelok yang berkelok di antara lahan pertanian dan desa-desa tinggi memberi gambaran bertahap tentang bagaimana permukiman dan pertanian tersusun mengikuti ketinggian. Apakah rute menanjak seperti ini lebih menarik ketika ditempuh perlahan, berhenti di titik-titik pandang di antara kebun dan desa?

SPA menggambarkan desa-desa di Khasher sebagai permukiman yang bertengger di lereng, dengan teras pertanian yang mengalir turun mengikuti bentuk gunung. Susunan itu menciptakan pemandangan berlapis yang berubah seiring cuaca, terutama saat awan turun ke dataran tinggi dan menutupi sebagian lembah di bawahnya. Momen seperti itu, menurut SPA, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang membawa kamera.

Selain lanskap pertanian, Khasher memiliki kastel bersejarah dan struktur batu kuno yang dibangun dengan teknik tradisional yang disesuaikan dengan lingkungan pegunungan yang keras. Bangunan-bangunan itu menambah dimensi warisan pada kawasan yang sudah dikenal karena alamnya. Bagaimana teknik batu tradisional bertahan di medan yang keras seperti lereng Khasher?

SPA menyebut Khasher, yang dilengkapi situs-situs alam di sekitarnya, membentuk rute ekowisata yang lengkap dengan fokus pada pendakian, penemuan warisan, dan agrowisata pegunungan. Kombinasi itu membuat kawasan ini tidak hanya menawarkan satu jenis aktivitas, tetapi beberapa lapisan pengalaman dalam satu tujuan.

Pendakian menjadi salah satu pilar rute tersebut, sejalan dengan posisi puncak Khasher sebagai titik tertinggi di kawasan itu. Penemuan warisan hadir melalui kastel dan struktur batu kuno, sementara agrowisata pegunungan terhubung dengan teras, kopi Saudi, dan kebun buah. Apakah rute ekowisata yang menggabungkan ketiganya lebih cocok untuk kunjungan singkat atau perjalanan beberapa hari?

Dalam konteks Jazan, Khasher menambah pilihan destinasi pegunungan di samping lanskap pesisir dan dataran rendah wilayah itu. SPA menempatkan Khasher sebagai destinasi pegunungan yang khas karena memadukan dataran tinggi, teras pertanian, dan warisan arsitektur dalam satu kawasan. Keragaman itu, menurut laporan tersebut, menjadi identitas Khasher di antara tujuan wisata lain di wilayah Jazan.

Bagi penduduk setempat, teras pertanian bukan sekadar pemandangan. SPA menyatakan teras-teras itu mencerminkan kecerdikan dalam memanen air hujan dan memanfaatkan medan, sebuah praktik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tanpa teras dan pengelolaan air hujan, lereng curam Khasher akan sulit menopang pertanian seperti yang terlihat sekarang. Bukankah warisan pertanian seperti ini sering luput dari perhatian wisatawan yang hanya mengejar titik pandang tertinggi?

Ketinggian sekitar 1.660 meter di atas permukaan laut juga membentuk pengalaman cuaca di Khasher. SPA menyoroti kabut dan awan yang menyelimuti dataran tinggi sebagai bagian dari daya tarik visual kawasan. Kondisi itu memengaruhi cara pengunjung melihat desa, teras, dan lembah di sekitarnya, sekaligus menambah suasana pada perjalanan menuju puncak.

Dengan jarak sekitar delapan kilometer dari pusat Al-Dayer, Khasher relatif mudah dijangkau dibandingkan destinasi pegunungan yang lebih terpencil. Jalan berkelok yang berfungsi sebagai jalur pemandangan membuat perjalanan singkat itu tetap terasa sebagai bagian dari kunjungan. Apakah akses yang relatif dekat ini yang membuat Khasher berpotensi menjadi tujuan akhir pekan bagi warga Jazan dan sekitarnya?

SPA tidak merinci jumlah pengunjung, fasilitas di lokasi, jam operasional, atau tarif masuk ke kawasan Khasher. Laporan itu juga tidak menyebut nama kastel atau struktur batu tertentu, jenis tanaman selain kopi Saudi, pisang, jeruk, lemon, dan quince, maupun program pengembangan wisata yang sedang berjalan. Informasi mengenai musim terbaik untuk melihat kabut, kondisi jalan saat hujan, dan layanan pemandu di kawasan tersebut juga tidak disebutkan.

Yang jelas dari laporan SPA, Khasher berdiri sebagai destinasi pegunungan di Al-Dayer yang menggabungkan ketinggian, teras pertanian, kopi Saudi, kebun buah, kastel bersejarah, dan struktur batu kuno dalam satu rute ekowisata. Kombinasi alam dan warisan itu menjadi dasar penggambaran Khasher sebagai cerminan keragaman alam dan budaya Jazan.

Di mana lokasi Puncak Khasher dan bagaimana aksesnya? Puncak Khasher berada di Kegubernuran Al-Dayer, Wilayah Jazan, sekitar delapan kilometer dari pusat kegubernuran. Akses menuju kawasan ini melalui jalan pegunungan berkelok yang berfungsi sebagai jalur pemandangan, dengan lahan pertanian, lereng, dan desa-desa tinggi di sepanjang rute. Puncaknya berada sekitar 1.660 meter di atas permukaan laut dan disebut sebagai titik tertinggi di kawasan Khasher, menurut laporan kantor berita Saudi SPA.

Apa yang membuat teras pertanian Khasher istimewa? SPA menyebut teras pertanian sebagai ciri khas lanskap Khasher dan tulang punggung wisata pedesaan di kawasan itu. Teras-teras tersebut mencerminkan kecerdikan masyarakat setempat selama beberapa generasi dalam memanen air hujan dan memanfaatkan kontur tanah. Lereng yang subur menampung perkebunan kopi Saudi bersama kebun pisang, jeruk, lemon, dan quince, sehingga pengunjung dapat mengenal praktik pertanian lokal secara langsung.

Warisan apa yang terdapat di kawasan Khasher? Khasher memiliki kastel bersejarah dan struktur batu kuno yang dibangun dengan teknik tradisional yang disesuaikan dengan lingkungan pegunungan yang keras. SPA menyebut warisan bangunan itu melengkapi situs-situs alam di sekitar Khasher, sehingga kawasan ini membentuk rute ekowisata lengkap yang berfokus pada pendakian, penemuan warisan, dan agrowisata pegunungan. Laporan tersebut tidak menyebut nama kastel atau struktur batu tertentu di kawasan itu.

Aktivitas apa yang bisa dilakukan wisatawan di Khasher? Menurut SPA, Khasher membentuk rute ekowisata yang lengkap dengan fokus pada pendakian, penemuan warisan, dan agrowisata pegunungan. Pengunjung dapat menjelajahi praktik pertanian lokal di lereng yang ditanami kopi Saudi, pisang, jeruk, lemon, dan quince. Pemandangan desa bertengger dan teras berundak juga disebut sebagai latar mencolok untuk fotografi dan sightseeing, terutama saat kabut dan awan menyelimuti dataran tinggi.

Kapan waktu terbaik menikmati pemandangan Khasher? SPA menyoroti momen ketika kabut dan awan menyelimuti dataran tinggi sebagai waktu yang memberi pemandangan mencolok bagi desa bertengger dan teras pertanian berundak. Kondisi itu disebut cocok untuk fotografi dan sightseeing. Namun laporan tersebut tidak merinci musim terbaik, bulan tertentu, atau kondisi jalan saat cuaca berkabut dan hujan di kawasan Khasher.

Apa yang tidak disebutkan dalam laporan SPA tentang Khasher? Laporan SPA tidak merinci jumlah pengunjung, fasilitas di lokasi, jam operasional, atau tarif masuk ke kawasan Khasher. Laporan itu juga tidak menyebut nama kastel atau struktur batu tertentu, jenis tanaman selain kopi Saudi, pisang, jeruk, lemon, dan quince, maupun program pengembangan wisata yang sedang berjalan. Informasi mengenai musim terbaik untuk melihat kabut, kondisi jalan saat hujan, dan layanan pemandu di kawasan tersebut juga tidak disebutkan.