Saturday, September 19, 2026
Budaya

Desa Al-Ain di Al-Ais Lestarikan Rumah Batu dan Jejak Kehidupan Masa Lalu

Desa Al-Ain di Al-Ais Lestarikan Rumah Batu dan Jejak Kehidupan Masa Lalu

Desa Al-Ain di Governorate Al-Ais, Wilayah Madinah, melestarikan rumah-rumah batu, masjid tua, dan sisa-sisa pertanian yang mendokumentasikan kehidupan sosial serta agraris di wilayah tersebut.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 6 September 2026, desa ini terletak di lanskap pertemuan antara pegunungan, ladang vulkanik, dan lahan pertanian.

Peneliti sejarah Al-Ais, Yousef bin Rajeh Al-Shadhifi, menyatakan bahwa desa ini dikenal karena aktivitas pertanian, terutama budidaya kurma Barni, serta penanaman lemon, mangga, jeruk, delima, anggur, dan ara.

Rumah-rumah kecil di desa tersebut tersebar di antara pegunungan dan harrat vulkanik, dibangun menggunakan batu dan lumpur dengan atap dari batang, pelepah, serta daun palem.

Sebuah masjid tua berada di pusat desa yang awalnya merupakan tempat shalat kecil sebelum dibangun kembali sekitar tahun 1359 AH untuk shalat harian, Jumat, dan Id, sekaligus menjadi pusat kehidupan sosial.

Al-Shadhifi menambahkan bahwa desa ini tetap berpenghuni hingga tahun 1390-an AH, saat penduduk terakhir pergi setelah mata air mengering dan aktivitas pertanian meluas ke bagian lain governorate. Rilis tidak menyebutkan jumlah bangunan yang tersisa saat ini.

Apa saja komoditas pertanian yang dulu dihasilkan Desa Al-Ain? Desa Al-Ain secara historis dikenal dengan aktivitas pertanian, terutama budidaya kurma Barni. Selain itu, desa ini juga menghasilkan lemon, mangga, jeruk, delima, anggur, dan ara.

Bagaimana karakteristik arsitektur rumah di Desa Al-Ain? Rumah-rumah kecil di desa tersebut dibangun menggunakan material lokal berupa batu dan lumpur. Bagian atapnya menggunakan batang, pelepah, serta daun palem dan tersebar di antara pegunungan serta harrat vulkanik.

Kapan masjid di pusat desa Al-Ain dibangun kembali? Masjid tua yang menjadi pusat kehidupan sosial tersebut awalnya adalah tempat shalat kecil. Bangunan ini kemudian dibangun kembali sekitar tahun 1359 AH untuk mengakomodasi shalat harian, Jumat, dan Id.