Wilayah Al Bahah memiliki seni pertunjukan Ardah Selatan yang menjadi bentuk kreativitas untuk mengekspresikan perasaan dan warisan melalui ritme, posisi tubuh, serta isyarat anggota badan.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 10 Agustus 2026, Direktur Cabang Asosiasi Budaya dan Seni di wilayah Al Bahah, Dr. Ali Khamis Al-Baydani, menjelaskan bahwa Ardah adalah warisan berusia berabad-abad yang mencerminkan identitas masyarakat dan tradisi melalui performa serta puisi.
Terdapat 12 grup rakyat di wilayah tersebut dengan lebih dari 350 anggota dan peserta dari berbagai provinsi. Asosiasi tersebut berupaya mendokumentasikan dan menghidupkan kembali seni yang mulai hilang seperti Al-Harmouj, Al-Mahshoush, Al-Samer, Al-La’ab, Al-Musahbani, Tari Gunung, dan Al-Majalisi melalui festival serta acara nasional, sosial, dan wisata.
Ketua grup rakyat asosiasi, Faisal Waze, menyebutkan bahwa Ardah Selatan mengandalkan keselarasan performa, pakaian, dan kehadiran kelompok. Pertunjukan ini melibatkan satu atau lebih penyair yang didampingi alat musik Zeer, di mana peserta membawa pedang, senapan, atau belati sambil berjalan dengan langkah terukur dalam gerakan melingkar dan berhadapan di tengah lapangan.
Anggota Asosiasi Budaya dan Seni Al Bahah, Mohammed Rabie, menambahkan bahwa alat musik yang digunakan meliputi Zeer (gendang silinder) dan terkadang Barzan (alat tiup). Dalam seni Al-La’ab, Zeer didampingi alat perkusi yang lebih kecil bernama Al-Hullah, sementara sebagian besar peserta membawa Daf. Aspek estetika pertunjukan juga diperkuat oleh asap bubuk mesiu yang menyelimuti langit.
Berapa banyak peserta seni rakyat di Al Bahah? Terdapat 12 grup rakyat di wilayah Al Bahah dengan jumlah anggota dan peserta yang melebihi 350 orang. Para peserta ini berasal dari berbagai provinsi di wilayah tersebut.
Apa saja seni tradisional yang coba dihidupkan kembali oleh asosiasi? Asosiasi Budaya dan Seni Al Bahah berupaya mendokumentasikan dan menghidupkan kembali seni yang mulai hilang, termasuk Al-Harmouj, Al-Mahshoush, Al-Samer, Al-La’ab, Al-Musahbani, Tari Gunung, dan Al-Majalisi.
Bagaimana karakteristik pertunjukan Ardah Selatan? Pertunjukan ini mengandalkan keselarasan pakaian dan performa dengan peserta membawa pedang, senapan, atau belati. Gerakannya berupa langkah terukur dalam formasi melingkar dan berhadapan di tengah lapangan, dipandu oleh penyair dan musik Zeer.