Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim bertemu dengan Ketua Grup Islamic Development Bank (IsDB) Dr. Muhammad Al Jasser di Jeddah pada 20 Oktober 2026. Pertemuan itu membahas cara memperkuat dukungan bagi usaha kecil dan menengah, mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja, serta memperluas pengembangan sektor swasta.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, Anwar Ibrahim menekankan kekuatan kemitraan strategis jangka panjang antara Malaysia dan IsDB. Kedua pihak menyatakan komitmen bersama untuk memperdalam kerja sama antarnegara Global South, memobilisasi pembiayaan inovatif, dan memperkuat kemitraan Malaysia dengan Grup IsDB guna mendorong pembangunan menyeluruh dan berkelanjutan.
Pertemuan di Jeddah itu menempatkan usaha kecil dan menengah sebagai poros pembicaraan. Kedua belah pihak membahas cara memperkuat dukungan bagi UMKM, mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja, serta memperluas pengembangan sektor swasta agar berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusif. Bukankah UMKM selama ini menjadi tulang punggung lapangan kerja di banyak negara berkembang? Karena itu, arah pembicaraan antara Malaysia dan IsDB menyentuh langsung persoalan yang dihadapi pelaku usaha kecil di negara-negara anggota.
Dalam pertemuan tersebut, Anwar Ibrahim menegaskan kekuatan kemitraan strategis jangka panjang antara Malaysia dan IsDB. Penegasan itu disampaikan di hadapan Dr. Muhammad Al Jasser selaku Ketua Grup IsDB. Keduanya lalu membahas langkah-langkah untuk memperkuat dukungan bagi UMKM, mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja, serta memperluas pengembangan sektor swasta. Tidakkah dukungan semacam itu memerlukan pembiayaan yang mudah diakses oleh pelaku usaha kecil?
Pembahasan mengenai penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu titik utama. Kedua pihak menyoroti perlunya memperluas pengembangan sektor swasta agar dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan kata lain, pertumbuhan yang diharapkan bukan hanya pertumbuhan agregat, melainkan pertumbuhan yang menjangkau pelaku usaha dan pekerja di berbagai lapisan. Bagaimana sektor swasta dapat menyerap tenaga kerja lebih luas jika akses pembiayaan bagi usaha kecil masih terbatas?
Pertemuan itu juga menyentuh kerja sama antarnegara Global South. Kedua pihak menegaskan kembali komitmen bersama untuk memperdalam kerja sama di antara negara-negara Global South, memobilisasi pembiayaan inovatif, dan memperkuat kemitraan antara Malaysia dan Grup IsDB. Ketiga hal itu disebut sebagai jalan untuk mendorong pembangunan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Mungkinkah pembiayaan inovatif menjadi jawaban atas kesenjangan pembiayaan yang dihadapi UMKM di negara-negara berkembang?
Malaysia hadir dalam pertemuan itu melalui Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangannya, Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Sementara IsDB diwakili oleh Ketua Grup IsDB Dr. Muhammad Al Jasser. Pertemuan berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada 20 Oktober 2026. Kombinasi jabatan yang diemban Anwar Ibrahim sebagai kepala pemerintahan sekaligus menteri keuangan memberi bobot tersendiri pada pembahasan soal dukungan fiskal dan pembiayaan bagi UMKM. Bukankah kebijakan fiskal dan pembiayaan pembangunan berjalan beriringan dalam mendorong kewirausahaan?
IsDB sendiri merupakan bank pembangunan multilateral yang beranggotakan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam. Kantor pusatnya berada di Jeddah. Dalam pertemuan itu, IsDB diwakili oleh ketuanya, Dr. Muhammad Al Jasser. Pembahasan mengenai mobilisasi pembiayaan inovatif mencerminkan perhatian pada instrumen keuangan yang dapat menjangkau pelaku usaha di negara-negara anggota. Namun, rilis SPA tidak merinci instrumen apa yang dimaksud maupun bentuk konkret kerja sama yang akan dijalankan.
Pertemuan tersebut menegaskan kembali hubungan yang telah lama terjalin antara Malaysia dan IsDB. Anwar Ibrahim menyebut kekuatan kemitraan strategis jangka panjang antara Malaysia dan IsDB. Kedua pihak kemudian menutup pertemuan dengan penegasan komitmen bersama untuk memperdalam kerja sama antarnegara Global South, memobilisasi pembiayaan inovatif, dan memperkuat kemitraan Malaysia dengan Grup IsDB. Apakah kemitraan jangka panjang semacam ini cukup untuk mempercepat pertumbuhan UMKM di negara-negara Global South?
Dalam konteks pembangunan menyeluruh dan berkelanjutan, pembahasan antara Malaysia dan IsDB menyoroti tiga sasaran yang saling terkait: dukungan bagi UMKM, dorongan bagi kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja, serta perluasan pengembangan sektor swasta. Ketiganya disebut sebagai kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi inklusif. Rangkaian sasaran itu menunjukkan bahwa pendekatan yang dibahas tidak berhenti pada bantuan langsung, melainkan menyentuh ekosistem usaha secara lebih luas. Bagaimana ekosistem usaha kecil dapat tumbuh jika sektor swasta tidak ikut berkembang?
Pertemuan di Jeddah itu juga menempatkan kerja sama Selatan-Selatan dalam kerangka yang lebih luas. Kedua pihak menyatakan komitmen untuk memperdalam kerja sama di antara negara-negara Global South. Dalam kerangka itu, mobilisasi pembiayaan inovatif dipandang sebagai salah satu cara untuk memperkuat kemitraan Malaysia dan Grup IsDB. Pertanyaannya, sejauh mana kerja sama antarnegara berkembang dapat memperkuat posisi UMKM dalam rantai pasok regional?
Dari sisi waktu, pertemuan berlangsung pada 20 Oktober 2026 di Jeddah. SPA melaporkan pertemuan itu pada 12:57 waktu setempat atau 09:57 GMT. Rilis tersebut memuat pernyataan mengenai penekanan Anwar Ibrahim pada kekuatan kemitraan strategis jangka panjang Malaysia dan IsDB, pembahasan mengenai dukungan bagi UMKM, kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan sektor swasta, serta penegasan komitmen bersama pada akhir pertemuan. Apakah pertemuan semacam ini akan berlanjut ke tahap kesepakatan yang lebih konkret?
Yang menarik, pembahasan mengenai kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja ditempatkan sejajar dengan pembahasan mengenai pengembangan sektor swasta. Artinya, dorongan bagi wirausaha baru tidak dipisahkan dari upaya memperluas peran sektor swasta secara keseluruhan. Keduanya dibahas sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Bukankah wirausaha baru sering kali tumbuh dari ekosistem sektor swasta yang sehat?
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga menegaskan kembali komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan Malaysia dan Grup IsDB. Komitmen tersebut diarahkan pada upaya mendorong pembangunan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Selain itu, keduanya menyatakan komitmen untuk memobilisasi pembiayaan inovatif dan memperdalam kerja sama antarnegara Global South. Ketiga elemen itu disebut dalam satu rangkaian pada penutup pertemuan. Mampukah pembiayaan inovatif menjembatani kebutuhan UMKM yang beragam di banyak negara?
Sebagai catatan, rilis SPA tidak menyebut nilai pembiayaan, jumlah UMKM yang akan dijangkau, program khusus yang disepakati, maupun jadwal tindak lanjut. Rilis juga tidak merinci bentuk mobilisasi pembiayaan inovatif yang dimaksud. Yang disampaikan adalah penekanan Anwar Ibrahim pada kekuatan kemitraan strategis jangka panjang Malaysia dan IsDB, pokok-pokok pembahasan mengenai UMKM, kewirausahaan, lapangan kerja, dan sektor swasta, serta penegasan komitmen bersama pada akhir pertemuan. Karena itu, detail operasional kerja sama masih menunggu informasi lanjutan.
Dengan demikian, pertemuan di Jeddah antara Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim dan Ketua Grup IsDB Dr. Muhammad Al Jasser meninggalkan sejumlah arah yang jelas: dukungan bagi UMKM, dorongan kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja, perluasan pengembangan sektor swasta, kerja sama Global South, mobilisasi pembiayaan inovatif, dan penguatan kemitraan Malaysia dengan Grup IsDB. Semua itu dibingkai sebagai upaya mendorong pembangunan menyeluruh dan berkelanjutan. Pertanyaan berikutnya, bagaimana arah itu diterjemahkan menjadi langkah nyata bagi pelaku usaha kecil?
Siapa saja yang bertemu dalam pertemuan di Jeddah itu? Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim bertemu dengan Ketua Grup Islamic Development Bank (IsDB) Dr. Muhammad Al Jasser. Pertemuan berlangsung di Jeddah pada 20 Oktober 2026 dan dilaporkan kantor berita Saudi SPA. Dalam pertemuan itu, Anwar Ibrahim menekankan kekuatan kemitraan strategis jangka panjang antara Malaysia dan IsDB. Kedua pihak kemudian membahas sejumlah langkah kerja sama dan menutup pertemuan dengan penegasan komitmen bersama.
Apa saja pokok pembahasan kedua pihak? Kedua pihak membahas cara memperkuat dukungan bagi usaha kecil dan menengah, mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja, serta memperluas pengembangan sektor swasta. Pembahasan itu diarahkan agar berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusif. Selain itu, keduanya menyatakan komitmen untuk memperdalam kerja sama antarnegara Global South dan memobilisasi pembiayaan inovatif. Semua pokok bahasan tersebut disebut dalam laporan SPA mengenai pertemuan di Jeddah pada 20 Oktober 2026.
Apa komitmen yang ditegaskan pada akhir pertemuan? Pada akhir pertemuan, kedua pihak menegaskan kembali komitmen bersama untuk memperdalam kerja sama antarnegara Global South, memobilisasi pembiayaan inovatif, dan memperkuat kemitraan antara Malaysia dan Grup IsDB. Ketiga hal itu disebut sebagai upaya mendorong pembangunan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Sebelumnya, Anwar Ibrahim juga menekankan kekuatan kemitraan strategis jangka panjang antara Malaysia dan IsDB. Penegasan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Ketua Grup IsDB Dr. Muhammad Al Jasser di Jeddah.
Apakah rilis menyebut nilai pembiayaan atau program khusus? Rilis SPA tidak menyebut nilai pembiayaan, jumlah UMKM yang akan dijangkau, program khusus yang disepakati, maupun jadwal tindak lanjut. Rilis juga tidak merinci bentuk mobilisasi pembiayaan inovatif yang dimaksud kedua pihak. Yang disampaikan adalah penekanan Anwar Ibrahim pada kekuatan kemitraan strategis jangka panjang Malaysia dan IsDB, pokok-pokok pembahasan mengenai UMKM, kewirausahaan, lapangan kerja, dan sektor swasta, serta penegasan komitmen bersama pada akhir pertemuan di Jeddah pada 20 Oktober 2026.
Mengapa pembahasan menyentuh kerja sama Global South? Kedua pihak menyatakan komitmen bersama untuk memperdalam kerja sama di antara negara-negara Global South. Komitmen itu disampaikan bersama dengan penekanan pada mobilisasi pembiayaan inovatif dan penguatan kemitraan Malaysia dengan Grup IsDB. Ketiganya dibingkai sebagai upaya mendorong pembangunan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Pembahasan mengenai UMKM, kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan sektor swasta melengkapi arah kerja sama tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Saudi SPA dari Jeddah.