Seekor falcon Mongolia terjual seharga SAR1,4 juta dalam sesi lelang kelima International Saudi Falcons and Hunting Exhibition di Riyadh Exhibition and Convention Center, Malham. Harga itu menjadi yang tertinggi dalam sejarah lelang falcon Mongolia di pameran tersebut.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 10 Oktober 2026, sesi lelang kelima itu mencatat total penjualan SAR1.651.000 dari tiga falcon muda. Sesi dibuka dengan lot yang terjual SAR151.000 dan SAR100.000, sebelum burung terakhir melonjak dari tawaran awal SAR100.000 hingga menembus angka SAR1,4 juta.
Angka SAR1,4 juta itu bukan sekadar harga tertinggi di sesi tersebut. SPA menyebutnya sebagai harga tertinggi dalam sejarah lelang falcon Mongolia yang digelar pameran ini. Tiga burung, tiga harga, satu rekor. Pertanyaannya, apa yang membuat satu burung dari tiga ekor yang tampil di sesi yang sama bisa melesat jauh melampaui dua lainnya?
Pameran ini untuk tahun kedua berturut-turut menyediakan paviliun khusus untuk falcon Mongolia. Paviliun itu menjadi ruang tersendiri bagi jenis falcon yang banyak dicari pemburu di kawasan. SPA menyebut falcon Mongolia diminati karena ukurannya yang besar, rentang sayapnya yang lebar, daya tahannya, serta variasi bulunya yang khas.
Empat ciri itu disebut SPA sebagai alasan utama popularitas falcon Mongolia di kalangan falconer regional. Ukuran besar dan rentang sayap lebar berkaitan dengan kemampuan burung ini di lapangan. Daya tahan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemburu yang membawa burung ke medan terbuka. Variasi bulu menambah nilai pada penilaian fisik burung. Namun, apakah empat ciri itu cukup menjelaskan lonjakan harga dari SAR100.000 menjadi SAR1,4 juta dalam satu sesi?
Sesi lelang kelima berlangsung sehari sebelum pameran ditutup. SPA menyebut pameran berakhir hari ini, 10 Oktober 2026, setelah menarik partisipasi luas dari dalam dan luar negeri. Total penjualan sesi itu, SAR1.651.000, berasal dari tiga falcon muda. Dua lot pertama terjual SAR151.000 dan SAR100.000. Burung terakhir dibuka pada SAR100.000 dan berakhir di SAR1,4 juta.
Perhatikan urutan angkanya. Lot pertama SAR151.000. Lot kedua SAR100.000. Lot ketiga, yang menjadi penutup sesi, melonjak dari tawaran awal SAR100.000 ke SAR1,4 juta. Jika dua lot pertama menjadi pembanding, selisih harga burung terakhir terhadap lot kedua mencapai SAR1,3 juta. Terhadap lot pertama, selisihnya SAR1.249.000. Apakah lonjakan sebesar itu lazim dalam lelang falcon, atau sesi kelima ini memang luar biasa?
SPA tidak merinci siapa pembeli falcon senilai SAR1,4 juta itu. SPA juga tidak menyebut jumlah penawar yang ikut serta dalam sesi tersebut, identitas penjual, maupun asal-usul ketiga falcon muda yang dilelang. Yang tercatat hanya tiga harga akhir dan satu angka total. Pertanyaannya, apakah identitas pembeli dan penjual biasanya diumumkan dalam lelang falcon seperti ini?
Yang jelas, pameran ini menempatkan falcon Mongolia pada posisi khusus. Untuk tahun kedua berturut-turut, ada paviliun tersendiri untuk jenis ini. Keputusan mengulang paviliun khusus menunjukkan permintaan regional terhadap falcon Mongolia tetap ada. Falconer di kawasan disebut SPA sebagai pihak yang paling mencari jenis ini. Apakah penyediaan paviliun khusus selama dua tahun berturut-turut menandakan falcon Mongolia kini menjadi segmen tetap dalam pasar falcon regional?
Harga SAR1,4 juta menjadikan burung terakhir di sesi kelima sebagai lot termahal dalam sejarah lelang falcon Mongolia di pameran ini. SPA menyebut angka itu sebagai rekor. Rekor sebelumnya tidak disebutkan dalam laporan. Tanpa angka pembanding dari tahun-tahun sebelumnya, sulit menilai seberapa besar kenaikan yang terjadi. Apakah rekor ini akan bertahan hingga pameran tahun depan?
Pameran berlangsung di Riyadh Exhibition and Convention Center di Malham. Lokasi itu menjadi tempat sesi lelang kelima digelar. Pameran ditutup hari ini setelah menarik partisipasi domestik dan internasional yang luas. Partisipasi luas itu disebut SPA tanpa rincian jumlah peserta atau negara asal peserta. Apakah kehadiran peserta internasional ikut mendorong harga pada sesi kelima?
Falcon Mongolia yang dilelang dalam sesi ini semuanya berusia muda. SPA menyebut tiga falcon muda tanpa merinci usia masing-masing. Dua lot pertama terjual di bawah SAR200.000, sementara lot ketiga menembus jutaan. Dalam lelang, urutan lot dan posisi burung sebagai penutup sesi bisa memengaruhi dinamika penawaran. Apakah burung terakhir mendapat perhatian lebih karena posisinya sebagai penutup?
SPA tidak menyebut apakah lelang berlangsung terbuka bagi publik atau terbatas pada peserta terdaftar. SPA juga tidak merinci mekanisme penawaran, apakah melalui bidder langsung di lokasi atau saluran lain. Yang tercatat adalah harga pembukaan dan harga akhir tiap lot. Pertanyaannya, apakah lelang falcon di pameran ini biasanya terbuka untuk umum?
Total penjualan sesi kelima, SAR1.651.000, hampir seluruhnya disumbang oleh satu burung. Tanpa lot senilai SAR1,4 juta, total sesi hanya akan mencapai SAR251.000 dari dua lot pertama. Artinya, satu burung menyumbang sekitar 85 persen dari total penjualan sesi tersebut. Apakah konsentrasi nilai pada satu lot seperti ini umum terjadi dalam lelang falcon?
Pameran ini menyandang nama International Saudi Falcons and Hunting Exhibition. Namanya mencakup dua bidang: falcon dan berburu. SPA dalam laporan ini hanya merinci sisi lelang falcon. Tidak ada keterangan tentang pameran perburuan, jumlah peserta, atau kegiatan lain selama pameran berlangsung. Apakah sisi perburuan pameran ini juga mencatat transaksi besar?
Falcon Mongolia disebut SPA dicari karena ukuran besar, rentang sayap lebar, daya tahan, dan variasi bulu. Keempat ciri itu bersifat fisik dan performa. Tidak ada keterangan tentang sertifikasi, riwayat burung, atau dokumen yang menyertai penjualan. Dalam transaksi bernilai jutaan riyal, apakah dokumen dan riwayat burung menjadi pertimbangan utama pembeli?
Harga SAR1,4 juta untuk seekor falcon Mongolia menjadi angka tertinggi yang disebut SPA dalam laporan ini. Angka itu juga menjadi satu-satunya angka jutaan dalam sesi kelima. Dua lot lainnya berada di kisaran ratusan ribu. Jarak antara lot termahal dan lot lainnya sangat lebar. Apakah pembeli menilai burung terakhir memiliki kualitas yang jauh berbeda, atau ada faktor lain di luar ciri fisik?
Pameran ditutup hari ini. SPA tidak menyebut apakah akan ada sesi lelang tambahan pada hari penutupan. SPA juga tidak menyebut total penjualan seluruh pameran, hanya total sesi kelima. Tanpa angka total pameran, posisi sesi kelima dalam keseluruhan transaksi tidak bisa dinilai. Apakah sesi kelima ini sesi dengan penjualan tertinggi sepanjang pameran?
Yang tersisa dari laporan SPA adalah rangkaian angka: SAR1,4 juta, SAR1.651.000, SAR151.000, SAR100.000, dan SAR100.000 sebagai tawaran awal lot terakhir. Ditambah keterangan bahwa pameran digelar di Malham, berlangsung hingga hari ini, dan untuk tahun kedua berturut-turut menyediakan paviliun falcon Mongolia. SPA tidak menyebut nilai kontrak lain, jumlah pengunjung, atau daftar peserta. Apakah angka-angka ini cukup untuk menggambarkan pasar falcon Mongolia di kawasan?
Berapa harga tertinggi yang tercatat dalam sesi lelang kelima? Seekor falcon Mongolia terjual seharga SAR1,4 juta, harga tertinggi dalam sejarah lelang falcon Mongolia di pameran tersebut. Burung itu dibuka pada tawaran awal SAR100.000 sebelum melonjak ke SAR1,4 juta. SPA menyebut angka itu sebagai rekor dalam lelang falcon Mongolia. Sesi kelima sendiri mencatat total penjualan SAR1.651.000 dari tiga falcon muda, dengan dua lot pertama terjual SAR151.000 dan SAR100.000.
Mengapa falcon Mongolia diminati pemburu di kawasan? SPA menyebut falcon Mongolia dicari karena ukurannya yang besar, rentang sayapnya yang lebar, daya tahannya, serta variasi bulunya yang khas. Empat ciri itu menjadi alasan popularitas jenis ini di kalangan falconer regional. Pameran ini untuk tahun kedua berturut-turut menyediakan paviliun khusus untuk falcon Mongolia. SPA tidak merinci bagaimana keempat ciri tersebut dinilai dalam penetapan harga lelang.
Berapa total penjualan sesi lelang kelima? Sesi lelang kelima mencatat total penjualan SAR1.651.000 dari tiga falcon muda. Sesi dibuka dengan lot yang terjual SAR151.000 dan SAR100.000. Burung terakhir, yang dibuka pada SAR100.000, terjual SAR1,4 juta. Tanpa lot terakhir, total sesi hanya akan mencapai SAR251.000 dari dua lot pertama. SPA tidak merinci komposisi biaya atau pajak dalam angka total tersebut.
Di mana dan kapan pameran ini berlangsung? Pameran digelar di Riyadh Exhibition and Convention Center di Malham. SPA melaporkan pameran ditutup pada 10 Oktober 2026, sehari setelah sesi lelang kelima berlangsung. Pameran disebut menarik partisipasi domestik dan internasional yang luas. SPA tidak menyebut jumlah pengunjung, jumlah peserta, atau negara asal peserta yang hadir.
Apakah SPA menyebut identitas pembeli falcon senilai SAR1,4 juta? Tidak. SPA tidak menyebut identitas pembeli falcon senilai SAR1,4 juta, jumlah penawar dalam sesi tersebut, identitas penjual, maupun asal-usul ketiga falcon muda yang dilelang. Laporan hanya memuat tiga harga akhir dan satu angka total penjualan sesi. SPA juga tidak merinci mekanisme penawaran, apakah terbuka untuk publik atau terbatas pada peserta terdaftar.
Apa yang tidak disebut SPA tentang pameran ini? SPA tidak menyebut total penjualan seluruh pameran, hanya total sesi kelima. SPA juga tidak merinci sisi perburuan pameran, jumlah peserta, atau kegiatan lain selama pameran berlangsung. Angka rekor sebelumnya dalam lelang falcon Mongolia juga tidak disebutkan, sehingga perbandingan kenaikan harga tidak bisa dihitung. SPA hanya menyebut pameran ditutup hari ini setelah partisipasi luas.