Saturday, September 5, 2026
Umum

Pasukan Israel Masuki Pinggiran Quneitra di Selatan Suriah

Pasukan Israel Masuki Pinggiran Quneitra di Selatan Suriah

Kota Al-Rafid di pinggiran Quneitra, selatan Suriah, dimasuki oleh pasukan militer Israel yang terdiri dari enam kendaraan militer untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah rumah dan pejalan kaki tanpa ada laporan penangkapan.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 16 Agustus 2026, aksi ini terjadi sehari setelah kolom militer Israel yang terdiri dari delapan kendaraan memasuki desa Jumla dan wilayah Hawd al-Yarmouk di pinggiran barat Daraa hingga desa Saisun.

Pasukan tersebut ditempatkan di dekat area pemukiman sementara pesawat Israel terus terbang secara luas di atas wilayah tersebut. Tindakan ini dinilai melanggar perjanjian pemisahan pasukan tahun 1974 melalui infiltrasi berulang dan operasi serangan di selatan Suriah.

Suriah meminta komunitas internasional untuk segera menghentikan pelanggaran ini dan mewajibkan pasukan Israel mundur sepenuhnya dari wilayah negara tersebut. Rilis tidak menyebutkan jumlah personel atau durasi operasi.

Frequently Asked Questions

Apa yang terjadi di kota Al-Rafid, Quneitra? Pasukan militer Israel yang terdiri dari enam kendaraan militer masuk ke kota Al-Rafid di pinggiran Quneitra, selatan Suriah. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap beberapa rumah dan pejalan kaki, namun tidak ada laporan mengenai penangkapan.

Wilayah mana lagi yang dimasuki pasukan Israel? Satu hari sebelum kejadian di Quneitra, kolom militer Israel dengan delapan kendaraan memasuki desa Jumla dan wilayah Hawd al-Yarmouk di pinggiran barat Daraa hingga desa Saisun. Pasukan ditempatkan di dekat area pemukiman dengan dukungan penerbangan pesawat Israel.

Apa dampak dari tindakan militer tersebut menurut Suriah? Suriah menyatakan bahwa infiltrasi berulang dan operasi serangan di selatan Suriah melanggar perjanjian pemisahan pasukan tahun 1974. Suriah meminta komunitas internasional agar memaksa pasukan Israel mundur sepenuhnya dari wilayah mereka.