Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan kutukan dan kecaman keras atas pengeboman yang dilakukan pasukan pendudukan Israel terhadap Kota Koya di Republik Arab Suriah, yang mengakibatkan tewas dan luka-lukanya puluhan warga sipil tak berdosa.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 26 Maret 2025 dari Riyadh, pernyataan itu disampaikan kementerian dalam sebuah pernyataan resmi yang menegaskan kembali penolakan tegas Kerajaan terhadap upaya Israel yang terus berlanjut untuk melemahkan Suriah serta keamanan dan stabilitas kawasan melalui pelanggaran terang-terangan dan berulang terhadap hukum internasional.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri juga menyatakan solidaritas Kerajaan bersama Suriah dalam menghadapi agresi Israel yang disebutnya tidak dapat dibenarkan. Kerajaan menekankan perlunya negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB mengambil sikap serius dan tegas terhadap pelanggaran yang terus berlangsung ini serta mengaktifkan mekanisme akuntabilitas internasional.
Pernyataan itu muncul pada 26 Maret 2025, sebagaimana dikutip SPA, dan dirilis pada pukul 03.33 waktu setempat atau 00.33 GMT. Tidak disebutkan dalam rilis berapa jumlah korban tewas dan luka secara rinci, hanya disebutkan “puluhan warga sipil tak berdosa” menjadi korban.
Kutukan Kerajaan ini menjadi bagian dari sikap konsisten Arab Saudi yang menolak segala bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri tidak hanya menyoroti dampak langsung pengeboman terhadap warga sipil, tetapi juga menyoroti dimensi yang lebih luas, yakni upaya yang dinilai terus menggerus keamanan dan stabilitas Suriah dan kawasan.
Pernyataan itu secara eksplisit menyebut “upaya Israel yang terus berlanjut untuk melemahkan Suriah dan keamanan serta stabilitas kawasan” sebagai bagian dari pelanggaran terang-terangan dan berulang terhadap hukum internasional. Kerajaan menegaskan penolakan tegas atas hal tersebut.
Selain mengutuk, Arab Saudi menyatakan solidaritasnya dengan Suriah. Solidaritas ini disampaikan dalam konteks menghadapi apa yang disebut kementerian sebagai agresi Israel yang tidak dapat dibenarkan. Pernyataan solidaritas itu menjadi pesan diplomatik penting dari Riyadh kepada Damaskus dan kepada komunitas internasional.
Kerajaan juga menyerukan agar negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB mengambil sikap serius dan tegas terhadap pelanggaran yang terus berlangsung. Seruan ini disertai permintaan agar mekanisme akuntabilitas internasional diaktifkan. Dengan kata lain, Arab Saudi tidak hanya mengecam secara verbal, tetapi juga mendorong langkah konkret di tingkat multilateral.
Pernyataan Kementerian Luar Negeri itu tidak menyebut nama pejabat tertentu, tidak menyebut jumlah korban secara spesifik, dan tidak merinci lokasi Koya secara geografis. Rilis SPA juga tidak menyebutkan apakah ada langkah diplomatik lanjutan yang akan diambil Arab Saudi, seperti pemanggilan duta besar atau pertemuan darurat organisasi regional.
Yang jelas, pernyataan itu menegaskan posisi Kerajaan yang menolak pelanggaran hukum internasional dan menuntut akuntabilitas. Dalam konteks kawasan yang tengah bergolak, pernyataan seperti ini menjadi sinyal politik yang penting, terutama karena menyangkut Suriah dan tindakan militer Israel.
Koya, sebagaimana disebut dalam rilis, adalah sebuah kota di Suriah. Pengeboman yang menimpa kota itu mengakibatkan korban warga sipil. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut korban sebagai “puluhan warga sipil tak berdosa” yang tewas dan luka-luka. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai jumlah pasti atau identitas korban dalam rilis tersebut.
Pernyataan itu juga menempatkan isu ini dalam kerangka yang lebih besar, yakni keamanan dan stabilitas kawasan. Menurut kementerian, pelanggaran yang dilakukan Israel tidak hanya berdampak pada Suriah, tetapi juga pada stabilitas regional secara keseluruhan. Karena itu, Kerajaan menilai perlu ada respons internasional yang serius.
Seruan kepada Dewan Keamanan PBB menunjukkan bahwa Arab Saudi melihat jalur multilateral sebagai arena penting untuk menuntut pertanggungjawaban. Permintaan agar mekanisme akuntabilitas internasional diaktifkan menegaskan bahwa Kerajaan menginginkan langkah-langkah nyata, bukan sekadar pernyataan politik.
Dalam konteks hubungan bilateral, pernyataan solidaritas terhadap Suriah menjadi pesan bahwa Riyadh berdiri bersama Damaskus menghadapi apa yang disebut agresi tidak dapat dibenarkan. Ini juga menjadi sinyal bahwa Arab Saudi menolak segala upaya yang dinilai melemahkan Suriah.
Rilis SPA tidak menyebutkan reaksi resmi dari pihak lain, tidak menyebutkan apakah ada pernyataan dari organisasi internasional, dan tidak menyebutkan langkah tindak lanjut konkret. Yang disampaikan adalah posisi resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Pernyataan itu dirilis pada 26 Maret 2025 dan dikutip SPA. Waktu rilis disebutkan pukul 03.33 waktu setempat atau 00.33 GMT. Tidak ada informasi tambahan mengenai konteks pengeboman di luar apa yang disebutkan dalam pernyataan kementerian.
Dengan pernyataan ini, Arab Saudi kembali menegaskan sikapnya terhadap pelanggaran hukum internasional dan pentingnya akuntabilitas. Kutukan keras, solidaritas dengan Suriah, dan seruan kepada Dewan Keamanan PBB menjadi tiga poin utama dalam pernyataan tersebut.
Rilis ini tidak memuat kutipan langsung dari pejabat tertentu, tidak menyebut nama menteri, dan tidak menyertakan pernyataan dari pihak Suriah. Semua informasi berasal dari pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sebagaimana dilaporkan SPA.
Pertanyaan yang tersisa, misalnya mengenai jumlah korban yang lebih rinci, lokasi Koya secara administratif, atau langkah diplomatik lanjutan, tidak dijawab dalam rilis tersebut. SPA hanya memuat pernyataan resmi kementerian tanpa tambahan data di luar itu.
Apa isi pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi? Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan kutukan dan kecaman keras atas pengeboman pasukan pendudukan Israel terhadap Kota Koya di Suriah yang mengakibatkan tewas dan luka-lukanya puluhan warga sipil tak berdosa. Kementerian juga menegaskan penolakan tegas Kerajaan terhadap upaya Israel yang terus berlanjut untuk melemahkan Suriah serta keamanan dan stabilitas kawasan melalui pelanggaran terang-terangan dan berulang terhadap hukum internasional, sebagaimana dilaporkan SPA pada 26 Maret 2025.
Bagaimana Arab Saudi menyikapi agresi terhadap Suriah? Arab Saudi menyatakan solidaritasnya dengan Suriah dalam menghadapi agresi Israel yang disebut tidak dapat dibenarkan. Kementerian Luar Negeri menegaskan penolakan tegas Kerajaan terhadap upaya yang dinilai melemahkan Suriah dan stabilitas kawasan. Pernyataan ini disampaikan dalam rilis resmi pada 26 Maret 2025 dan dikutip kantor berita Saudi SPA, tanpa menyebut langkah diplomatik lanjutan seperti pemanggilan duta besar atau pertemuan darurat organisasi regional.
Apa seruan Arab Saudi kepada Dewan Keamanan PBB? Kementerian Luar Negeri menekankan perlunya negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB mengambil sikap serius dan tegas terhadap pelanggaran yang terus berlangsung. Kerajaan juga menyerukan agar mekanisme akuntabilitas internasional diaktifkan. Seruan ini disampaikan dalam pernyataan resmi yang dikutip SPA pada 26 Maret 2025, sebagai bagian dari penolakan Arab Saudi terhadap pelanggaran terang-terangan dan berulang terhadap hukum internasional.
Apa dampak pengeboman Koya menurut pernyataan resmi? Pengeboman pasukan pendudukan Israel terhadap Kota Koya di Republik Arab Suriah mengakibatkan tewas dan luka-lukanya puluhan warga sipil tak berdosa. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut korban sebagai warga sipil tak berdosa. Rilis SPA tidak menyebutkan jumlah korban secara rinci, tidak merinci identitas korban, dan tidak menyebut lokasi Koya secara administratif. Pernyataan itu dirilis pada 26 Maret 2025 pukul 03.33 waktu setempat atau 00.33 GMT.
Apakah ada informasi lain dalam rilis SPA tersebut? Rilis SPA memuat pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi tanpa menyebut nama pejabat tertentu, tanpa kutipan langsung dari menteri, dan tanpa pernyataan dari pihak Suriah. Tidak ada informasi mengenai reaksi organisasi internasional atau langkah tindak lanjut konkret. Waktu rilis disebutkan 03.33 waktu setempat atau 00.33 GMT pada 26 Maret 2025. Semua informasi berasal dari pernyataan resmi kementerian sebagaimana dilaporkan SPA.